Senin, 29 Juni 2020 - 05:51 WIB

BLC, Senjata Baru RI Hadapi Covid

Oleh : Zakaria

Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat terus bahu membahu menangani Covid-19. Kali Ini, Pemerintah meluncurkan sebuah sistem untuk mengetahui perkembangan Covid-19 yang dinamis, bernama Bersatu Lawan Covid-19 (BLC).

BLC menjadi senjata baru pemerintah dalam menangani kasus Covid-19 ini. Sistem ini merupakan sebuah navigasi yang memudahkan pemerintah dalam mengambil keputusan cepat saat terkait perkembangan Covid-19.

Melalui sistem informasi dan terintegrasi tersebut, pemerintah menegaskan kini telah memiliki data-data konkret sebelum mengeluarkan kebijakan. Data-data itu, akan digunakan sebagai senjata pemerintah dalam memerangi Covid-19. Dengan adanya sistem ini, masyarakat pun dapat dengan mudah mengetahui zonasi perkembangan Covid-19 di Wilayahnya masing-masing.

Covid-19 ini bukan sebuah virus biasa. Ia sudah mematahkan seluruh lini atau sektor kehidupan berbangsa. Oleh karena itu, untuk dapat melawannya harus dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, namun juga seluruh masyarakat.
Upaya pemerintah menghentikan penyebaran wabah patut diapresiasi, termasuk melalui BLS.

Sistem ini diyakini merupakan bagian dari deteksi dini agar Pemerintah cepat mengambil keputusan saat terjadinya perubahan penyebaran virus ini. Misal, ketika virus di suatu wilayah berada pada zona merah berganti menjadi zona hijau, pemerintah pun segera mengambil keputusan baru atau sebaliknya.

Lebih jelasnya, ketika ada masyarakat yang dinyatakan positif, atau dalam pengawasan dan lain sebagainya bisa diketahui melalui navigasi tersebut. Sehingga data-data yang ada di Kota, Kabupaten, serta Provinsi ini bisa diketahui dengan alat navigasi wilayah tersebut masuk dalam zona apa.

Seperti yang diutarakan oleh Presidan RI, Joko Widodo, mengenai beberapa cara agar Indonesia terbebas dari ancaman Covid-19 tanpa harus mengurungkan niatan berjalannya New Normal. Menurutnya, dengan sistem navigasi ini bisa mengetahui ada berapa kabupaten, provinsi, dan juga kota bisa diketahui berapa yang terjangkit, serta perpindahan zona dapat diketahui dengan mudah.

Kabar gembira ini bisa mendukung era New Normal berjalan dengan maksimal. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir lagi, karena keadaan Indonesia sekarang bisa semakin membaik.

Hanya saja, hal ini butuh dukungan penuh dari masyarakat agar bisa menekan angka positif menjadi lebih menurun.
Dengan berjalannya pemerintahan, mengambil kebijakan di setiap keadaan, memperbaiki seluruh sektor secara perlahan, akan membuat kondisi Indonesia semakin baik. Dukung New Normal dengan cara mentaati seluruh arahan keamanan dan menjalankan protokol kesehatan.

Malalui navigasi ini bisa diketahui ada banyak indikator apakah suatu wilayah sedang berada dalam zona aman atau malah merah. Namun untuk menggunakan alat tersebut, lebih efektif diamati setiap dua minggu sekali. Pasalnya, jika dilihat dalam perhari, indikator itu menunjukkan perubahan zona yang masih sulit untuk diprediksi.

Pengamatan tersebut, bisa dijadikan evaluasi oleh pemerintah yang menangani hal ini. Akan ada upaya terbaik, ketika sudah mengetahui apa yang terjadi di suatu wilayah tersebut.

Saat indikator epidemiologi menunjukkan angka merah ke kuning, dari kuning ke hijau, terjadinya penurunan yang sangat baik. Namun perlu masyarakat ketahui, untuk menunjukkan data yang lebih maksimal, penggunaan navigasi ini perlu diberikan jarak 2 minggu sekali.

Sehingga masyarakat masih perlu waspada dan tidak boleh keluar rumah saat tidak ada perlunya, guna mengurangi angka positif masyarakat yang tertular.

Adanya navigasi tersebut, menjadi patokan Pemerintah RI. Dengan adanya data tersebut, maka suatu wilayah bisa menerapkan kebijakan baru untuk mendukung adanya New Normal.

Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak perlu merasa berat dengan New Normal yang punya tujuan baik untuk memperbaiki semua sektor. Tetapi tindakan menjaga kesehatan di saat melaksanakan New Normal adalah bentuk rasa perduli dan mendukung berakhirnya Masa Pandemi Covid-19.

Penulis adalah warganet, tinggal di Bogor

Artikel ini telah dibaca 218 kali

loading...
Baca Lainnya

Kapolri Melalui Kabaharkam Terbitkan Surat Telegram Antisipasi Unras Langgar Prokes

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia menerbitkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3799/XII/OPS.2./2020 sebagai upaya menyikapi...

3 Desember 2020, 12:02 WIB

Disiplin Protokol Kesehatan dan Dukung Vaksinasi Nasional Sukseskan Pencegahan Covid-19

Oleh: Heru Rianto (Pegiat Literasi Komunikasi dan Blogger Kota Solo) Jumlah kasus aktif virus Corona...

2 Desember 2020, 22:24 WIB

UU Cipta Kerja Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

Oleh : Alfa Mayora Pemerintah sedang gencar memulihkan ekonomi nasional agar tak lagi terjebak dalam...

2 Desember 2020, 20:30 WIB

Masyarakat Adat Papua Menolak Separatisme

Oleh : Agustinus Mareo 1 Desember sering diperingati sebagai HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kelompok...

2 Desember 2020, 18:01 WIB

Masyarakat Mengecam Demo Rusuh Papua Merdeka

Oleh : Rebecca Marian Demo yang rusuh di Sorong dan Manokwari menggegerkan wilayah Bumi Cendrawasih...

2 Desember 2020, 11:28 WIB

Vaksin Sinovac Memenuhi Aspek Kehalalan

Oleh : Tasya Camila Vaksin corona sudah dinanti-nanti oleh masyarakat agar pandemi lekas berakhir. Mereka...

1 Desember 2020, 23:09 WIB

loading...