Minggu, 26 Juli 2020 - 23:31 WIB

Pemerintah Meningkatkan Penanganan Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Dian Ahadi

Fase adaptasi kehidupan normal baru sudah kita jalani beberapa minggu ini. Namun pemerintah tak pernah berencana mengendurkan penanganan kesehatan untuk mengatasi virus Covid-19. Justru kesehatan seluruh rakyat Indonesia menjadi prioritas yang utama. Karena ingin negeri ini segera bebas dari Corona.

Kepala staf presiden Moeldoko menyebutkan tidak ada pengenduran pada penanganan kesehatan masyarakat pada pandemi covid-19. Ia menepis isu bahwa pemerintah membiarkan rakyatnya meninggal begitu saja. Gosip ini muncul karena di era normal baru, sektor ekonomi, parawisata, dan lain-lain dibuka lagi. Sehingga takut ada klaster Corona baru.

Moeldoko juga menegaskan bahwa pemerintah memberi prioritas untuk menangani Corona kepada sektor kesehatan, tapi juga concern ke sektor lain seperti ekonomi. Karena keduanya harus dijalani secara beriringan. Ketika masyarakat sakit maka roda ekonomi tak bisa berjalan. Sebaliknya, ketika ekonomi lemah, masyarakat bisa lekas sakit karena kurang gizi.

Mentri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan bahwa justru saat ini pemerintah berusaha keras menemukan formula vaksin anti Corona dan distribusinya kelak. Jadi tuduhan bahwa pemerintah tidak fokus pada kesehatan rakyat dan hanya memikirkan uang, itu salah besar. Karena pemerintah juga ikut membayarkan seluruh biaya pasien covid-19 yang disalurkan via BPJS.

Pratikno juga menegaskan bahwa pembukaan kembali sektor ekonomi justru karena pemerintah bertanggungjawab terhadap finansial negara. Semua masalah yang timbul akibat pandemi covid-19, seperti banyak pengangguran baru dan sepinya bisnis UMKM, diatasi dengan pemulihan ekonomi nasional. Jadi bukan hanya sektor kesehatan yang diperhatikan.

Selain meneliti formula vaksin, pemerintah juga melakukan berbagai hal agar rakyat bisa segera bebas dari Corona. Misalnya dengan mendistribusikan bantuan ventilator pada banyak Rumah Sakit, memberi APD gratis kepada para tenaga kesehatan, dan memberi intensif uang kepada mereka. Juga mendukung penelitian kombinasi obat Corona yang baru.

Hal ini membuktikan bahwa pemerintah sangat memperhatikan sektor kesehatan dan tidak hanya memikirkan keuntungan dari sektor ekonomi dan pariwisata. Karena jika Indonesia di-lockdown total, akan berefek pada ekonomi negara. Bisa fatal dan menyebabkan krisis keuangan. Jadi hidup harus berjalan dan sektor itu dibuka lagi, tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

Ketika sektor pariwisata dibuka, tak akan berefek pada kesehatan masyarakat. Karena kawasan wisata yang diperbolehkan untuk buka harus memenuhi banyak sekali persyaratan. Di antaranya, pengunjung dan petugas wajib pakai masker, pembayaran pakai uang digital, dan sebelum masuk kawasan harus cuci tangan. Jadi semua dipastikan aman dari Corona.

Sektor ekonomi yang diaktifkan lagi dengan pembukaan pasar juga bertujuan agar keadaan finansial kita makin membaik. Karena jika pasar terlalu lama ditutup, kasihan para pedagang, juga pembelinya. Jika pasar dibuka, roda ekonomi berjalan lagi, dan Indonesia bisa selamat dari ancaman resesi. Karena pada kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi hanya 3%.

Pembukaan kembali pasar dan pusat perbelanjaan juga sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Para pedagang dan pengunjung wajib pakai masker. Wajib ada physical distancing dan rajin cuci tangan di tempat yang disediakan. Juga ada rapid test yang dilakukan secara berkala, untuk mengetahui apakah ada pedagang yang terinfeksi virus covid-19.

Hal ini membuktikan bahwa sektor kesehatan dan ekonomi bisa berjalan secara beriringan. Jadi ketika sektor pariwisata dan ekonomi dibuka, sektor kesehatan tidak pernah dikorbankan hanya demi uang. Justru ketika kondisi finansial kita sehat, bisa dengan leluasa mengatasi pasien Corona. Karena ada dana segar dari APBN.

Pemerintah tak pernah mengendurkan penanganan di sektor kesehatan, karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Ketika sektor ekonomi dibuka, bukan berarti perhatian ke sektor kesehatan jadi berakhir. Justru ekonomi diaktifkan lagi, agar proses penanganan kesehatan bisa berjalan dengan lancar.

Penulis aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Artikel ini telah dibaca 197 kali

loading...
Baca Lainnya

Lihat, Ketum BPI KPNPA Sebut KPK Lamban

Jakarta – Pernyataan Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bahtiar Najamudin, menyebut dan mengapresiasi atas kinerja...

Ketua BPI KPNPA RI TB Rahmad Sukendar, Rabu (4/3)

28 September 2020, 17:52 WIB

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Oleh : Ade Istianah Angka penambahan pasien positif Covid-19 masih terus terjadi yang menandakan masih...

28 September 2020, 17:00 WIB

Tak Ada Penambahan Jam Kerja dan Lembur Pada RUU Cipta Kerja

Oleh : Abdul Razak Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang sapu jagat yang akan...

28 September 2020, 13:43 WIB

Waspada KAMI Goyang Kursi Presiden

Oleh : Haris Muwahid Masyarakat makin antipati terhadap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), karena mereka...

28 September 2020, 00:16 WIB

Banyak Pihak Dukung Penanganan Covid-19

Oleh : Reza Pahlevi Pandemi belum berakhir dan pemerintah berusaha keras mengatasi efek negatifnya. Caranya...

28 September 2020, 00:07 WIB

RUU Cipta Kerja Mengatur Pengupahan Agar Pekerja Lebih Sejahtera

Oleh : Edi Jatmiko RUU Cipta Kerja merupakan salah satu terobosan untuk meringkas hiper regulasi....

27 September 2020, 09:27 WIB

loading...