Rabu, 15 Juli 2020 - 21:18 WIB

Perangi Narkoba, Kalapas Kelas IIA Sumbawa Pastikan Warga Binaan Steril Dari Hp

Sumbawa – M.Fadli, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kabupaten Sumbawa menegaskan, akan melakukan tindakan tegas untuk menghentikan peredaran gelap narkoba di dalam Lapas. Agar tidak menimbulkan kesan di Lapas sebagai tempat pembiaran peredaran narkoba.

Untuk mengantisipasi peredaran narkoba di warga binaan Lapas kelas IIA Sumbawa, M.Fadli, Kapala Lembaga Pemasyarakatan kls IIA Sumbawa menggelar Media Gathering pukul 10.00 wita bersama para jurnalis di aula Lapas Sumbawa kls IIA, Rabu (15/07).

“Kita sedang perang melawan narkoba. Melakukan pendekatan, deteksi dini, penelitian, menjaring semua untuk bisa meminimalisir. Agar Lapas sumbawa tidak kesannya sebagai tempat untuk pembiaran, kami sangat tidak setuju,” ujar M. Fadli.

Bahkan saat ini, pihak Lapas mengambil tindakan tegas terhadap warga binaan yang diketahui memiliki handphone. Sebab melalui handphone, diketahui terjadi potensi peredaran gelap narkoba di luar Lapas.

Lanjutnya, kami tidak main-main. Jangankan shabu-shabu, yang kedapatan handphone pun saat ini masih ada di sel. Karena memang sumbernya dari handpohone. Ia tidak mengedarkan disini, tapi diluar, barangnya sampai ber-gram-gram. Pada saat ketangkap, ternyata dari dalam sumbernya dari sini. Bandar narkoba level tinggi akan dikirim ke Nusa Kambangan atau Lapas khusus narkoba super maksimum security.

Masih menurutnya, pesan Dirjen pemasyarakatan kemarin, kalau ada bandar dengan level tinggi maupun petugas kita terlibat sekalipun akan dikirim ke Nusa Kambangan. Karena disana sudah ada lapas khusus dengan super maksimum security, sebagai bahan untuk introspeksi, supaya kapok. Kita pun tidak mau, tidak ada satupun petugas kami yang menjadi bagian dari peredaran gelap narkotika. Kalaupun ada, itu ulah oknum-oknum yang harus segera kami tindaklanjuti.

Sambung Kalapas, ia berencana, agar setiap warga binaan baru, dilakukan tes urine sebelum bergabung dengan warga binaan lainnya.

“Apabila ada dukungan, setiap tahanan baru masuk kami akan lakukan tes urine. Karena itu wujud nyata kami petugas Lapas untuk tidak mau terlibat dalam peredaran gelap narkotika. Kita tidak mau ada sumber penyakit baru yang akan mencemari 402 orang disini. Inilah tantangan terbesar kami dan lapas Sumbawa hingga saat saat di test urine nol narkoba,”pungkasnya.(Herman)

 

Artikel ini telah dibaca 686 kali

loading...
Baca Lainnya

FPTI Bartim Lakukan Penggalangan Dana untuk Korban Bencana Banjir Kalsel

Barito Timur, Kalteng, Deliknews – Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Barito Timur (Bartim)...

17 Januari 2021, 15:47 WIB

Polri Ambil Langkah Cepat Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera mengambil langkah cepat sebagai antisipasi melonjaknya jumlah...

16 Januari 2021, 23:56 WIB

Laksanakan Operasi Yustisi, Polsek Kresek dan Muspika Tegur 7 Pelanggar

TANGERANG – Jajaran Polsek Kresek Polresta Tangerang Polda Banten bersama Muspika Kecamatan Kresek kembali melaksanakan...

16 Januari 2021, 22:39 WIB

Laksanakan Operasi Yustisi, Polsek Kresek dan Muspika Bagikan Masker ke Warga

TANGERANG – Polsek Kresek Polresta Tangerang Polda Banten bersama jajaran Kecamatan Kresek dan Koramil Kresek...

16 Januari 2021, 22:23 WIB

Polsek Cisoka Edukasi Komunitas Jaro Soal Protokol Kesehatan

TANGERANG – Jajaran Polsek Cisoka Polresta Tangerang Polda Banten menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh)...

16 Januari 2021, 22:17 WIB

Tim Tindak PPKM gabungan Tiga Pilar Polresta Tangerang Laksanakan Patroli Hunting

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten bersama Kodim 0510 Tigaraksa, dan Satpol PP Kabupaten...

16 Januari 2021, 22:00 WIB

loading...