Jam Malam Diberlakukan, Pelanggar Perbup Akan Kena Denda Dan Cabut Ijin Usaha

- Tim

Selasa, 1 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tuban – Diterbitkanya Peraturan Bupati (Perbup) Tuban No. 65 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, adalah bagian dari Pencegahan dan Penyebaran Covid-19. Hal tersebut disampaikan Bupati Tuban, H. Fathul Huda didampingi Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si. pada konferensi pers di Pendopo Krido Manunggal, Senin (31/08/2020).

Selian Bupati dan Wakil Bupati Tuban, tampak hadir juga Forkopimda, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 serta sejumlah pimpinan OPD terkait.

Dalam keteranganya, Bupati menjelaskan penerbitan Perbup tersebut sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden No. 6 tahun 2020 perihal Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Langkah ini diambil menyikapi masih tingginya angka penyebaran dan angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Tuban.

Pasca diterbitkan, Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban akan melakukan sosialisasi melibatkan tokoh agama dan masyarakat. Guna memaksimalkan upaya, Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan dan Desa diminta senantiasa bersiaga dan rutin memberikan laporan detail secara berkala. Juga dilakukan pengetatan pengawasan dan penegakan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Operasi akan intens digelar di sejumlah lokasi rawan dan petugas kesehatan berhak melakukan rapid test di saat bersamaan,” ungkapnya.

Bupati Huda menegaskan pelanggaran protokol kesehatan akan dikenai sanksi mulai dari teguran, sanksi sosial, administratif, maupun denda 100 ribu bagi warga yang tidak patuhi protokol kesehatan. Sedangkan bagi pelaku usaha yang melanggar akan dikenakan sanksi mulai dari teguran, denda 300 ribu hingga pencabutan ijin usaha.

Selaras dengan Perbup tersebut, juga akan segera diterbitkan Surat Edaran perihal pemberlakuan pembatasan jam malam sampai pukul 21.00 WIB selama 15 hari terhitung mulai tanggal 1-15 September 2020. Dengan diberlakukannya jam malam, maka seluruh kegiatan di atas pukul 21.00 WIB harus ditiadakan.

“Kecuali aktivitas berkaitan dengan pelayanan kesehatan,” tandasnya.

Tidak hanya itu, isolasi mandiri di rumah akan ditiadakan. Dalam kurun waktu 1 minggu ke depan, Pemkab Tuban juga akan mengambil alih pelaksanaan isolasi bagi warga terkonfirmasi positif Covid,  akan disediakan lokasi karantina khusus dan fasilitas penunjang lainnya.

Orang nomor satu di kabupaten Tuban ini mengungkapkan Pemkab Tuban akan terus melakukan evaluasi terhadap setiap kebijakan yang ditetapkan. Salah satunya adanya kemungkinan pemberlakukan kembali pembatasan sosial, yang berdampak pada penutupan kembali objek wisata maupun pembatasan kegiatan dengan melibatkan pengumpulan masyarakat.

Bupati juga mengajak masyarakat memiliki kepedulian, empati, dan kekhawatiran yang sama terhadap penanganan Covid-19 maupun keluarga terdampak Covid-19. Masyarakat diharuskan mematuhi protokol kesehatan, diantaranya menggunakan masker, jaga jarak aman, maupun menghindari kerumunan serta mencuci tangan menggunakan sabun. Jika nantinya sejumlah kebijakan pembatasan telah dicabut, masyarakat diminta bersikap bijak dengan tidak terlalu euforia.

“Hal ini sangat berbahaya jika masyarakat kembali meremehkan Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tuban menambahkan Kabupaten Tuban ditetapkan sebagai Zona Meraha dikarenakan masih tingginya angka penyebaran Covid-19. Salah satu faktor penyebabnya adalah lokasi Kabupaten Tuban menjadi daerah transit yang dilintasi jalan arteri provinsi dan nasional dengan intensitas lalu lintas padat.

Ditengarai penyebaran Covid-19 akibat munculnya klaster baru dari tingginya mobilitas warga baik menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Penularan Covid-19 berasal dari satu orang yang kemudian menyerang ke anggota keluarga lain.

“Ini menjadi keadaan darurat yang harus disikapi bersama-sama,” tutur Wabup.

Lebih lanjut, pencabutan pembatasan jam malam dilakukan setelah dilakukan evaluasi dan Kabupaten Tuban kembali berstatus Zona Oranye. Evaluasi tersebut akan dilakukan pasca pemberlakuan Perbup Tuban dan dikeluarkannya Surat Edaran selama 15 hari, mencakup jumlah kasus baru, kesembuhan, dan klaster.

Wabup Tuban menambahkan saat ini RSUD Koesma telah memiliki alat pemeriksaan Covid-19 atau PCR. Adanya alat PCR mempercepat proses analisis terhadap pemeriksaan Covid-19.

“Alat tersebut sudah dapat digunakan namun ijin mengeluarkan hasil pemeriksaan tetap dipantau Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP),” ujarnya. (jat)

Berita Terkait

Halal Bihalal Keluarga Besar TNI AL Tuban, Meningkatkan Silaturahmi Sesama Anggota TNI AL di Tuban
Diwaduli Sungai Mampet, Bambang Haryo Gercep Tuntaskan Normalisasi, Petani Sumringah
Paguyuban Jalasenastri Tuban Menyerahkan Bingkisan ke Anak Yatim Piatu
IPIP Berbagi Takjil Ramadan di Surabaya, Asrilia : Semoga Terus Menebar Kebaikan
PC FKPPI Tuban Berkolaborasi Membagikan Takjil Dengan Baznas ke Masyarakat
Bambang Haryo Gelar Buka Puasa Bersama Kodrat Jatim dan IPSI Surabaya, Ini Yang Disampaikan
Bulan Suci, SIG Pabrik Tuban Berbagi Sembako dan Santuan Yatim di Kecamatan Kerek
Bambang Haryo Nilai Gus Muhdlor Berkinerja Baik

Berita Terkait

Kamis, 11 April 2024 - 14:10 WIB

Diwaduli Sungai Mampet, Bambang Haryo Gercep Tuntaskan Normalisasi, Petani Sumringah

Senin, 8 April 2024 - 17:36 WIB

Paguyuban Jalasenastri Tuban Menyerahkan Bingkisan ke Anak Yatim Piatu

Kamis, 4 April 2024 - 23:46 WIB

IPIP Berbagi Takjil Ramadan di Surabaya, Asrilia : Semoga Terus Menebar Kebaikan

Kamis, 4 April 2024 - 20:43 WIB

PC FKPPI Tuban Berkolaborasi Membagikan Takjil Dengan Baznas ke Masyarakat

Rabu, 3 April 2024 - 11:19 WIB

Bambang Haryo Gelar Buka Puasa Bersama Kodrat Jatim dan IPSI Surabaya, Ini Yang Disampaikan

Selasa, 2 April 2024 - 22:53 WIB

Bulan Suci, SIG Pabrik Tuban Berbagi Sembako dan Santuan Yatim di Kecamatan Kerek

Selasa, 2 April 2024 - 13:25 WIB

Bambang Haryo Nilai Gus Muhdlor Berkinerja Baik

Senin, 1 April 2024 - 14:03 WIB

Ngabuburit, Menguatkan Nilai Puasa Melalui Cabor Woodball

Berita Terbaru

Nasional

Posko THR Tutup H+7 Lebaran

Selasa, 16 Apr 2024 - 18:35 WIB

Regional

INI OKNUM Konflik IPK dan PKN di Pancurbatu

Minggu, 14 Apr 2024 - 21:29 WIB

Sumatera Selatan

Di Hina Ibu RT, Istri Wartawan TV Nasional Lapor Polisi

Minggu, 14 Apr 2024 - 01:04 WIB

Regional

SAT SAMAPTA POLRES NISEL PATROLI DI TEMPAT WISATA

Sabtu, 13 Apr 2024 - 11:40 WIB