Selasa, 11 Agustus 2020 - 16:17 WIB

Adaptasi Kebiasaan Baru Merupakan Inovasi Cerdas Lawan Pandemi Covid-19

Oleh: Teguh Amirrudin (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Depok)

Melalui Kementerian Kesehatan, penggunaan diksi New Normal direvisi menjadi Adaptasi Kebiasaan Baru. Berkenaan dengan hal tersebut, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto telah mengeluarkan kebijakan terbarunya yaitu Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020.

Keputusan menteri tersebut sudah melalui tahap perevisian sebanyak lima kali. Salah satu alasan diubahnya istilah adaptasi kebiasaan baru diantarannya untuk menyesuaikan dengan perkembangan keilmuan dan teknis kebutuhan pelayanan dengan membangun produktivitas dan optimisme di Era Adaptasi Kebiasaan Baru.

Segala aktivitas masyarakat sejatinya telah menerapkan kebiasaa baru tersebut. Walaupun masih terdapat beberapa orang yang belum paham tentang pentingnya Adaptasi Kebiasaan Baru, hal itu sudah menjadi tanggung jawab setiap individu untuk saling mengingatkan. Adaptasi Kebiasaan Baru adalah cara kita merubah perilaku, gaya hidup, dan kebiasaan. Keadaan dimana ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mulai dilonggarkan, protokol kesehatan tetap dilakukan sebagai tindakan pencegahan dari bahaya terjangkit Virus Corona.

Adaptasi Kebiasaan Baru ini khususnya dilakukan pada sektor atau bidang penting seperti rumah ibadah, pasar atau pertokoan, perkantoran, transportasi umum, hotel, dan restoran, serta dilakukan saat wilayah berkategori zona aman (zona hijau) yang dihitung berdasarkan data dan fakta di lapangan. Tetapi juga diimbau agar penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun, tidak berdasarkan batas-batas tertentu sehingga tidak ada yang mencari-cari alasan untuk tidak menerapkannya.

Perlu kerja sama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam rangka menyukseskan Adaptasi Kebiasaan Baru. Pemerintah telah berupaya merumuskan berbagai kebijakan dan peraturan agar kebiasaan baru bisa berdampak maksimal terhadap kondisi krisis akibat dampak Covid-19. Oleh karenanya, masyarakat perlu berpartisipasi aktif dengan saling mengingatkan antar sesama agar setiap individu masyarakat memiliki tanggung jawab menjalankannya.

Selain itu, Adaptasi Kebiasaan Baru, bisa berjalan secara efektif jika masyarakat mau menaati dan konsisten menjalankan protokol kesehatan yang telah ditentukan. Diharapkan, segala lapisan masyarakat bisa memahami dan menjalankan tatanan hidup baru ini dengan sebaik-baiknya agar bisa tetap beraktivitas normal (dengan kebiasaan yang baru) dan terhindar dari penyebaran Virus Corona.

Ayo kita bangun bangsa yang sehat dan Kuat dalam menghadapi tantangan pandemi Covid19 demi mencapai tujuan kemerdekaan Indonesia yang Adil , Makmur dan Maju.

Artikel ini telah dibaca 204 kali

loading...
Baca Lainnya

Menengok Harta Kekayaan Cabup Sidoarjo, Ternyata Cabup Ini Paling Terkaya

Sidoarjo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah umumkan laporan harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para...

29 September 2020, 21:33 WIB

Mewaspadai Manuver KAMI Bermuatan Politis

Oleh : Ahmad Bustomi Masyarakat dipusingkan dengan ulah anggota KAMI yang mejeng di berita TV...

29 September 2020, 03:55 WIB

Masyarakat Papua Mendukung Keberlanjutan Otsus

Oleh : Abner Wanggai Pemerintah memberikan sinyalemen untuk melanjutkan Otsus Papua. Otsus tersebut dianggap membawa...

29 September 2020, 03:48 WIB

Lihat, Ketum BPI KPNPA Sebut KPK Lamban

Jakarta – Pernyataan Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bahtiar Najamudin, menyebut dan mengapresiasi atas kinerja...

Ketua BPI KPNPA RI TB Rahmad Sukendar, Rabu (4/3)

28 September 2020, 17:52 WIB

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Oleh : Ade Istianah Angka penambahan pasien positif Covid-19 masih terus terjadi yang menandakan masih...

28 September 2020, 17:00 WIB

Tak Ada Penambahan Jam Kerja dan Lembur Pada RUU Cipta Kerja

Oleh : Abdul Razak Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang sapu jagat yang akan...

28 September 2020, 13:43 WIB

loading...