Senin, 3 Agustus 2020 - 19:30 WIB

Sehari Bisa ‘Petik’ 2-3 Motor, Sindikat Curanmor Dibekuk Polresta Tangerang

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten meringkus dua anggota sindikat curanmor yakni J San FH. Keduanya Dibekuk usai beraksi menggasak sepeda motor di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang akhir Juli 2020.

“J dan FH ini sudah beraksi selama 2 tahun dan setiap hari bisa dapat 2 sampai 3 motor,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Mapolsek Cikupa, Senin (3/8/2020).

Ade menerangkan, kedua tersangka mengaku rutin beraksi setiap hari. Dalam satu hari, kata Ade, keduanya dapat menggondol sepeda motor sebanyak 2 sampai 3 unit. Masih menurut Ade, kedua tersangka juga mengaku, selama 2 tahun beraksi, sudah berhasil membawa lari sekitar 1400 unit sepeda motor.

Ade melanjutkan, saat beraksi kedua tersangka menggunakan kunci letter T. Dengan kunci itu, ujar Ade, tersangka hanya membutuhkan waktu 3 detik untuk mencuri motor.

“Kedua tersangka berbagi peran, satu orang mengawasi dan satu orang mencuri, istilah mereka ‘memetik’,” kata Ade.

Sepeda motor hasil kejahatan, dijual oleh para tersangka ke berbagai daerah. Untuk motor jenis bebek dan matik, dijual seharga Rp2 juta sampai Rp3 juta. Sedangkan motor kopling atau yang memiliki ukuran mesin besar, dijual seharga Rp7 juta.

Dari kedua tersangka, diamankan 9 unit sepeda motor berbagai jenis dan merek. Ade mengimbau masyarakat tidak membeli sepeda motor hasil curian. Ciri-cirinya, terang Ade, adalah harga yang murah dan tidak dilengkapi surat-surat resmi. Ade meminta masyarakat untuk melapor apabila ada orang yang akan menjual motor dengan harga murah dan tidak dilengkapi surat-surat resmi.

“Mari putus dan cegah curanmor dengan tidak membeli motor curian, karena pembeli termasuk sindikat curanmor juga. Oleh karenanya bisa dipidana sebagai penadah,” ujarnya.

Ade juga mengimbau masyarakat untuk menjaga diri dan harta benda. Untuk sepeda motor, Ade menyebut agar dilengkapi dengan kunci tambahan atau kunci rahasia. Selain itu, kendaraan jug agar diparkir di tempat yang aman.

“Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 235 kali

loading...
Baca Lainnya

Polda Aceh Ungkap Dua Kasus Penipuan Berkedok Umrah

Banda Aceh – Kepolisian Daerah Aceh, Jumat (04/12/2020) menggelar konferensi pers tentang pengungkapan dua kasus...

4 Desember 2020, 16:39 WIB

Kanit Binmas Polsek Talaga Sambangi Tokoh Agama Sosialisasikan 3M

MAJALENGKA – Kanit Binmas Polsek Talaga melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas dan memberikan himbauan Covid-19 sekaligus Sosialisasikan...

4 Desember 2020, 08:21 WIB

Kapolri Tegaskan akan Menindak Tegas Siapapun yang Melanggar Ketertiban Umum

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menegaskan bahwa Negara tidak boleh kalah dengan organisasi kemasyarakat (ormas)...

3 Desember 2020, 22:19 WIB

Polsek Balaraja dan Muspika Gencarkan Operasi Yustisi, Kedepankan Edukasi dan Humanis

TANGERANG – Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten bersama unsur Muspika Kecamatan Balaraja terus menggencarkan...

3 Desember 2020, 12:31 WIB

Kunker ke Polsek Mauk, Kapolresta Tangerang Perintahkan Tingkatkan Edukasi

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke...

3 Desember 2020, 12:26 WIB

Polres Majalengka Hadiri Hari Disabilitas Internasional

MAJALENGKA – Kapolres Majalengka AKBP Dr.Bismo Teguh Prakoso yang diwakili Kasat Binmas Polres Majalengka Iptu...

3 Desember 2020, 12:09 WIB

loading...