Rabu, 24 Juni 2020 - 18:31 WIB

Ilustrasi Balai Banjar. (Foto: net)

Ilustrasi Balai Banjar. (Foto: net)

Badung, Bale Banjar Bagus Tapi Kebutuhan Dasar Warga Tak Terpenuhi

Badung – Nampaknya beban berat kini dihadapi Kabupaten Badung saat pandemi Covid-19 sebagai kabupaten dengan pendapatan asli daerah (PAD) tertinggi kedua di Indonesia. Bagaimana tidak, insentif pegawai belum terbayarkan dan bahkan juga dikabarkan insentif para Bendesa Adat sempat tertunda. Belum lagi berapa proyek sudah jalan harus ditunda pengerjaannya, tentu ada hutang kepada rekanan kontraktor belum dibayarkan.

Melihat keadaan ini I Ketut Sugiana sebagai mantan anggota dewan Badung sangat menyayangkan kondisi kas daerah kabupaten yang sangat minim. Apalagi disebutkan saat ini PAD hanya masuk kisaran Rp 30 miliar. Sementara kebutuhan wajib setiap bulan mencapai Rp 150 miliar lebih.

“Seandainya, investasi yang dilakukan pemerintah selama ini adalah investasi yang sifatnya produktif untuk ekonomi masyarakat, bukan untuk kepentingan fisik yang tidak produktif, tentu akan lain ceritanya,” kata I Ketut Sugiana yang sekarang menjadi Skretaris Partai Gerindra Badung, Rabu (23/6).

“Misalnya mengeluarkan dana memperbaiki balai banjar yang sebenarnya masih bagus. Artinya kan, ini spending money (uang) untuk kesenangan, memperbagus bangunan masih bagus, itu kan hiburan sifatnya. Itu bukan kebutuhan namanya, tapi keinginan,” imbuhnya

Dijelaskan, beban-beban kewajiban warga atau masyarakat dikatakan harus tetap ditanggung sendiri. Diungkap seperti sekarang saat ada bencana, kebutuhan makan sehari-hari, biaya listrik, air, biaya sekolah anak, cicilan-cicilan yang masih tetap harus dibayar.

“Sementara penghasilan warga menurun sangat drastis akibat pembatasan kegiatan masyarakat. Ini yang dimaksud dengan masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya,” jelas Sugiana.

Andaikan, lanjutnya menyayangkan, dana yang dulu besar itu tidak dihamburkan begitu saja, namun diinvestasikan secara bijak pada hal-hal yang sifatnya produktif, tentu menurutnya kondisinya tidak akan segetir ini.

“Andaikan dana yang dulu besar itu tidak diboroskan sembarangan, melainkan diinvestasikan untuk untuk hal-hal sifatnya produktif tentu kondisi masyarakat tidak akan seperti sekarang ini,” tegasnya.

Meski begitu, Sugiana juga tidak menampik bahwa ada dana-dana hibah untuk sektor yang produktif, namun menurutnya jumlahnya tidak cukup masif. Ia juga mempertanyakan evaluasi dan pengawasan dari dana-dana hibah yang disalurkan, misalnya kepada kelompok-kelompok petani atau peternak.

“Memang saya juga melihat ada hibah yang diberikan yang sifatnya produktif, misalnya hibah untuk kelompok pertanian, peternakan namun tidak masif. Dan kalau kita evaluasi sekarang, usaha-usaha yang diberi hibah itu establish gak (berjalan, red).”

“Masih survive gak kelompok-kelompok itu? Dan apakah berkelanjutan. Sejauh mana pendampingan pemerintah di bidang itu. Misalnya, sekian ratus juta yang diberikan kepada kelompok peternak tertentu, pernah gak ada pendampingan dan pengawasan dari dinas terkait terhadap penggunaan dana tersebut,” tandasnya.

 

Artikel ini telah dibaca 302 kali

loading...
Baca Lainnya

Terima Mandat Ketua Umum, Pengacara Wayan “Tang” Adimawan Nahkodai HAPI Bali

Denpasar – Pengacara millennial Bali, I Wayan Adimawan, SH., MH., mendapat mandat dari Ketua Umum...

I Wayan Adimawan, SH., MH.

15 September 2020, 17:41 WIB

Tolak Bali Jadi Surga yang Hilang, BIN Kawal Wujudkan Wisata Aman Berdasarkan Protokol Kesehatan

Bali merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak ekonomi paling parah di Indonesia akibat Pandemi...

10 September 2020, 13:16 WIB

Wujud Edukasi Prokes, Forkom Antar Media Bali Bangkit Bagikan 5000 Masker

Forum Komunikasi (Forkom) Antar Media Bali Bangkit bagikan 5000 masker di Bali secara gratis. Pembagian...

9 September 2020, 13:39 WIB

Babak Baru, Sidang Lanjutan Almarhum Frans BS dengan I Made Sumantra

Denpasar – Babak baru sidang lanjutan sengketa lahan antara almarhum Frans Bambang Siswanto (Frans BS)...

I Made Sumantra (kanan) didampingi kuasa hukumnya, I Wayan

8 September 2020, 18:32 WIB

Usung Misi Mengajegkan Tanah Bali dan Adat Istiadat Nusantara, Keris Bali Diresmikan

Klungkung – Hadir dengan membawa semangat mengajegkan tanah Bali, Yayasan Kesatria Keris Bali (Keris Bali)...

Peresmian Yayasan Kesatria Keris Bali.

6 September 2020, 17:54 WIB

Diputus MA Dipasang Plang, BPD Bali Diduga Serobot Lahan Warga

Denpasar – Mengantongi putusan Mahkamah Agung (MA) No.2234K/DPT/2017 pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mengklaim...

Plang BPD Bali di atas tanah yang ada  di Jalan Gadung, Denpasar Timur.

6 September 2020, 16:35 WIB

loading...