Rabu, 29 Juli 2020 - 19:50 WIB

 Fitri Zulfahmi, S.H, M.H mantan kepala Kejaksaan Negeri Nunukan, kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman. (Sumber foto: Niaga.asia)

Fitri Zulfahmi, S.H, M.H mantan kepala Kejaksaan Negeri Nunukan, kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman. (Sumber foto: Niaga.asia)

Kejari Pasaman Panggil Bendahara Puskesmas Kasus Dugaan SPJ Fiktif

Pasaman, – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman melakukan pemanggilan terhadap Bendahara Puskesmas Sundata Kabupaten Pasaman terkait kasus dugaan surat pertanggung jawaban (SPJ) fiktif.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kejari Pasaman Fitri Zulfahmi, MH melalui Kepala Seksi Intel Ikhsan, kepada awak media di Kantor Kejari setempat, Selasa (28/7/20) kemarin.

Dikatakan Ikhsan, tim Kejari telah melakukan pemanggilan terhadap Bendahara Puskesmas Sundata guna melakukan konfirmasi perihal adanya laporan kasus dugaan SPJ fiktif yang telah diterima Kajari Pasaman.

“Kita telah melakukan pemanggil satu orang untuk dimintai keterangannya yakni bendahara puskesmas guna melakukan konfirmasi terkait pemberitaan dan data yang telah kami terima, tapi tentunya ini butuh proses waktu,” ungkap Ikhsan.

Sebelumnya Kajari Pasaman telah menerima laporan adanya dugaan pencairan dana (SPJ) fiktif dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman untuk Puskesmas Sundata dan Puskemas lainnya di Pasaman yang berasal dari dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

Beberapa waktu lalu, Kepala Kejari Pasaman Zulfahmi yang baru bertugas di Kabupaten Pasaman, juga telah mengimbau ASN khususnya di Kabupaten Pasaman agar tidak melakukan praktik pencairan dana kegiatan tidak sesuai aturan atau fiktif.

Baca juga: Kejari Pasaman Ajak Media Laporkan Temuan Kegiatan Fiktif

Kejari Pasaman Beri Bantuan Kepada Anak Panti Asuhan

Kapolda Sumbar Kukuhkan Kepengurusan Pokdar Kamtibmas

“Perbuatan itu (mencairkan dana fiktif) adalah salah satu bentuk tindakan korupsi yang berpotensi merugikan keuangan negara,” tegas Zulfahmi memberikan keterangan kepada media.

Kejari berharap kerjasama yang baik dari media dalam melakukan kontrol sosial dan juga dalam penggunaan uang negara.

Sementara itu, mananggapi pemanggilan yang dilakukan Kejari, salah seorang praktisi hukum Sumatera Barat, Boy Roy Indra, SH mengatakan jika laporan sudah ditindaklanjuti, maka tinggal menunggu hasil dari kejaksaan.

“Jika laporan masyarakat sudah ditindak lanjuti oleh pihak kejaksaan dengan melakukan pemeriksaan terhadap Bendahara Puskesmas, tentunya kita tinggal menunggu hasil proses dari kejaksaan tersebut, karena tujuan dari pemanggilan tersebut adalah untuk melengkapi dua alat bukti, jika kejaksaan sudah mendapatkan dua alat bukti yang cukup semestinya kasus ini dapat ditingkatkan ke tingkat sidik,” pungkas Boy Roy Indra.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 319 kali

loading...
Baca Lainnya

Kapolres Majalengka Bahas Sinergitas Penanganan Pemulasaraan Jenazah

MAJALENGKA – Polres Majalengka menyiagakan puluhan petugas pemulasaran dan pemakaman jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 untuk...

24 November 2020, 13:15 WIB

Kapolsek Balaraja Ajak Tokoh Agama Dorong Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

TANGERANG – Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) 3 Pilar dengan...

23 November 2020, 20:28 WIB

Panen Ikan Hasil Pemanfaatan Lahan, Kapolresta Tangerang Bagikan Lele

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memanen ratusan ekor ikan lele...

23 November 2020, 20:21 WIB

Sanksi Pembatalan Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Bagi Yang Terlambat Menyampaikan LPPDK

Sanksi Pembatalan Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Nias Selatan yang terlambat menyampaikan Nias Selatan, deliknews.com...

23 November 2020, 18:11 WIB

Polres Majalengka Bersinergis Bersama TNI, BPBD, Tagana Bantu Bencana Longsor

MAJALENGKA – Tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka menyebabkan tanah...

23 November 2020, 17:31 WIB

Ditinggal Pesawat, Konsumen Mengadu ke Presiden

Padang, – Salah satu konsumen dari anak perusahaan Garuda Indonesia Citilink, Ahmad Husein merasa dirugikan...

23 November 2020, 12:02 WIB

loading...