Kamis, 25 Juni 2020 - 19:06 WIB

Indonesia Tidak Akan Menjadi Hotspot Covid-19

Oleh : Dodik Prasetyo

Ketika masih berada dalam masa pandemi, tiba-tiba Indonesia diserang oleh sebuah media di Australia. Mereka menuduh bahwa pemerintah telah gagal mengatasi keganasan corona. Bahkan menjadi negara yang jadi hotspot Covid-19. Tuduhan ini tentu sangat menohok, karena tidak berdasarkan fakta, dan malah merenggangkan hubungan antar kedua negara.

Corona memang belum pergi dari Indonesia. Pemerintah sudah berusaha mengendalikannya dengan beberapa program seperti stay at home dan physical distancing. Namun virus covid-19 masih memakan korban jiwa. Terlebih, penyakit ini belum ada vaksinnya.

Di tengah situasi genting ini, tak ada angin tak ada hujan, media Australia tiba-tiba menunjuk Indonesia sebagai hotspot Covid-19. Penyebabnya karena jika dibandingkan dengan negara lain, jumlah pasien masih ada.

Kebijakan untuk memasuki era new normal juga dikiritik oleh mereka. Padahal pemerintah tentu sudah mempertimbangkan masak-masak untuk memberlakukan kehidupan normal baru, agar roda ekonomi kembali bergulir.
Media Australia itu seakan lupa bahwa pemerintah Indonesia sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi virus covid-19.

Selain harus stay at home dan work from home di awal pandemi, tempat-tempat umum juga banyak yang ditutup. Penyebabnya karena di sana rawan terjadi penyebaran penyakit corona. Setiap orang juga wajib memakai masker atau face shield, rajin cuci tangan, dan menjaga imunitas tubuh. Juga ada pembagian masker gratis bagi warga.

Jika ada tuduhan hotspot, maka itu tidak benar. Karena seakan-akan pemerintah mengabaikan penyakit corona dan membiarkan rakyatnya meninggal begitu saja. Padahal sudah dibangun Rumah Sakit untuk mengatasi para pasien, termasuk mengubah Wisma Atlet jadi tempat perawatan. Jumlah pasien covid-19 bertambah karena memang tes spesimen lebih digalakkan dan ditambah frekuensinya.

Para tenaga kesehatan juga diberi tempat menginap yang sangat layak, agar bisa fokus bekerja tanpa harus takut menulari keluarganya. Mereka juga diberi intensif yang nominalnya cukup tinggi. Pemerintah menghargai kerja keras mereka yan tak kenal lelah memerangi covid-19.

Indonesia juga tidak mungkin jadi hotspot corona dan menularkannya kepada warga negara asing (termasuk Australia), karena penerbangan internasional ditutup. Jadi tidak ada penularan penyakit, karena memang orang Indonesia tidak bisa bepergian ke luar negeri.

jika ada tuduhan hotspot maka sangat salah, karena kesannya orang Indonesia jadi suka menularkan penyakit ke WNA. Padahal siapa sih yang suka jika terkena corona? Apalagi menularkannya kepada orang lain.

Sebaiknya pemerintah Australia memberi teguran kepada media, agar tidak seenaknya menuduh negara lain. Apalagi jika tidak berdasarkan fakta dan tuduhan itu muncul dari rumor belaka. Pemerintah Australia juga disarankan mengurusi negaranya sendiri dan tidak ikut campur ke urusan negara lain. Karena beda negara beda kebijakan, dan jika turut campur ke kasus covid-19 di Indonesia berarti tidak menghargai presidennya.

Daripada energi pemerintah Australia habis untuk nyinyir dan ingin mengatur-atur kebijakan negara lain, lebih baik fokus pada penanganan pasien covid-19 di negrinya sendiri. Bukankah lebih baik mencari cara agar jumlah pasien berkurang dan mendorong para peneliti dan ilmuwan untuk menemukan vaksin corona? Daripada menyindir setiap saat.

Apakah pemerintah Australia lupa jika sedang mengatasi problem dari suku Aborigin? Penduduk asli di Benua tersebut menuntut persamaan hak dan juga fasilitas lain dari pemerintah, karena merasa dianaktirikan. Jadi daripada mengurusi negara lain, lebih baik mengatur rakyat di negara sendiri, karena lebih bermanfaat.

Tuduhan dari pemerintah Australia jika Indonesia adalah negar hotspot corona salah besar. Indonesia juga tidak gagal dalam mengatasi virus covid-19, karena terbukti lebih banyak pasien yang sembuh daripada meninggal dunia. Jangan asal tuduh begitu saja.

Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI).

Artikel ini telah dibaca 196 kali

loading...
Baca Lainnya

Rizieq Shihab Harus Ikuti Protokol Kesehatan

Oleh : Zakaria Rizieq Shihab dikabarkan pernah dirawat di sebuah RS swasta di Bogor. Desas-desus...

1 Desember 2020, 00:58 WIB

Aksi Keji KKB Papua Jelang 1 Desember Melanggar HAM

Oleh : Sabby Kosay Terjadi lagi peristiwa berdarah yang membawa korban di Papua. Sebanyak 3...

1 Desember 2020, 00:38 WIB

SIG dan KAI Jalin Kerja Sama Optimalisasi Angkutan Semen

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Kereta...

30 November 2020, 19:33 WIB

UU Cipta Kerja Atasi Masalah Sektor Pertambangan

Oleh : Lisa Pamungkas Omnibus law UU Cipta Kerja tak hanya mengubah iklim ketenagakerjaan dan...

30 November 2020, 16:41 WIB

Bansos Terdampak Corona Berlanjut Hingga 2021

Oleh : Alfisyah Kumalasari Banyak masyarakat yang tertolong oleh bansos pemerintah, karena mendapatkan uang tunai...

30 November 2020, 14:26 WIB

UU Cipta Kerja Mendorong Kesejahteraan Rakyat

Oleh : Lisa Pamungkas Pemerintah berusaha membangkitkan kembali ekonomi Indonesia, dengan meresmikan UU Cipta Kerja....

29 November 2020, 17:21 WIB

loading...