Selasa, 14 Juli 2020 - 01:14 WIB

Inspektorat Malaka Periksa Kades Naas Terkait Laporan Dugaan Penyelewengan Dana Desa Dari Masyarakat

Malaka – Warga masyarakat Desa Naas, Kecamatan Malaka Barat melaporkan dugaan penyelewengan anggaran 2018-2019 oleh mantan kepala Desa Naas ke Inspektorat Kabupaten Malaka. Inspektorat Malaka sementara ini masih dalam proses periksaan mantan Kades Naas

Aduan masyarakat Desa Naas kecamatan Malaka Barat terkait dugaan penyelewengan dana pembangunan di desa Naas sebesar ratusan juta rupiah yang dilakukan oleh mantan Kapala desa Naas, Arnoldus Seran semasa menjabat sebagai Kepala Desa Naas.

Salah satu tokoh masyarakat desa Naas, Emanuel Lopo saat ditemui deliknews, Senin (13/7) di Maktihan mengatakan, Inspektorat Kabupaten Malaka tidak boleh tinggal diam dengan aduan dari masyarakat Desa Naas.

“Saya mengharapkan agar Inspektorat dapat menegakkan hukum sesuai koridor aturan yang berlaku,” pinta Emanuel.

Di tempat berbeda, salah satu warga dusun Koreknor B desa Naas, Antonius Bria Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Malaka (Immala) menyampaikan pada deliknews, Senin (13/7) dirumahnya, atas temuan dari masyarakat dugaan terkait pembelanjaan barang tidak sesuai dengan RAB tahun 2018-2019. Setelah ditelusuri temuan tersebut ditemukan dugaan penyimpangan dana sebesar Rp. 390. 397.000.

“Penyelewengan anggaran yang diduga kuat masyarakat terhadap mantan Kepala Desa Naas, Arnoldus Seran. Adanya dugaan kuat, maka dari warga bersikap untuk menelusuri penggunaan anggarannya tersebut. Hasil penelusuran jadi tenemuan pembelanjaan diduga tidak sesuai RAB yang ada.

Mantan Kepala Desa Naas Arnoldol Seran yang dihubungi secara terpisah, mengaku belum bisa memberikan statemen kepada media.

“Saya belum bisa memberikan klarifikasi, karena saya sementara diperiksa oleh pihak Inspektorat,” kata Arnol Seran.

Kepala Inspektorat Kabupaten Malaka, Agustinus. R. Leki. S.Kom saat di klarifikasi sama deliknews, Senin (13/7) diruang kerjanya, membenarkan informasi pemeriksaan mantan Kades Naas terkait dugaan penyelewengan dana pembangunan desa yang dilaporkan oleh warga masyarakat.

“Kita sudah panggil dan sementara masih dalam taraf pemeriksaan. Setelah pemeriksaan, hasil auditnya diteruskan ke Bupati melalui BPMD. Inspektorat selaku badan pengawas hanya bertindak mengawasi pengelolaan keuangan dan pembangunan,” jelas Remi Leki.

Apabila dalam audit ada temuan, pihaknya hanya melakukan pembinaan. Pemeriksaan itu ada tahapan dan mekanismenya, itupun kalau benar- benar terbukti, pungkasnya. (Dami Atok)

Artikel ini telah dibaca 1268 kali

loading...
Baca Lainnya

Kapolres Majalengka Bahas Sinergitas Penanganan Pemulasaraan Jenazah

MAJALENGKA – Polres Majalengka menyiagakan puluhan petugas pemulasaran dan pemakaman jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 untuk...

24 November 2020, 13:15 WIB

Kapolsek Balaraja Ajak Tokoh Agama Dorong Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

TANGERANG – Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) 3 Pilar dengan...

23 November 2020, 20:28 WIB

Panen Ikan Hasil Pemanfaatan Lahan, Kapolresta Tangerang Bagikan Lele

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memanen ratusan ekor ikan lele...

23 November 2020, 20:21 WIB

Sanksi Pembatalan Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Bagi Yang Terlambat Menyampaikan LPPDK

Sanksi Pembatalan Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Nias Selatan yang terlambat menyampaikan Nias Selatan, deliknews.com...

23 November 2020, 18:11 WIB

Polres Majalengka Bersinergis Bersama TNI, BPBD, Tagana Bantu Bencana Longsor

MAJALENGKA – Tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka menyebabkan tanah...

23 November 2020, 17:31 WIB

Ditinggal Pesawat, Konsumen Mengadu ke Presiden

Padang, – Salah satu konsumen dari anak perusahaan Garuda Indonesia Citilink, Ahmad Husein merasa dirugikan...

23 November 2020, 12:02 WIB

loading...