BHS-Taufiq Terima 5 Rekom di Pilbup Sidoarjo, Pemerhati Sebut Ini Pasangan Nasionalis-Religius

  • Whatsapp

Jakarta – Pasangan Bambang Haryo Soekartono (BHS)-M. Taufiqulbar resmi mengantongi lima rekomendasi partai politik di Pilbup Sidoarjo. Keempat parpol yakni Golkar (4 kursi), PKS (4 kursi), Demokrat (2 kursi), Gerindra (7Kursi) dan PPP (1 kursi)

Kelima parpol pengusung menilai pasangan tersebut memiliki rekam jejak, pengalaman, dan kapabilitas yang mumpuni sehingga siap membawa Kabupaten Sidoarjo menjadi lebih maju dan sejahtera.

“Pasangan BHS-Taufiqulbar menjadi harapan masyarakat Sidoarjo. PPP Sidoarjo siap mengawal keputusan ini,” kata Koordinator Desk Pilkada PPP Sidoarjo Muflih, Rabu, 2 September 2020.

Selain 4 parpol itu, BHS berpotensi memperoleh rekomendasi dari Partai Gerindra. Apalagi BHS merupakan politisi dan mantan Anggota DPR dari partai besutan Prabowo Subianto itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Agil Effendi mengungkapkan dukungan DPP Demokrat kepada BHS-Taufiqulbar setelah dilakukan penjajakan dan kajian mendalam.

Surat dukungan dari DPP Demokrat diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Jakarta pada Selasa, 1 September 2020. Adapun PKS dan Golkar sudah jauh hari memberikan rekom kepada BHS.

”Menurut pertimbangan kami, keduanya mumpuni,” ujarnya.

Sementara itu pemerhati politik Muhamad Guntur Budiawan, menilai pasangan BHS-Taufiqulbar merupakan paket lengkap bagi Sidoarjo. Sebab keduanya memiliki kapabilitas dan kredibilitas yang tidak diragukan lagi.

“Dukungan dari 5 parpol dengan basis massa yang berbeda juga menunjukkan bahwa BHS-Taufiqulbar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati yang diterima oleh semua golongan atau nasionalis religius,” kata Guntur.

BHS merupakan anggota Komisi V dan VI DPR RI dari Fraksi Gerindra periode 2014-2019. Sementara Taufiqulbar pernah menjabat Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo periode 2014-2019, yang membidangi tata pemerintahan. Seperti juga BHS, Taufiqulbar merupakan alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Guntur menilai BHS memilih Taufiqulbar sudah berdasarkan hasil survei, data, dan kompetensi, juga mempertimbangkan basis massanya yang cukup besar karena orang tua Taufiqulbar adalah tokoh pendiri Nahdlatul Ulama di Sidoarjo.

“Taufiqulbar juga memahami kultur Muhammadiyah sehingga mampu menjembatani NU dengan Muhammadiyah dan sebaliknya. Pasangan ini diharapkan bisa diterima oleh semua pihak,” ujarnya.

Pos terkait

loading...