Sabtu, 11 Juli 2020 - 03:38 WIB

New Normal Pulihkan Sektor Pariwisata⁰

Oleh : Andri Saputro

Dibukanya era new normal membuat pengusaha di bidang pariwisata gembira karena masyarakat boleh keluar rumah lagi setelah beberapa bulan stay at home. Mereka yang sudah jenuh lalu refreshing dengan mengunjungi tempat wisata dan bermalam di hotel. Pengusaha tempat rekreasi lega karena bisnisnya kembali berjalan dengan lancar.

Pandemi Covid-19 membuat pemilik hotel dan tempat rekreasi hanya bisa gigit jari, karena tingkat okupansi dan kunjungan yang turun drastis. Apalagi penginapan yang mengandalkan tamu asing, bisnisnya langsung otomatis jadi sepi karena tidak ada penerbangan dari luar negeri. Mereka jadi beralih ke usaha katering harian dan mengandalkan dapur hotel.

Saat fase new normal dimulai sebulan lalu, pemerintah mulai agak melonggarkan peraturan. Secara bertahap, sektor pariwisata boleh dibuka kembali, mulai september ini. Dimulai dari Bali, Riau, dan 3 daerah lain. Lantas di tempat wisata di kota lain juga boleh dibuka lagi. Hal ini juga didukung oleh transportasi karena kereta api dan pesawat boleh dijalankan lagi.

Dibukanya sektor pariwisata ini tentu dengan banyak persyaratan. Tempat rekreasi dan penginapan harus mengikuti protokol kesehatan. Karyawan wajib pakai masker atau face shield, disediakan wadah cuci tangan, serta ada jumlah maksimal pengunjung untuk menaati aturan jaga jarak.

Di dalam hotel, penyemprotan dengan disinfektan juga dilakukan, terutama di lobi, pegangan pintu, lift, dan eskalator. Karena merupakan area yang sering disentuh oleh banyak orang. Makan pagi yang disediakan hotel juga diantar ke kamar pengunjung, agar mematuhi aturan jaga jarak.

Agar aman dari penularan corona melalui uang kertas, maka pembayaran harus memakai cashless alias melalui transfer, kartu kredit, atau dompet digital. Jadi sebelum berangkat ke tempat wisata, pastikan Anda sudah mengisi saldo uang virtual. Agar tidak repot untuk mencari ATM. Pengunjung juga wajib diperiksa suhu badannya, maksimal 38 derajat celcius.

Ketika sektor pariwisata dibuka maka diperkirakan akan ramai kembali karena masyarakat sudah rindu ingin berjalan-jalan. Pengusaha di bidang tour and travel juga bisa merasa lega karena mendapatkan pesanan lagi dari turis lokal. Namun hal ini jangan membuat mereka lalai, karena masih harus mematuhi aturan physical distancing dan protokol kesehatan lain.

Jadi ketika ada paket tour bisa disesuaikan dengan aturan. Misalnya jika di dalam 1 bus bisa berisi 30 orang, maka diatur agar isinya maksimal 15 orang saja. Paket tour juga bisa memberikan bonus masker dan face shield gratis untuk pesertanya. Di dalam bus dan tempat wisata juga harus dipastikan higienis agar peserta merasa aman dan tidak tertular corona.

Jika Anda masih takut untuk berwisata ke tempat umum, misalnya ke pantai atau danau, maka datanglah saat keadaan sepi. Misalnya pagi-pagi sekali atau di kala senja. Hal itu untuk mengantisipasi pengunjung yang ternyata membludak dan mereka juga bandel karena tidak memakai masker. Seusai berwisata juga langsung mandi dan berganti baju agar tetap aman.

Saat berwisata, bawa juga perlengkapan tambahan di dalam tas seperti hand sanitizer, masker cadangan, dan tisu basah. Bawa juga makanan dan minuman dari rumah agar lebih terjaga kebersihannya. Anda juga tidak repot mencari di mana letak warung atau restoran saat jam makan siang. Jangan sampai traveling malah jadi bencana karena tertular corona.
Berwisata di era new normal boleh-boleh saja tapi patuhi protokol kesehatan.

Pengusaha di bidang pariwisata juga wajib menjaga higienitas di tempat wisata dan karyawannya selalu pakai masker. Jumlah pengunjung juga masih dibatasi agar menaati aturan jaga jarak. Selamat traveling dengan aman dan jaga kebersihan agar selalu aman dari corona.

Penulis adalah anggota ikatan Mahasiswa Gunung Kidul

Artikel ini telah dibaca 797 kali

loading...
Baca Lainnya

Ini Kata PLN UID Bali Terkait Kabel Semrawut dan Pekerja Kesetrum di Kuta

Denpasar – Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Made Arya mengatakan, bukan...

Foto: Logo PLN

23 Januari 2021, 19:32 WIB

Stok Langka, Harga Daging Babi Meroket

SINGARAJA — Harga daging babi di pasaran meroket. Melambungnya harga daging babi itu, dipicu oleh...

Keterangan Foto :


Foto: Bibit Babi jenis Landrace yang diternak oleh sejumlah masyarakat di Buleleng. 

23 Januari 2021, 14:57 WIB

Menteri KKP : Harapan Kita Menjadi Produsen Ekspor Lobster Terbesar di Dunia

Bali – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono optimis Indonesia menjadi pengekspor lobster...

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono didampingi Sekjen KKP Antam Novambar, Bupati Buleleng, Ketua GPLI dan Sekjen GPLI saat melihat Lobster hasil panen anggota GPLI di Sumberkima, Bali.

23 Januari 2021, 12:29 WIB

Longsor Pepelah, Warga Minta Direlokasi

Gayo Lues, Delik News– Sebanyak 40 kepala Keluarga,Masyarakat Desa Pepelah kec pining kabupaten Gayo lues...

23 Januari 2021, 08:49 WIB

Kondisi Jalan Putus, Ipamatra minta Pemda Galus Perhatikan Akses Jalan Padang-Terangun

Gayo Lues- Meski sudah berulang kali menyampaikan keluhan jalan lintas Padang-Terangun tersebut kepada Pemda Kabupaten...

22 Januari 2021, 22:44 WIB

Polres Galus Ungkap Tiga Kasus Norkotika di Tempat Berbeda

Gayo lues- Deliknews- Polres Gayo Lues berhasil mengungkap tiga kasus narkotika jenis ganja dan sabu...

22 Januari 2021, 21:58 WIB

loading...