Rabu, 24 Juni 2020 - 17:57 WIB

New Normal Solusi Cerdas Hadapi Pandemi Covid-19

Oleh : Zulkarnain

Dunia memang tidak seperti dulu, ketika kerumunan adalah hal yang biasa. Antrean tiket di terminal seakan menjadi pemandangan umum menjelang lebaran. Namun pandemi covid-19 rupanya merubah semuanya. Suka tidak suka kita harus tetap melanjutkan kehidupan, tentunya dengan tetap berpikir positif dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Peneraman kehidupan normal baru atau new normal adalah suatu keniscayaan yang sudah sepatutnya disambut oleh masyarakat. Tentu saja penerapan ini harus memenuhi syarat mutlak seperti kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat dan menurunnya angka positif corona.

New Normal bukan berarti menjadikan kita bebas berkeliaran tanpa protokol kesehatan. Justru New Normal bertujuan untuk menjamin masyarakat agar tetap aman selama bekerja ataupun beraktifitas di luar ruangan.

Karena bagaimanapun juga tidak ada pilihan lain selain New Normal diterapkan. Roda ekonomi harus tetap berputar, jasa pelayanan ekspedisi juga harus tetap mengirimkan barang, para buruh juga harus tetap bekerja demi anak dan istri di rumah.

Pengalaman masa lalu semestinya menjadi pembelajaran agar kita dapat mematuhi protokol kesehatan. Karena ketidakpatuhan seperti pengabaian terhadap social distancing merupakan awal dari terjangkitnya covid-19. Tentunya kita tidak ingin kesengsaraan ini berlanjut lebih lama.

Masyarakat juga tidak bisa berlama-lama terkurung dengan beragam ketidakpastian. Saat ini yang dibutuhkan adalah sikap gotong royong untuk bersama-sama dan beriringan untuk bangkit dari pandemi covid-19.

Jika direfleksikan lebih dalam, kehidupan new normal rupanya mengingatkan dan mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bergotong-royong membantu sesama. Sikap ini tentu menjadi salah satu kunci sukses dalam menghadapi wabah virus corona.
Kedisiplinan masyarakat merupakan unsur penting agar penerapan new normal bisa menjadi katup penyelamat di masa pandemi covid-19.

Pemberlukan fase new normal juga disertai dengan berbagai pertimbangan epidemiologi dan kesiapan layanan kesehatan dalam menghadapi lonjakan kasus jika hal tersebut terjadi.

Sebelum memasuki era new normal tentu saja ada beberapa perubahan perilaku yang harus kita pahami. Salah satunya adalah perilaku hidup bersih yakni dengan tetap mencuci tangan sebelum maupun sesudah memasuki fasilitas umum.

Pemilik usaha tentu saja harus bisa menyediakan fasilitas cuci tangan untuk masyarakat umum. Terutama untuk toko, pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan dan lain sebagainya. Selain itu edukasi terkait dengan 6 langkah cuci tangan juga perlu digalakkan, sehingga peningkatan pengetahuan masyarakat terkait cuci tangan juga mampu meningkatkan proteksi masyarakat terhadap paparan virus corona.

Presiden RI Joko Widodo sebelumnya telah memaparkan arti dari new normal melalui video conference. Menurut Jokowi, New Normal adalah cara hidup manusia yang berubah setelah adanya covid-19. Hal ini mutlak karena manusia harus mau menyesuaikan diri supaya tidak tertular virus corona. Apalagi hingga saat ini vaksin virus corona belum ditemukan.

Mantan walikota Surakarta tersebut juga menambahkan, New Normal bisa diartikan sebagai ajakan untuk kembali produktif dengan melakukan berbagai aktifitas tapi dengan menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi virus corona.

Pada kesempatan berbeda, Menko PMK Muhadjir Effendy juga menjelaskan definisi new normal. Menurutnya, new normal adalah pengutamaan protokol kesehatan saat melakukan berbagai aktifitas di luar rumah.

Menurut Muhadjir, new normal akan berbeda sekali dengan kebiasaan yang dilakukan sebelum wabah corona melanda. Misalnya seperti kebiasaan menggunakan masker saat keluar rumah, atau kebiasaan mencuci tangan ketika memasuki fasilitas umum.

Ia juga menjelaskan, bahwa pemerintah tengah menyiapkan berbagai protokol new normal saat PSBB dilonggarkan nanti. Menurutnya, protokol akan dibuat di berbagai sektor. Sehingga masyarakat memiliki rujukan dalam beraktifitas dan tidak bertindak seperti kemauannya sendiri.

Hal berbeda diungkapkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, ia mengatakan bahwa new normal merupakan standar baru di sektor industri. Standar baru tersebut merujuk pada protokol pencegahan virus corona.

Ia juga mengatakan, pemerintah saat ini masih mengkaji sektor mana saja yang akan dibuka paling awal dan akhir.
New Normal adalah sebuah keniscayaan, perekonomian secara nasional harus tetap berputar, namun dalam penerapannya kita tidak boleh abai terhadap kemungkinan penularan covid-19.

Penulis adalah mahasiswa IAIN Kendari

Artikel ini telah dibaca 191 kali

loading...
Baca Lainnya

Kabaharkam Polri Dampingi Wakapolri Pantau Lalin Jelang Libur Panjang

JAKARTA – Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, mendampingi Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono,...

28 Oktober 2020, 01:27 WIB

SIG Pasok Beton Untuk Konstruksi Lantai Industri

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usahanya PT Pendawa Lestari Perkasa...

27 Oktober 2020, 23:55 WIB

UU Cipta Kerja Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja

Oleh : Edi Jatmiko DPR telah mengesahkan UU Cipta Kerja sebagai solusi mengatasi hiper regulasi....

27 Oktober 2020, 23:47 WIB

Mendukung Penanganan Covid dengan Disiplin Belajar Dari Rumah

Oleh : Dodik PRasetyo Kita sudah berada di masa pandemi selama lebih dari 6 bulan...

27 Oktober 2020, 23:40 WIB

Vaksin Apa Saja yang Cocok Untuk Orang Dewasa?

Semakin beranjak dewasa, sistem kekebalan tubuh manusia akan lebih optimal. Namun, jika gaya hidup Anda...

27 Oktober 2020, 17:00 WIB

UU Cipta Kerja Mudahkan Penyerapan Tenaga Kerja

Oleh : Hanafi Putra Banyaknya pengangguran adalah permasalahan terbesar di Indonesia. Untuk mengatasinya, maka pemerintah...

27 Oktober 2020, 09:57 WIB

loading...