Ketua PWI Musi Banyuasin Desak Polisi Mengusut Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan dan LSM Saat Menjalankan Tugas

Muba – Saat melakukan Investigasi Bangunan Sekolah Dasar di dusun Muara Padang kembang umur desa Epil kecamatan Lais, Dua Wartawan dan Satu LSM diduga telah dihalangi dengan kekerasan dalam melaksanakan tugasnya untuk peliputan

Dalam melaksanakan tugas seseorang wartawan beserta anggota LSM terjun langsung ke lapangan untuk peliputan sekaligus meng kroscek info dari masyarakat dengan fakta di lapangan.

Sangat di sayangkan dengan kejadian penyerangan terhadap salah satu anggota LSM atas nama AG (32) dibacok oleh seseorang hingga mengalami luka robek di punggung sedalam 7 cm dan korban saat ini sedang dalam perawatan di RSUD Sekayu.

Dua Wartawan yang melakukan Investigasi ini adalah WM dan IH yang mendampingi narasumber untuk mengkroscek kebenaran diduga bangunan Sekolah Dasar yang bermasalah. Kejadian ini berada di dusun Muara Padang kembang umur desa Epil kecamatan Lais, kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (01/9/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Salah satu pelaku pembacokan ini diduga adalah keluarga dari Kepala Sekolah Dasar yang memiliki Proyek Pembangunan Swakelola. Hal ini yang membuat kedua Wartawan dan Satu LSM saat melakukan Investigas dan tugas itu pun dihalangi-halangi seolah-olah Pembangunan tersebut tidak ingin di dokumentasikan.

Sementara itu Ketua PWI kabupaten Musi Banyuasin Herlin Koisasi SH menanggapi hal ini, kami minta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas permasalah yang menimpa kedua anggota kami dan satu LSM yang melakukan tugasnya sebagai kontrol sosial.

”Sudah jelas juga apa yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bahwa Pers dan LSM harus membantu Pemerintahan untuk menjalankan Kontrol Sosial, baik pembangunan maupun dalam kemajuan Perekonomian,” beber Herlin.

Lanjutnya, didalam menjalankan tugas dan fungsinya Pers dibekali dengan Undang-undang Pers No 40 Tahun 1999 dimana siapaun tidak boleh menghalangi tugas dan fungsinya.

”Kami minta kepada Aparat Penegak Hukum, untuk mengusut tuntas kejadian kekerasan ini, dan tolong terapkan Undang-undang Pers sebagaimana mesti karena ini adalah tugas dan fungsi Pers, sekali lagi kami minta kejadian ini agar segera diselesaikan,” ditegaskan Herlin. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.