Sabtu, 5 September 2020 - 15:19 WIB

KEMENTERIAN BUMN LAUNCHING MENTORING GRATIS UNTUK KARYAWAN ASAL PAPUA

Satu lagi yang dapat dibanggakan oleh Masyarakat dan Tanah Papua, Indonesia, yaitu sebanyak 522 Putra dan Putri terbaiknya telah di rekrut, dan bekerja di berbagai BUMN di tanah Air. Program perekrutan ini merupakan bagian dari program perekrutan 1,000 karyawan asal Papua, yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi sejak Agustus 2019.

Tidak hanya tinggal diam, Menteri BUMN: Erick Tohir, melalui Forum of Human Capital Indonesia (FHCI) mendorong perekrutan 1,000 karyawan dan karyawati asal Papua di berbagai kementerian BUMN.

Perekrutan tahap pertama ini telah berjalan dengan lancar, dan yang di rekrut telah berhasil berkarir di berbagai BUMN. Untuk memastikan agar Karyawan dan Karyawati yang telah di rekrut oleh berbagai BUMN ini mengalami perkembangan Karir yang signifikan, maka Forum Human Capital Indonesia (FHCI) bersama dengan Kementerian BUMN, Yayasan Kitong Bisa, bersama dengan BNI, BRI, Pegadaian dan Pertamina melaunching sebuah program webinar

“Ini merupakan komitmen kami untuk mendukung program Presiden Joko Widodo, dan juga merupakan bentuk kontribusi kami untuk membangun Tanah Air”, terang Eko Kurniawan, ketua Panitia pelaksanaan Mentoring Daring Karyawan BUMN Asal Papua.

Pada hari Rabu (2/09/2020) lalu, seri pertama program mentoring gratis untuk Karyawan dan Karyawati asal Papua yang bekerja di berbagai BUMN yang ada di Indonesia, resmi di luncurkan. Program ini bertajuk: “ Mempertahankan Semangat kerja di Tengah Pandemi Covid-19”, dengan tujuan tetap menjaga semangat dan prestasi kerja para Karyawan dan Karyawati asal Papua ini, walaupun di tengah Pandemi Covid yang melanda Tanah air, bahkan seluruh dunia.

Hadir dalam sesi mentoring ini: Direktur Freeport Indonesia: Claus Wamafma, Hadir pula Staf Khusus Presiden Indonesia, Billy Mambrasar, keduanya menjadi mentor Virtual, mewakili sosok Putra Papua yang telah sukses berkarir di Sektor Swasta.

Billy Mambrasar, yang juga adalah putra asal Saireri, yang pernah bekerja di Sektor Swasta, memaparkan pengalamannya bekerja di Salah satu perusahaan swasta ketika krisis menghantam dunia, termasuk Indonesia.

“Waktu itu tahun 2008, saat tahun pertama kali saya lulus dan bekerja sebagai seorang karyawan di perusahaan swasta, lalu terjadi krisis keuangan. Waktu itu saya sudah pasrah akan dipecat, akan tetapi saya tetap bekerja keras dan berprestasi, tidak terpengaruh keadaan yang terjadi. Puji Tuhan, prestasi saya dihargai oleh perusahaan tempat saya bekerja, dan malah jabatan saya dinaikkan”, Ujar Billy Mambrasar bercerita kepada para peserta mentoring online tersebut.

Claus Wamafma menekankan kedisiplinan sebagai kunci utama sukses dalam mengejar karir hingga ke puncak. Dia berharap, anak-anak Papua yang telah berkarya di BUMN saat ini dapat fokus mengembangkan kemampuan soft skills-nya sehingga dapat sukses bertahan dalam kondisi apapun.

Program mentoring daring ini ini akan diadakan dalam 6 seri, yang topik utamanya berputar tips dan trik bagaimana dapat berkarir dengan sukses di tempat kerja. Harapan pelaksanaan program ini adalah agar dapat memotivasi lebih banyak lagi anak-anak Papua untuk dapat berkarir baik di sektor Pemerintah/BUMN maupun sektor swasta.

Beberapa Karyawan BUMN Asal Papua yang telah direkrut dan bekerja di Berbagai BUMN, seperti : Neil Aiwoy, dari PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, menyatakan bahwa dia ingin bekerja lebih keras lagi untuk membangun Tanah Papua.

“Saya ingin, bukan hanya saya membangun Listrik saja di Tanah Papua, akan tetapi saya dapat juga membangun Manusianya”, Ujar Putra Asli Papua lulusan UGM ini dengan Bangga.

Lain halnya dengan Sarah Gabriella, putri asal Biak ini, menyatakan aspirasi dan karirnya untuk dapat menjadi seorang manager di perusahaan tempat dia bekerja.

“Saya ucapkan rasa terimakasih saya, untuk Pak Jokowi dan Pak Erik Tohir, atas program perekrutan ini, dan semoga karya saya dapat membanggakan masyarakat Papua, bahkan seluruh Indonesia”, Ujar Gabriella dalam video rilis yang diterima.

Program perekrutan karyawan asli asal Papua ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Indonesia, dalam membangun Sumber Daya Manusia Indonesia, khususnya Manusia Papua. Diharapkan, dengan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui program webinar yang telah digulirkan, maka akan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pembangunan Kesejahteraan berbasis manusia.

Artikel ini telah dibaca 203 kali

loading...
Baca Lainnya

Rizieq Shihab Harus Ikuti Protokol Kesehatan

Oleh : Zakaria Rizieq Shihab dikabarkan pernah dirawat di sebuah RS swasta di Bogor. Desas-desus...

1 Desember 2020, 00:58 WIB

Aksi Keji KKB Papua Jelang 1 Desember Melanggar HAM

Oleh : Sabby Kosay Terjadi lagi peristiwa berdarah yang membawa korban di Papua. Sebanyak 3...

1 Desember 2020, 00:38 WIB

SIG dan KAI Jalin Kerja Sama Optimalisasi Angkutan Semen

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Kereta...

30 November 2020, 19:33 WIB

UU Cipta Kerja Atasi Masalah Sektor Pertambangan

Oleh : Lisa Pamungkas Omnibus law UU Cipta Kerja tak hanya mengubah iklim ketenagakerjaan dan...

30 November 2020, 16:41 WIB

Bansos Terdampak Corona Berlanjut Hingga 2021

Oleh : Alfisyah Kumalasari Banyak masyarakat yang tertolong oleh bansos pemerintah, karena mendapatkan uang tunai...

30 November 2020, 14:26 WIB

UU Cipta Kerja Mendorong Kesejahteraan Rakyat

Oleh : Lisa Pamungkas Pemerintah berusaha membangkitkan kembali ekonomi Indonesia, dengan meresmikan UU Cipta Kerja....

29 November 2020, 17:21 WIB

loading...