Selasa, 7 Juli 2020 - 08:01 WIB

I Ketut Purianta selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Provinsi Bali.

I Ketut Purianta selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Provinsi Bali.

Nelayan Bali Harus Selektif Memilih Mitra Exportir Benih Lobster

Denpasar – Bali diharapkan agar selektif memilih pengepul atau perusahaan exportir benih lobster alias benur. Pasalnya banyak perusahaan diberikan izin exportir belum tentu memiliki tempat penangkaran atau keramba memadai di wilayah penangkapan. Mengingat selain harus berhasil membesarkan benih lobster sebagian harus dilepas ke perairan laut setempat.

I Ketut Purianta selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Provinsi Bali mengatakan, sekitar 2 sampai 5 persen benih lobster ditangkap harus dibesarkan dulu. Dan nantinya, berdasarkan juknis dari Permen terbaru No 12 Tahun 2020 setelah bibit lobster besar, menjadi tanggung jawab perusahaan exportir untuk melepas kembali ke habitatnya semula.

“Itu nanti sekitar 2 persen harus dilepas ke perairan tempat penangkapan semula. Intinya perusahaan exportir paling tidak harus ada keramba atau bekerjasama dalam pembesaran,” terang Ketut Purianta di Denpasar, Senin (6/7).

Lebih lanjut dikatakan kelompok nelayan sebagai penangkap benih lobster sudah terbentuk boleh melakukan kemitraan dengan perusahaan exportir mana pun yang berizin. Namun Purianta mengingatkan agar nelayan lebih selektif supaya dikemudian hari tidak terjadi kerancuan regulasi.

“Ya, nelayan penangkap bibit lobster boleh bermitra dengan perusahaan manapun yang sudah punya ijin tapi harus selektif. Begitu juga nelayan penangkap bibit lobster kita atur dalam zona penangkapan tidak melewati wilayahnya. Kalau tidak diatur nanti kan ribut. Umpama nelayan Banyuwangi nanti menangkap di perairan Bali itu tidak boleh. Kalau ini dibiarkan justru menimbulkan keributan. Maka dari itu kita atur juga zona penangkapan,” tegas Purianta.

Sementara PT. Unity Samudra Indonesia (USI) diwakili Dwi H., sebagai salah satu perusahaan pembesaran Bibit Lobster pada keramba di Sumberkima Buleleng Bali mengaku sudah berhasil membesarkan bibit lobster. Hal ini disampaikan langsung saat audiensi ke kantor Dinas KP Provinsi Bali.

“Kami dari perusahaan PT. Unity Samudra Indonesia telah berhasil membesarkan Bibit Lobster di keramba Sumberkima. Dengan sistem sama seperti negara Vietnam. Ini hal menggembirakan bagi Bali khususnya dan Indonesia,”  ungkapnya.

“Kami juga menyarankan agar nelayan bali selektif dalam memilih mitra perusahaan. Pilihlah perusahaan yang memiliki lokasi pembudidayaan di Bali, karena dengan itu Benih Lobster yang ditangkap di Bali akan dikembalikan juga ke laut Bali. Sehingga keberlanjutan sumberdaya lobster akan terus berlanjut di laut Bali,” harap Dwi.

Artikel ini telah dibaca 869 kali

loading...
Baca Lainnya

KPU Nisel Gelar Sosialisasi PKPU Nomor 8 Tahun 2017

Nias Selatan, Deliknews.com – KPU Kabupaten Nias Selatan menggelar Sosialisasi Pendaftaran pemantau pemilihan, lembaga survei...

28 Oktober 2020, 19:11 WIB

Kapolresta Tangerang Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Ini

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mendorong generasi muda untuk senantiasa...

28 Oktober 2020, 19:02 WIB

Polres Majalengka Gelar FGD Tangkal Intoleransi, Radikalisme dan Anarkisme

MAJALENGKA –  Untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) serta menjalin koordinasi yang lebih baik...

28 Oktober 2020, 16:11 WIB

Pasangan HD-FIRMAN Kukuhkan Tim Pemenangan Kecamatan Lolomatua

Nas Selatan, Deliknews.com – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan Periode 2021-2024, nomor...

28 Oktober 2020, 15:01 WIB

Jajaran Polri Siap Dukung Simulasi Protokol Keamanan dan Keselamatan

JAKARTA  – Jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan siap mendukung pelaksanaan simulasi protokol kesehatan...

28 Oktober 2020, 01:18 WIB

Polresta Palangkaraya Berhasil Mengungkap Jaringan Narkoba Lapas Palangkaraya

Palangka Raya – Polresta Palangka Raya berhasil pengungkapan kasus narkotika dengan 8 tersangka dari jaringan...

26 Oktober 2020, 19:46 WIB

loading...