Minggu, 21 Juni 2020 - 15:22 WIB

Soal Program Seribu Hafiz, Abdul Karim: Ini soal Agama Tidak Boleh Main-Main

Gayo Lues-Menanggapi persoalan dugaan hukum terkait Program Seribu Hafiz di Dinas Syariat Islam Kabupaten Gayo Lues tahun 2019 dengan nila 12,5 miliar, saat diminta tanggapan wartawan. Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Drs. H Abdul Karim, MM, mengingatkan “ini soal agama tidak boleh main main.”

“Saya membaca di Media Sosial dan harian-harian elektronik, bahwa ada keresahan di sebahagian masyarakat tentang program karantina Hafiz,” kata Wkil Ketua Komisi C DPRK Gayo Lues, itu dikonfirmasi, Minggu (21/06/2020).

Sepengetahuannya, program tersebut mengkarantinakan 1000 orang hafiz, santri ataupun santriwati di beberapa pesantren dan dibiayai APBK.

“Kalau tidak salah, sumbernya DOKA,” tandasnya.

Lanjut dia, peserta dipondokkan di beberapa pesantren atau tempat, dan disana mereka menjadi penghafal, serta tugas lain yang beliau juga kurang paham.

“Yang jelas mereka menghapal, disitu, mereka mendapat uang saku, makan, dan ada biaya lain-lain,” jelas Abdul Karim Ketua Praksi Gayo Peduli itu.

Namun, ada ketidakpuasan dari santri, pengelola pesantren serta dari beberapa orang. Terkait hal ini pihaknya belum melakukan konfirmasi di lapangan.

Sebagai tokoh masyarakat dan anggota DPRK Gayo Lues, Abdul Karim mengaku secara pribadi sangat kecewa jika permasalahan pelanggaran anggaran Hafiz tersebut benar adanya.

“Karena kita tidak bisa memponis, kalau kita belum mendapatkan data-data yang pas,” kata dia.

Namun, merespon permasalahan ini Karim menyampaikan ada beberapa komisi di DPR, yakni Komisi A, Komisi B, Komisi C, dan Komisi D.

Pihaknya akan berupaya mengkoordinasikan permasalahan ini dengan Komisi D karena Dinas Syariat Islam tersebut berada dibawah komisi D.

“Semua ada aturannya, dan saya kira dari Deliknews sudah melakukan langkah yang tepat, mendatangi orang-orang yang ada kompetennya di situ, dan ke DPR mungkin juga bisa dikonfirmasi,” katanya.

Dikarenakan ada jalur masing-masing, Karim menyampaikan, permasalahan ini harus diserahkan pada pihak hukum.

“Tetapi, yang paling penting di sini, tidak ada pitnah, jadi kalau faktanya demikian, harus demikian, tidak boleh ada unsur dendam, pitnah ataupun kebencian,” katanya.

Dikarenakan, segala hal yang mengarah pada tindakan korupsi harus terlebih dahulu APIP-nya yang berperan, dalam hal ini Inspektorat Gayo Lues.

“Seyogyanya, mereka harus melakukan penelitian dan pemeriksaan benar atau tidaknya informasi atau berita ini, dan mereka harus melaporkan hasil yang benar,” kata dia.

Terkait hal inipun selaku anggota dewan pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan bupati, serta bupati dapat memerintahkan kepada Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan itu.

“Penyampaian ini mungkin bisa melalui rapat dengar pendapat, atau hak bertanya sebagai anggota DPRK. Kita ingin, penegakan syariat Islam tergambar dari Program Seribu Hafiz,” tutupnya.

Sebelumya, sebagaimana diberitakan wartawan melalui konfirmasi sumber yang berkompeten, terdapat kejanggalan soal biaya makan Program Seribu Hafis, dimana dalam pagu anggaran tertera Rp.19.500 per sekali makan bagi 1000 orang peserta karantina. Namun, dari data dan hasil konfirmasi yang didapatkan wartawan melalui pengakuan seorang pengurus pesantren anggaran biaya makan saat itu hanya Rp.9.500 persiswa. Artinya kuat dugaan terjadinya pemotongan anggaran.(Ali Sadikin)

 

Artikel ini telah dibaca 288 kali

loading...
Baca Lainnya

Dapat Nomor Urut 1, Hilarius Duha Yakin 1 Kali Lagi Menjadi Kepala Daerah

Nias Selatan, Deliknews.com – Dapat nomor urut 1 (satu) Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati...

24 September 2020, 21:40 WIB

Alasan Kapolresta Tangerang Bina Kesadaran Masyarakat Berbasis Komunitas

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi terus mendorong setiap elemen masyarakat...

24 September 2020, 20:18 WIB

Maksimalkan Kinerja, Polresta Tangerang Beri Masker dan Vitamin untuk Anggota

TANGERANG – Polresta Tangerang Polda Banten memberi masker dan vitamin serta obat Tolak Angin untuk...

24 September 2020, 20:01 WIB

Polsek Kronjo Gelar Operasi Yustisi, Kedepankan Sikap Humanis

TANGERANG – Jajaran Polsek Kronjo Polresta Tangerang Polda Banten menggelar Operasi Yustisi di Pertigaan Pulau...

24 September 2020, 19:55 WIB

60 Warga Masyarakat Terjaring Operasi Yustisi yang Digelar Polsek Balaraja

TANGERANG – Kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah masih rendah....

24 September 2020, 19:41 WIB

Polresta Tangerang Terima Bantuan 1500 Masker

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten menerima bantuan masker sebanyak 1500 buah, Kamis (24/9/2020)....

24 September 2020, 19:35 WIB

loading...