Kamis, 3 September 2020 - 16:25 WIB

BHS-Taufiq Terima 5 Rekom di Pilbup Sidoarjo, Pemerhati Sebut Ini Pasangan Nasionalis-Religius

Jakarta – Pasangan Bambang Haryo Soekartono (BHS)-M. Taufiqulbar resmi mengantongi lima rekomendasi partai politik di Pilbup Sidoarjo. Keempat parpol yakni Golkar (4 kursi), PKS (4 kursi), Demokrat (2 kursi), Gerindra (7Kursi) dan PPP (1 kursi)

Kelima parpol pengusung menilai pasangan tersebut memiliki rekam jejak, pengalaman, dan kapabilitas yang mumpuni sehingga siap membawa Kabupaten Sidoarjo menjadi lebih maju dan sejahtera.

“Pasangan BHS-Taufiqulbar menjadi harapan masyarakat Sidoarjo. PPP Sidoarjo siap mengawal keputusan ini,” kata Koordinator Desk Pilkada PPP Sidoarjo Muflih, Rabu, 2 September 2020.

Selain 4 parpol itu, BHS berpotensi memperoleh rekomendasi dari Partai Gerindra. Apalagi BHS merupakan politisi dan mantan Anggota DPR dari partai besutan Prabowo Subianto itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Agil Effendi mengungkapkan dukungan DPP Demokrat kepada BHS-Taufiqulbar setelah dilakukan penjajakan dan kajian mendalam.

Surat dukungan dari DPP Demokrat diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Jakarta pada Selasa, 1 September 2020. Adapun PKS dan Golkar sudah jauh hari memberikan rekom kepada BHS.

”Menurut pertimbangan kami, keduanya mumpuni,” ujarnya.

Sementara itu pemerhati politik Muhamad Guntur Budiawan, menilai pasangan BHS-Taufiqulbar merupakan paket lengkap bagi Sidoarjo. Sebab keduanya memiliki kapabilitas dan kredibilitas yang tidak diragukan lagi.

“Dukungan dari 5 parpol dengan basis massa yang berbeda juga menunjukkan bahwa BHS-Taufiqulbar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati yang diterima oleh semua golongan atau nasionalis religius,” kata Guntur.

BHS merupakan anggota Komisi V dan VI DPR RI dari Fraksi Gerindra periode 2014-2019. Sementara Taufiqulbar pernah menjabat Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo periode 2014-2019, yang membidangi tata pemerintahan. Seperti juga BHS, Taufiqulbar merupakan alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Guntur menilai BHS memilih Taufiqulbar sudah berdasarkan hasil survei, data, dan kompetensi, juga mempertimbangkan basis massanya yang cukup besar karena orang tua Taufiqulbar adalah tokoh pendiri Nahdlatul Ulama di Sidoarjo.

“Taufiqulbar juga memahami kultur Muhammadiyah sehingga mampu menjembatani NU dengan Muhammadiyah dan sebaliknya. Pasangan ini diharapkan bisa diterima oleh semua pihak,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 144 kali

loading...
Baca Lainnya

Mengapresiasi Pemerintah Susun Rencana Vaksinasi Covid-19

Oleh : Edi Jatmiko Pemerintah sedang menyusun skema vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Masyarakat pun mengapresiasi...

30 September 2020, 23:19 WIB

Program Pemulihan Ekonomi Nasional Terus Dilaksanakan

Oleh : Aditya Akbar Pemerintah terus berusaha memulihkan sektor perekonomian, meskipun saat ini fokus untuk...

30 September 2020, 22:55 WIB

RUU Cipta Kerja Menambah Kesejahteraan Pekerja Kontrak

Oleh : Rita Efendi Pemerintah telah menginisiasi RUU Cipta Kerja melalui konsep Omnibus Law. Peraturan...

30 September 2020, 22:05 WIB

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Untungkan Pekerja dengan Pengaturan Upah Minimum yang Layak

Oleh : Ade Kurniawan Para pekerja deg-degan menunggu peresmian omnibus law RUU Cipta Kerja, karena...

30 September 2020, 05:35 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Laksanakan 3 M

Oleh : Zulfikar Penambahan pasien Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk...

30 September 2020, 05:23 WIB

Waspada Manuver KAMI Politisasi Isu PKI

Oleh : Edi Jatmiko Jelang peringatan peristiwa gerakan 30 september, selalu ada isu kebangkitan PKI...

30 September 2020, 05:17 WIB

loading...