Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:39 WIB

 Wali Nagari Malalak Barat Pujianto di lokasi Pembangunan Jalan di Birah Tinggi, yang diperkirakan hanya 100-200 meter, Kamis (13/8/20).

Wali Nagari Malalak Barat Pujianto di lokasi Pembangunan Jalan di Birah Tinggi, yang diperkirakan hanya 100-200 meter, Kamis (13/8/20).

Wali Nagari Malalak Barat Desak Pemda Agam Kembalikan Hak Warganya

Agam, – Wali Nagari Malalak Barat Pujianto mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Agam untuk memberikan hak masyarakat Birah Tinggi pada pembangunan jalan penghubung Birah Tinggi Nagari Malalak Barat menuju Balai Satu Nagari Malalak Selatan.

Desakan itu disampaikan oleh Pujianto kepada pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Agam, dan meminta dikawal oleh anggota DPRD Dapil setempat.

Dikatakan Pujianto, hal itu ia sampaikan saat melaksanakan rapat membahas persoalan tersebut dengan pejabat dinas PU Agam, anggota DPRD, camat dan Bhabinkamtibmas, di Malalak beberapa waktu lalu.

“Hasil dari rapat tidak ada, namun orang PU (dinas PU Agam) tetap bersikukuh mereka salah perencanaan,” ujar Wali Nagari Malalak Barat Pujianto, memberikan keterangan kepada media di kantor wali nagari setempat, Kamis (13/8/20).

Baca juga: Ratusan Warga Agam Merasa Dirugikan, Ini Sebabnya

Wartawan Deliknews Juara lll Lomba Jurnalistik BPK RI

Tim Wasrik Rutin Itwasum Polri Nilai Keberhasilan Polda Sumbar

Disampaikan Wali Nagari Malalak Barat Pujianto bahwa masyarakatnya di Birah Tinggi dirugikan dalam persoalan itu.

Pujianto mengaku ia disalahkan masyarakat karena tidak terlaksananya pembangunan jalan tersebut. Sedangkan ia selaku wali nagari juga tidak mengetahui apa persoalan tidak terlaksananya pembangunan jalan penghubung dua nagari itu.

“Masyarakat berencana akan demo ke Pemerintah Kabupaten Agam apabila tidak ada tindaklanjut pembangunan jalan Birah Tinggi,” ungkap Pujianto.

Masih keterangan wali nagari, saat rapat ia mengaku menyampaikan bahwa ia tidak tahu pemindahan lokasi pekerjaan, rencana awal pembangunan jalan penghubung Birah Tinggi menuju Balai Satu Nagari Malalak Selatan. Namun akhirnya pembangunannya, hanya di Nagari Malalak Selatan.

“Permintaan saya, dana untuk pembangunan jalan Birah Tinggi sesuai dengan anggaran yang ada, yang diketuk palu di APBD Agam, tolong kembalikan haknya ke Birah Tinggi,” pinta wali nagari.

Menurutnya, dinas PU tetap mengaku salah perencanaan, namun ia tetap menyampaikan, ia tidak tahu, yang penting hak untuk pembangunan jalan Birah Tinggi dikembalikan ke Birah Tinggi.

“Yang dirugikan masyarakat kita. Saya kemanapun siap giring dan siap menghadap. Saya per untuk kemajuan,” tegas wali Pujianto.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 133 kali

loading...
Baca Lainnya

Sertifikat Ganda ! BPD Bali Bantah Serobot Tanah Tapi Tidak Tahu Muasal

Denpasar – Sebidang tanah luas 3,85 are di Jalan Gadung, Desa Dangin Puri Kangin, Kec....

Kepala Divisi Umum dan Kesekretariatan BPD Bali, IB Gede Ary Wijaya Guntur.

21 September 2020, 21:05 WIB

Polsek Balaraja Gencarkan Operasi Yustisi, Beri Efek Jera Kepada Masyarakat

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten gencar melaksanakan Operasi Yustisi Pendisiplinan dan...

21 September 2020, 16:11 WIB

Polsek Balaraja Tindak Puluhan Pengendara yang Langgar Protokol Kesehatan

TANGERANG – Setidaknya 51 orang pengendara disanksi lantaran mengabaikan Protokol Kesehatan saat beraktivitas di luar...

21 September 2020, 15:58 WIB

Gandeng Komunitas di Balaraja, Polresta Tangerang Himbau Patuhi Prokes

TANGERANG – Polresta Tangerang Polda Banten menggandeng Komunitas sepeda, vespa, ojek online,dan GMDM dalam rangka...

21 September 2020, 15:49 WIB

Polresta Tangerang, Pemkab, dan Kodim Tigaraksa Gelar Operasi Yustisi di Pasir Jaya Cikupa

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten memaksimalkan operasi yustisi pendisiplinan dan penegakan hukum Protokol...

21 September 2020, 15:40 WIB

Demi Disiplinkan Masyarakat, Kapolresta Tangerang Pimpin Operasi Yustisi

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memimpin langsung pelaksanaan Operasi Yustisi...

21 September 2020, 15:34 WIB

loading...