Minggu, 19 Juli 2020 - 22:52 WIB

Kades Motaain Sebagai Pelopor Petani Tambak Ikan Bandeng di Kabupaten Malaka

Malaka – Kepala desa Motaain kecamatan Malaka Barat, Slomon Leki mulai tahun 2017 lalu sudah memulai mengembangkan perokonomian masyarakat desa Motaain yang lemah melalui membuka tambak ikan bandeng di lahan tandus sebanyak 67 bidang tambak. Pengembangan tambak di desa Motaain mengunakan dana desa sebesar Rp. 700.000.000, dalam 3 tahun Anggaran.

Keberadaan desa Motaain yang berada di pesisir pantai Motadikin kecamatan Malaka Barat mempunyai potensi alam yang belum di optimalkan oleh warga desa Motaain. Dengan kepemimpinan sosok Kepala Desa Slomon Leki ingin mengembangkan potensi lahan melalui tambak ikan bandeng.

Dibalik sosok yang sederhana ini ternyata Kepala Desa Motaain, Slomon Leki seorang pekerja keras.
Slomon Leki mengawali membuka lahan tambak ikan bandeng pertama kali di desa Motaain pada tahun 2017 lalu. Dengan kegigihan dan keuletan sosok Slomon Leki akhirnya terpilih menjadi Kepala Desa Motaain di Pilkades 2017 lalu.

Dengan kesederhanaannya Kades Motaain, Slomon Leki ini mengajak warga desanya untuk membuat tambak ikan bandeng di lahan yang tandus tidak bisa di tanami oleh tanaman yang bernilai ekonomis. Dengan kesabaran dan ke uletan Slomon Leki menekuni tambak ikan bandeng semenjak 2017 lalu sekalian memberi contoh pada warganya. Alhasil sekarang keberadaan tambak sudah berkembang pesat mencapai 67 lahan tambak. Masing-masing keluarga memilik satu bidang tambak dengan ukuran luasnya 50×50 m.

Kepala desa Motaain, Slomon Leki pada deliknews, Minggu 19/7/2020 dirumahnya, mengatakan pembangun tambak ikan bandeng pada masyarakat itu, berdasarkan program yang saya tuangkan dalam Visi- Misi untuk mengembangan pertumbhan Ekonomi masyarakat lemah dengan penghasilan jual Ikan tambak.

“Program tambak yang saya programkan: pertama, hasil tambak berupa ikan dijual setiap saat dipesan oleh Konsumen. Kedua, pembeli Ikan itu, sudah pasti dari semua pihak bisa membeli. Ketiga, masyarakat tidak mengalami kesulitan ikan diwilayah sekitarnya” Ungkap Slomon Leki.

Lanjutnya, dari hasil ikan menunjukan perobahan pada masyarakat dari tindak mampu menjadi meningkat dengan indikasi bisa menabung dan bisa memenuhi kebutuhan biaya hidup sehari- hari. Kemudian bisa membiayai anak-anaknya sekolah dijenjang pendidikan yang lebih tinggi yang sesuai dengan kebutuhan anaknya.

Selain itu, keberadaan tambak ikan bandeng bagi warga desa Motaain memiliki standar penghasilan yang sudah pasti didalam rumah tangga walapun sedikit, tetapi sudah jelas menyambung untuk kebutuhan keperluan sehari- harinya.

“Tujuan dari pembangun tambak ikan bandeng di desa Motaain ini kedepan menjadi tujuan Tambak Wisata. Dengan begitu akan menjadi tujuan pecinta (Hoby) memancing akan mendatangi desa Motaain untuk memancing di tambak ikan bandeng. Sehingga membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan dipesisir pantai itu bisa membuka usaha dengan menjual makanan maupun dari hasil pertanian pada pengunjung tambak ikan” Pungkas Slomon Leki

Di tempat yang berbeda, Herman Nahak menyampaikan pada deliknews, Minggu 19/7/2020, saya awalnya mengikuti jejak pak Slomon Leki sebelum jadi Kades sudah membuka tambak. Sekarang baru bisa merasakan manfaatnya dari tambak, sesungguhnya sangat membantu masyarakat kecil secara perekonomian.

“Tidak terlalepas dari hasil penjualan ikan, saya mengambil salah satu contoh yaitu: ketika lepaskan nener dengan jumlah 2000 ekor,  menjelang 1 bulan sudah bisa kita menjual ikan bila kita membutuhkan uang. Walaupun penjualan tidak serentak dan jumlah ikan 5 atau 7 ekor saja, tetapi  satu hari kita jual 1 kg, sudah mendapatkan uangnya sebesar. Rp.50.000” Ujar Herman Nahak

Lanjutnya, dari 2000 Ikan bandeng yang kita lepas bisa menghasilkan uang antara 3 juta sampai 4 juta. Itupun kembali pada makanan Ikan. kenapa saya katakan kembali pada makan ikan? Sebab adanya keterbatasan modal yang kita miliki. Kalau memberikan untuk ikan tidak mampu membeli pelet maka saya menggunakan jagung Mol. Sehingga pertubuhan Ikan pun lama. Dalam hal pertumbuhan ikan mencapai 5 atau 6 bulan.

Masih menurutnya, untuk beli pakan pelet Hamin 1 perkurung seberat 50 kg seharga Rp.280.000 sedangkan harga Hamin 2 dan  Hamin 3 sebesar Rp. 375.000. Saya menghabiskan 3 karung dan di beri makanan alternatif jagung yang di mol. Sehingga hasilnya kurang maksimal. Sangat berbeda kalau selama 6 bulan ikan bandeng di beri pakan pelet bisa mendapatkan uang sebesar Rp.10 juta sampai Rp. 12 juta.

Saya bersama teman- teman kelompok tambak memohon sama pada pihak pemerintah Daerah Malaka dan Propinsi sampai Pusat untuk membatu para petani tambak ikan bandeng di desa Motaain supaya hasilnya bisa maksimal. Sementara ini baru mendapat bantuan dari kepala desa melalui Dana Desa, harapnya. (Dami Atok)

Artikel ini telah dibaca 540 kali

loading...
Baca Lainnya

Bau Tak Sedap Tanah Diklaim BPD Bali di Jalan Gadung Menguat

Denpasar – Patut diduga ada tidak beres dalam penguasaan tanah warga seluas 3,85 are dilakukan...

Plang BPD di atas sebidang tanah di Jalan Gadung, Denpasar.

25 September 2020, 19:12 WIB

Dapat Nomor Urut 1, Hilarius Duha Yakin 1 Kali Lagi Menjadi Kepala Daerah

Nias Selatan, Deliknews.com – Dapat nomor urut 1 (satu) Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati...

24 September 2020, 21:40 WIB

Alasan Kapolresta Tangerang Bina Kesadaran Masyarakat Berbasis Komunitas

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi terus mendorong setiap elemen masyarakat...

24 September 2020, 20:18 WIB

Maksimalkan Kinerja, Polresta Tangerang Beri Masker dan Vitamin untuk Anggota

TANGERANG – Polresta Tangerang Polda Banten memberi masker dan vitamin serta obat Tolak Angin untuk...

24 September 2020, 20:01 WIB

Polsek Kronjo Gelar Operasi Yustisi, Kedepankan Sikap Humanis

TANGERANG – Jajaran Polsek Kronjo Polresta Tangerang Polda Banten menggelar Operasi Yustisi di Pertigaan Pulau...

24 September 2020, 19:55 WIB

60 Warga Masyarakat Terjaring Operasi Yustisi yang Digelar Polsek Balaraja

TANGERANG – Kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah masih rendah....

24 September 2020, 19:41 WIB

loading...