‌Bakar Sampah, Warga Panik Api Menyambar Tumpukan Ban Bekas

‌Banyuasin – Warga RT. 46 Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin mendadak menjadi gempar dan panik, lantaran melihat kobaran api dan asap hitam yang membakar tumpukan ban bekas di lingkungan mereka, Rabu (01/07)

‌Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dilapangan menyebutkan, kejadian berawal dari kegiatan warga yang membakar tumpukan sampah. Entah karena kencangnya hembusan angin membuat api cepat membesar dan tanpa diduga langsung menyambar tumpukan ban bekas dan tumpukan sampah plastik yang bersebelahan dengan sampah yang sedang dibakar warga.

‌Kepanikan warga bertambah kobaran api yang membesar itu menimbulkan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara. Menyadari kondisi yang tak terkendali, warga beramai ramai langsung berhamburan mencari sumber air untuk memadamkan api.

‌”Kami benar benar panik melihat api yang membesar. Kami takut api akan menjalar ke belakang yang merupakan lahan belukar. Karena itu tanpa dikomandoi, kami langsung beramai ramai menyiram api dengan air,” kata salah seorang warga yang dimintai keterangan dilapangan.

‌Sementara itu, Berlian ketua Rukun Tetangga (RT) 46 kelurahan Sukajadi kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin di saat dimintai komentarnya disela – sela pemadaman kobaran api mengatakan, dirinya meminta kepada warga dapat mengambil pelajaran dari insiden yang terjadi ini. Menurutnya, beruntung saat ini kobaran api bisa dijinakkan dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan harta benda.

‌”Saya berharap kepada warga khususnya di lingkungan RT. 46, untuk kedepannya dapat lebih berhati-hati lagi dalam membakar sampah. Sebab kejadian ini bukan tidak mungkin bisa menimbulkan tindakan pidana dan bisa dituntut secara hukum. Sesuai UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan Pasal 78 ayat 3 berisikan pelaku pembakaran hutan di kenakan sangsi kurungan 15 tahun penjara dan denda 5 milyar lalu pasal 68 ayat 4 berbunyi palaku pembakaran hutan sangsinya kurungan 5 tahun penjara dengan denda maksimal 1.5 milyar. Jadi saya berharap hal ini dapat menjadi pelaharan bagi warga,” ujar Berlian. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.