Sabtu, 11 Juli 2020 - 09:38 WIB

Mengapresiasi Temuan Vaksin Virus Corona Buatan Indonesia

Oleh : Alfisyah Kumalasari

Vaksin virus Covid-19 sudah ditemukan oleh ilmuwan Indonesia dan merupakan hasil kolaborasi dari perusahaan farmasi dan pihak lain. Rencananya, vaksin ini akan tersedia pertengahan tahun depan. Ini merupakan kabar gembira karena jadi harapan baru. Indonesia akan segera bebas Corona.

Dokter Reisa Broto Asmoro, anggota tim komunikasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjelaskan bahwa vaksin Corona akan dibuat secara massal. Vaksin ini bisa didapatkan mulai pertengahan 2021. Dokter Reisa menjelaskannya dalam konferensi pers via live streaming yang disiarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Penemuan vaksin dari virus Covid-19 adalah hasil kerjasama dari beberapa perusahaan farmasi besar di Indonesia. Untuk memproduksi serta mendistribusikan vaksin ini, maka perusahaan tersebut juga bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Kementrian Kesehatan, Kemenristek, Kementrian BUMN, LPNK, LBM Eijkman, dan juga Kementrian Luar Negeri.

Untuk dapat diproduksi besar-besaran, maka sebenarnya sebuah vaksin masih butuh 15 kali tahapan percobaan. Saat ini, vaksin masih dalam tahap percobaan ketujuh. Namun para ilmuwan optimis bahwa percobaan selanjutnya akan berhasil. Setelah itu tentu akan siap diberikan kepada pasien di banyak Rumah Sakit di seluruh Indonesia.

Mengapa produksi vaksin dilakukan di Indonesia? Menurut Ali Ghufron Mukti, Ketua Konsosrsium Riset dan Inovasi Covid-19, Indonesia juga sudah punya teknologi dan pengamanan. Juga biasa mengembangkan metode pembuatan vaksin. Selain itu ada pihak yang mau diajak bekerja sama sehingga tercipta kolaborasi internasional.

Vaksin diuji dan diproduksi di Indonesia karena karakteri virus Covid-19 di sini yang berbeda dari virus yang di luar negeri. Jadi dengan diadakan penelitian dan percobaan di negeri kita, vaksin ini bisa benar-benar ampuh untuk mengatasi virus di Indonesia. Jika penelitian diadakan di luar negeri, dikhawatirkan akan tidak tepat karena karakter virusnya berbeda.

Dengan diproduksi di Indonesia, maka akan ada kemandirian nasional pada akses vaksi. Jadi lebih aman dan efektif, tidak usah menunggu impor vaksin dari luar negeri. Ilmuwan Indonesia juga sudah mampu menciptakannya dan selalu didukung oleh kemenristek.

Rencananya vaksin ini akan diprioritaskan untuk mereka yang rentan tertular virus Covid-19. Misalnya orang yang berusia di atas 50 tahun (manula) dan anak-anak. Setelah itu baru diberikan kepada semua orang, agar Indonesia bisa bebas Corona.

Vaksin ini diperkirakan akan dijual seharga 75.000 rupiah sekali suntik. Harga ini tidak terlalu mahal, mengingat khasiatnya yang cukup besar. Satu orang wajib diberi vaksin dua kali agar benar-benar sehat dan tidak akan tertular virus Corona.

Penyuntikan vaksin ini juga harus dilakukan kepada semua orang termasuk kaum antivaks. Mereka harus mau agar nanti tercipta herd immunity. Jika mengelak maka bisa diberi sanksi atau peringatan bahwa nanti ketika mendaftar sekolah, anak-anaknya tidak bisa diterima. Karena tidak mengantongi kartu yang menunjukkan bahwa ia telah mendapat vaksin.

Kabar tentang penemuan vaksin Corona ini sangat menggembirakan, karena semua orang bisa bebas dari virus Covid-19. Namun kita tidak boleh lalai. Dokter Reisa juga menambahkan bahwa setiap orang masih harus mematuhi protokol kesehatan agar tidak tertular Corona. Seperti wajib pakai masker ketika berada di luar rumah, rajin cuci tangan, dan tetap menjaga jarak.

Adanya penemuan vaksin virus Covid-19 yang dilakukan oleh ilmuwan di Indonesia membuat semua orang bisa bernapas lega, karena punya harapan bisa bebas dari Corona. Vaksin ini wajib disuntikkan sampai 2 kali agar khasiatnya ampuh. Walau sudah ada vaksinnya, namun kita masih wajib menaati protokol kesehatan agar tidak tertular Corona.

Penulis aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Artikel ini telah dibaca 824 kali

loading...
Baca Lainnya

Program Ketahanan Pangan, Lahan Tidur Seluas 3 Hektare Ditanami Jagung Hibrida

TANGERANG – Lahan tidur seluas kurang lebih 3 hektare di Kampung Kongsi Desa Buniayu, Kecamatan...

15 Agustus 2020, 15:22 WIB

Sambangi PT ASA, Kapolsek Balaraja Tekankan Penerapan Prokes Covid-19

TANGERANG – Kapolsek Balaraja Kompol Teguh Kuslantoro menyambangi PT Adi Sukses Abadi (ASA) di Jalan...

15 Agustus 2020, 15:15 WIB

Turut Berduka, Kapolsek Kresek Takziah ke Rumah Warga Tersambar Petir

TANGERANG – Kapolsek Kresek AKP Suyana takziah ke rumah duka salah satu warga Kampung Babakan...

15 Agustus 2020, 14:56 WIB

Sat Lantas Polresta Tangerang Gelar Apel Siaga Antisipasi Kepadatan Long Weekend

TANGERANG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang Polda Banten menggelar apel siaga di Mapolresta...

15 Agustus 2020, 14:49 WIB

Peduli Pendidikan, SIG Bangun Fasilitas Sekolah di Pasuruan dan Bogor

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berkomitmen untuk mendorong peningkatan mutu sumber...

15 Agustus 2020, 13:42 WIB

Wartawan Deliknews Juara lll Lomba Jurnalistik BPK RI

BPKawan dalam rangka mewujudkan semangat Accountability for All, Biro Humas dan KSI BPK RI telah...

Darlin WM saat Vicon dengan BPK RI dari Kantor BPK Perwakilan Sumatera Barat di Kota Padang.

14 Agustus 2020, 08:23 WIB

loading...