Jumat, 26 Juni 2020 - 00:25 WIB

Terkait Program Seribu Hafiz, Julianto Pane: Tidak ada Soal Penandatanganan Kesepakatan

Gayo Lues-Terkait Program Karantina Seribu Hafiz yang menelan anggaran 12,5 miliar, di Dinas Syariat Islam Gayo Lues, pemimpin pesantren Ruhul A’zam, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, saat dikonfirmasi wartawan menyampaikan tidak ada soal penandatangan kesepakatan dengan pihak pelaksana, atas program kegiatan karantina Hafiz di pesantren yang beliau pimpin.

“Tidak ada penanda tanganan dengan pihak ketiga. Kita percaya sama mereka, karena saling kenal,” tandas Julianto Pane, saat dikonfirmasi wartawan di kediamannya, Kamis (25/06/2020).

Sebelum menjawab lebih jauh terkait pertanyaan wartawan, ustaz Jualinto Pane atau juga dikenal dengan Syeh Sultan Muda ini, menyampaikan terimakasih kepada Pemda Gayo Lues, dimana kata beliau Perogram Seribu Hafiz tersebut sangat mendapat apresiasi dari masyarakat dan sangat bermanfaat bagi generasi Gayo Lues.

Dimana didalam program tersebut Pesantren Ruhul A’zam termasuk didalamnya. Di pesantren tersebut terdapat sebanyak 372 santri dan 15 orang guru yang yang ditanggung pemerintah pada program yang dilaksanakan saat itu. Meski saat itu dirinya tidak tahu soal anggaran yang digunakan pemerintah dari mana, yang dia tahu hanya dari Dinas Syariat Islam.

Awal mula perogram tersebut, jelas pemimpin pesantren itu, terkait tata cara pelaksanaan kegiatan dan terjadinya kesepakatan dengan pihak pelaksana yang juga saat itu didampingi oleh orang-orang dari Dinas Syariat Islam.

“Jadi, mereka datang kemari dan mengkonfirmasi, pertama kesediaan anak-anak kita untuk ikut dalam kegiatan ini,” katanya.

Pertama, lanjut beliau, mereka bersedia asalkan program tersebut dilaksanakan di pesantren, dikarenakan jika kegiatan itu dilakukan diluar pesantren mereka khawatir terjadi sesuatu, dan beresiko pada mereka, apalagi anak-anak didik mereka dititipkan oleh orang tua mereka di pesantren tersebut.

“Kemudian, pada pelaksanaannya terjadi musyawarah tentang anggaran dana, namun pada saat itu kita tidak tahu angkanya berapa dalam pagu anggaran, itu kita memang betul-betul tidak tahu, yang kita tahu untum biaya makan saat itu hanya Rp.9.500,” katanya.

Julianto menjelaskan, sebab mereka meminta penyelenggaran karantina tersebut dilakukan di pesantren yang mereka pimpin, jika dilakukan diluar, mereka mengkawatirkan terjadinya keterlambatan waktu makan dan lain sebagainya, hingga penjadwalan kegiatan tidak berjalan dengan baik.

Sehingga, walaupun dengan anggaran Rp.9.500 tersebut, dalam sekali makan persantri, mereka bersedia apalagi ini demi kebaikan dan terlaksananya kegiatan itu.

“Santri diberi makan, dengan menu berpariasi, buah buahan dan snek,” tandasnya.

Namun disayangkan, pihak pesantren tidak mengetahui jumlah pagu anggaran, bahkan mereka baru mengetahui anggaran secara pasti saat sudah dilakukan pemanggilan oleh polisi.

“Pada saat proses pemanggilan, jelas dia, mereka meminta data-data pelaksanaan dan saat itu kemudian mereka menunjukkan Pangu anggaran yang sebenarnya, dan ada sedikit perbedaan. Mudah-mudahan Allah tolong menjadi berkah, bagi mereka yang menggunakannya,” katanya.

Adanya permasalahan tersebut, sebagai pimpinan pesantren, Julianto Pane merasa kaget, namun apabila ditanya soal keberatan, dirinya menyampaikan tidak keberatan, apalagi sejak awal sudah adanya kesepakatan walaupun tidak secara tertulis dan kegiatan sudah terlaksana.

Namun, jika saat itu mereka mengetahui jumlah anggaran biaya makan yang sebenarnya, tentu anggaran tersebut lebih berguna bagi kepentingan pesantren.

“Kita butuh kontrol bersana untuk kepentingan bersama membangun umat, kita tidak mau kejadian ini mencederai hafiz di Gayo Lues,” katanya.

Dengan pemberitaan media terutama Deliknews Julianto Pane berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan lebih cepat agar permasalahan ini tidak menjadi isu liar di masyarakat.

Dirinya juga berharap pihak penegak hukum bisa memberikan kontribusi dalam setiap penggunaan anggaran di Gayo Lues ini, karena nggaran bukan tentang hafiz saja.

“Makanya kami berharap, mudah mudahan orang yang berniat menodai kesucian program ini, Allah bukakan pintu hidayah kepada mereka, dan jikapun terjadi pelanggaran bisa ditegakkan oleh hukum, kemudian bisa dikembalikan kepada orang-orang yang berhak ataupun kepada negara, yang penting program hapiz berjalan lancar,” ucapnya.

“Kalau Allah mau kita mulia, Allah kasih seribu jalan untuk mulia, tapi kalau Allah mau hina, aib serapat apapun kita tutup akan dibuka oleh Allah. Mudah-mudahan ini menjadi berkah. Pertemuan ini juga dapat menjawab persoalan. Mudah-mudahan pihak terkait juga dengan taunya berita ini, baik Syariat Islam ataupun Bupati dapat meluruskan permasalahan ini, dan kami semua bisa lebih nyaman, karena ini juga ada sedikit tolak belakang, seolah-olah kami pihak pesantren ini melakukan penyelewengan, dengan adanya pemberitaan ini dapat diluruskan,” tutup Julianto Pane.(Ali Sadikin)

 

Artikel ini telah dibaca 211 kali

loading...
Baca Lainnya

Kapolda Sumbar Kembali Panen Raya Padi

Padang, – Panen raya padi dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali dilakukan oleh Kapolda Sumbar...

10 Juli 2020, 01:55 WIB

Puji Tuhan, Kantor Balai Desa Fafoe Kecamatan Malaka Barat Akan Dibangun

Malaka – Pemberitaan di salah satu media online lokal Malaka tentang desa Fafoe berjudul 15...

9 Juli 2020, 20:25 WIB

Pernah Jadi Danki Brimob Galus, Ini Sosok Kapolres Carlie

Gayo Lues-Pergantian Kepemimpinan ditubuh Polri merupakan hal yang biasa, dalam menunjang pelaksanaan tugas serta mengayomi...

9 Juli 2020, 16:45 WIB

BaraJP Gayo Lues Minta Dugaan Korupsi DSI dan Dugaan Kasus lainnya yang Ditangani Tipikor Polres Galus Dituntaskan

Deliknews-(Gayo Lues)-Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden(BaraJP) Norman Sembiring meminta semua kasus dugaan korupsi yang dilidik...

9 Juli 2020, 16:14 WIB

Dua Pesantren Jadi Sasaran Penyemprotan Disenfiktan

Satbrimob Polda Aceh, Kamis(09/07/2020) Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Aceh yang dipimpin oleh...

9 Juli 2020, 16:04 WIB

6.961 Personel Polda Sumbar Siap Amankan Pilkada Serentak

Padang, – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid humas) Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto,...

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto

8 Juli 2020, 22:11 WIB

loading...