Dinilai Lamban, Pelebaran Jalan Palembang – Betung Dikeluhkan Warga dan Pemilik Toko

Banyuasin – Lambannya pekerjaan Proyek pelebaran jalan Palembang – Betung, Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan dikeluhkan para pengguna jalan dan sejumlah pemilik toko di sepanjang jalan tersebut.

Keluhan warga dan pemilik toko tersebut bukan tanpa alasan. Selain menganggu arus lalu lintas, karena jalan becek dan banyak badan jalan yang baru diaspal sudah berlubang lagi, juga pembuatan yudit juga menganggu konsumen yang akan berbelanja di sejumlah toko yang ada di sepanjang jalan itu. Imbasnya, pemasukan pedagang menjadi menurun.

“Kami binggung, kenapa proyek ini sangat lamban sekali pengerjaannya. Selain itu, kenapa banyak badan jalan yang baru saja di aspal sudah berlobang lagi. Kalau begini, kapan selesainya pembangunan ini. Kami bosan sudah lebih dari 4 bulan ini melintasi jalan yang becek dan rawan kemacetan,” kata salah seorang warga setempat yang minta identitasnya dirahasiakan.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh sejumlah pemilik toko di sepanjang jalan itu. Menurut mereka, banyak konsumen yang akan berbelanja terpaksa putar arah lantaran akses masuk ke toko mereka terputus akibat banggunan yudit yang lamban. Menurut mereka hal itu berpengaruh terhadap pemasukan mereka sehari hari.

“Pada dasarnya kami sangat setuju dengan adanya pembangunan ini pak. Namun yang kami sesalkan kelambanan dalam pembangunan ini. Apalagi, galian untuk yudit itu hanya ditutup dengan papan seadanya, akibatnya kendaraan tidak bisa masuk ke toko kami dan para konsumen banyak yang batal ke toko kami,” keluh salah seoarang pemilik ruko di jalan tersebut.

Lebih lanjut dia berharap pihak yang berkompeten dibidangnya dapat segera melakukan pengawasan secara ketat terhadap pihak kontraktor, sehingga pekerjaan pembangunan yudit tersebut dapat dipercepat dan tidak menganggu aktivitas perdagangan mereka.

“Kami sangat berharap pembangunan ini segera diselesaikan. Sebab sudah 4 bulan ini penghasilan kami jauh menurun pak, karena banyak pelanggan kami yang engan datang kesini karena adanya proyek ini,” harapnya.

Ketua DPD Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indomesia Propinsi Sumatera Selatan Syamsudin Djoesman saat dimintai komentarnya mengatakan, pihaknya akan segera membentuk tim untuk melakukan investigasi dilapangan terkait proyek pelebaran jalan Palembang – Betung tersebut.

“Ya, dalam waktu dekat ini kita akan turun untuk melakukan investigasi. Jika nantinya kita menemukan adanya kejanggalan dalam pembangunan itu, maka kita akan menindaklanjutinya Sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ditempat berbeda kontraktor pelaksana PT. WASCO Dolly Muda saat dikonfirmasi, Kamis (18/6) mengatakan, pemasangan yudit itu sepanjang 800 meter. Menurutnya, pemasangan itu di sebelah kiri satu RAP dengan jalan dan pelaksanaannya sudah sesuai dengan Desain.

“Semua pekerjaan telah sesuai dengan aturan dan RAB yang ada. Untuk pekerjaan akan selesai pada bulan Desember mendatang,” katanya.

Sedangkan untuk badan jalan yang banyak berlubang, menurut Dolly itu akan segera dilakukan pengaspalan ulang dengan hotmik. “Pokoknya, semua pekerjaan akan kita selesaikan, dan kita pastikan semuanya akan sesuai dengan aturan,” katanya.

Sementara itu PPK pengawasan P2JN Kemenpu Azwar saat dikonfirmasi disela sela pemeriksaan proyek tersebut mengatakan, pemasangan yudit itu hanya di KM 14 saja, sedangkan untuk di pasir putih itu hanya pembuatan parit, tanpa pemasangan yudit, sesuai dengan desainnya. “Yang jelas semua pekerjaan sudah sesuai dengan aturan,” katanya seraya meninggalkan wartawan.(hadi/jat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.