Selasa, 23 Juni 2020 - 14:09 WIB

Ribuan Ikan Mati, Hulu Musi Diduga Keluarkan Lumpur Zat Beracun

Muba – Terkait ribuaan ikan mati disepanjang aliran sungai Musi beberapa hari kemarin sampai saat ini di duga efek dari zat gas beracun. Hasil penelusuran Lembaga Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Hutan (LEGMAS PELHUT) Kab Muba, paska banjirnya sungai Musi beberapa waktu lalu, Selasa (23/4/20).

Hulu sungai Musi 2 hari kemarin menguap hingga mengeluarkan zat atau racun yang mencemari sungai. Dampaknya ribuan ikan yang ada di sepanjang lintasan air beracun tersebut mati. Hingga saat ini masih terus mengalir bahkan sudah di desa Ngulak sanga desa air sungai Musi masih tercemar dan menyebabkan ikan mati.

Ketua Legmas Pelhut Kab Musi Banyuasin prihatin atas kejadian itu dan menghimbau agar masyarkat yang bermukim dipinggiran sungai Musi untuk tidak mengkonsumsi dan menggunakan air sungai Musi untuk sementara ini. Karena itu akan membahayakan kesehatan, dengan kejadian ini kita akan berkoodinasi dengan pihak DLH kab Muba agar mengambil semple air untuk ditelitih kandungan apa yang menyebabkan ikan mati.

Informasi yang didapat sementara, kejadian ini memang kerap terjadi hanya waktunya bisa satu tahun bahkan lebih tergantung kekuatan gunung Bererang yang ada dihulu sungai Musi dan masyarakat tidak merasa asing atas kejadian hal ini,  bahkan senang karena mandapat ikan dengan cara muda.

Diungkapkan Maimunah (49) warga Muara Kelingi, “kalu ini namanya kutubean yung (dengan logad bahasa daerah Musi) menurutnya kejadian ini sudah sejak saya masih SD dulu bahkan biasanya ini terjadi satu atau dua tahun ini pasti terjadi. Kami tidak heran lagi”, ungkapnya, sambil memegang alat tangkap ikan sederhana yang sering disebut (sanggi. Pesap, jale, langgian. Serampang).

Begitu juga menurut yang akrab dipanggil Sukni (51) warga desa Lubuk Pauh kec. BTS Ulu Mura. Kalau ini memang ada musimnya. Saya ingat waktu masih sekolah dulu (SD) hampir setiap tahun terjadi ikan mabuk di sungai Musi ini, kami merasa senang karena saat air ada racunnya itu lewat dusun kami (lubuk pauh) semua masyarakat turun kesungai Musi bekarang.

“Kami menyebutnya itu kutubeaan tetapi kami sebelum sampai melintas kedusun warga sudah tau kalau airnya tidak bisa dikonsumsi selama sampai tiga  hari. Kami terpaksa mengambil air sungai kecil yang terdekat”, tutupnya. (Hadi)

Artikel ini telah dibaca 294 kali

loading...
Baca Lainnya

Pemkab Muba Mantapkan Peresmian Instalasi Pengolahan Aspal Karet dan Uji Gelar

Muba – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam hilirisasi karet akan terwujud, peresmian Pengolahan dan Uji...

21 Oktober 2020, 21:20 WIB

Pemkab Muba Buka Pendaftaran Calon Anggota KPAD Priode 2021-2025

Muba – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Panitia Seleksi Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD)...

19 Oktober 2020, 21:49 WIB

Ketum Mabes LMP H.Adek Erfil Manurung SH Tinjau Macab LMP Musi Banyuasin

Muba – Pengurus markas besar laskar merah putih bersama Plh Ketua Mada LMP Sumsel Alex...

19 Oktober 2020, 15:12 WIB

Ruas Jalan di Perumahan Griya Asri Sukajadi Banyuasin Belum Pernah Tersentuh Pembangunan

Banyuasin – kondisi jalan di perumahan Griya Asri Sukajadi (GAS) RT. 065/RW 004 kelurahan Sukajadi...

18 Oktober 2020, 19:22 WIB

Dugaan Suap Oknum Komisioner KPU OKU Timur Akan Berujung Pidana

OKU – Lembaga Aliansi Indonesia DPC OKU Timur, bersama Ketua DPC OKU Timur Ustad Kanda...

14 Oktober 2020, 22:48 WIB

Sambut Ketua Umum H.Adek Erfil Manurung SH, Laskar Merah Putih Macab Muba Lakukan Persiapan

Muba – Konsolidasi dan Pemantapan Pengurus Markas Cabang dan Anak Cabang Ormas Laskar Merah Putih...

12 Oktober 2020, 15:53 WIB

loading...