Sabtu, 5 September 2020 - 09:32 WIB

Lembaga Pemerintah Wajib Dukung Upaya Penanganan Covid-19

Oleh : Zakaria

Upaya penemuan obat Covid-19 oleh Universitas Airlangga yang bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI AD terganjal oleh BPOM. Langkah BPOPM tersebut patut disayangkan mengingat penemuan obat Covid-19 merupakan ambisi kuat putra bangsa untuk mengakhiri pandemic Covid-19.

Komisi IX DPR mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memberikan izin produksi dan edar terkait kombinasi obat Covid-19 temuan tim gabungan Universitas Airlangga (Unair) BIN dan TNI AD.

Anggota komisi IX DPR Yahya Zaini menilai, biasanya izin produksi dan edar dari BPOM dikeluarkan 20 hari setelah pengajuan, tetapi diharapkan dipercepat karena obat tersebut dibutuhkan masyarakat pada saat ini.

Ia juga memaparkan, dengan adanya obat tersebut tentunya dapat menekan angka kematian, dirinya juga akan menemui langsung kepala BPOM untuk meminta izin agar dapat dikeluarkan.

Yahya juga memberikan apresiasi tim gabungan yang telah menemukan kombinasi obat yang merupakan racikan dan telah melalui berbagai tahapan dengan waktu kurang lebih enam sampai tujuh bulan. Uji klinisnya juga terhitung cepat karena kerjasama dengan TNI AD dengan total 700 orang yang sudah mengikuti uji klinis tahap ketiga.

Sebelumnya, Rektor Unair M. Nasih telah meminta semua pihak untuk dapat mendukung agar obat kombinasi Covid-19 temuan tim gabungan UNAIR, BIN, dan TNI AD bisa segera mendapatkan izin produksi dan izin edar.

Sebelumnya Badan Anggaran (Banggar) DPR mendukung penuh atas upaya nyata pemerintah dalam menemukan obat vaksin untuk antisipasi Covid-19 hasil karya anak bangsa.

Ketua Banggar DPR MH Said Abdullah mengatakan, pandemi Covid-19 telah berkembang sedemikian rupa menjadi awan tebal bagi kesehatan umat manusia di seluruh dunia. Karena itu, upaya bahu-membahu dan gotong royong menemukan obat covid-19 patut didukung oleh segenap anak bangsa.

Sebab, jika pandemi ini berlarut-larut, maka dunia akan menghadapi ancaman kehancuran ekonomi yang jauh lebih serius, termasuk juga angka kematian di berbagai negara yang kemungkinan akan terus meningkat.

Said mengakui memang ada pro dan kontra terkait dengan vaksin covid-19 ini. Namun, alangka bijaknya jika perbedaan ini bisa diselesaikan melalui mimbar akademik-klinis.
Sebab, persengketaan opini para ahli di media massa justru akan menimbulkan ketidakpercayaan publik atas pihak-pihak yang sedang berupaya menemukan obat dan vaksin.

Tentu hal tersebut sangat kontraproduktif.
Temuan ini tentu menjadi sebuah bagian dari ikhtiar anak bangsa untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari ancaman Covid-19 yang tak menentu ini. Terlebih, temuan ini juga dilakukan uji klinis terlebih dahulu sebelum dikonsumsi masyarakat.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto meminta semua pihak agar mengapresiasi obat kombinasi virus Covid-19 yang dibuat oleh UNAIR, BIN dan TNI AD.

Dirinya merasa kaget jika terdapat pihak-pihak yang meragukan bahkan mencibir temuan tersebut. Mestinya langkah ini diapresiasi, bukan dikerdilkan. Kita dukung untuk menekan solusi dalam mengatasi musibah ini.

Lelaki yang akrab disapa Cak Nanto tersebut, kemudian menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan tindakan saling caci maki dan mencibir penemuan anak bangsa menemukan obat covid-19 dapat menjadi penghambat bangsa Indonesia.

Pada kesempatan berbeda, Pimpinan DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur juga memberikan apresiasi kepada UNAIR atas dedikasinya dalam membantu pemerintah dalam menangani virus corona jenis baru atau Covid-19.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, “UNAIR menjadi salah satu kampus pelopor dalam penanganan Covid-19.
Menurutnya, UNAIR telah menunjukkan bukti bahwa kampus ini adalah bagian dari sumber ilmu abadi sebagaimana guci berisi air abadi yang dibawa Garuda Mukti, tunggangan Bhatara Wisnu dalam lambang UNAIR.

Adi menuturkan, UNAIR merupakan kampus yang penuh dedikasi dalam membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 seperti halnya lembaga penyakit tropis (LPT) atau institute of Topical Diseae (ITD) Unair menjadi andalan dalam tes swab dari berbagai daerah.

Rumah Sakit UNAIR juga menjadi rumah sakit rujukan Covid-19. Bahkan Rumah Sakit tersebut telah mendirikan gedung khusus yakni Rumah Sakit Klinik Infeksi (RSKI) untuk pasien Covid-19 yang dipisahkan dengan pasien umum. Sehingga pengobatan untuk pasien umum tidak terganggu.

Secara nasional, Unair berada di posisi 4 kampus terbaik. Hal ini tentu menjadi sebuah kebanggaan untuk terus mendukung Unair dalam mendarmabaktikan civitas akademika dalam dunia riset sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Penulis adalah warganet tinggal di Jakarta

Artikel ini telah dibaca 135 kali

loading...
Baca Lainnya

Mewaspadai Manuver KAMI Bermuatan Politis

Oleh : Ahmad Bustomi Masyarakat dipusingkan dengan ulah anggota KAMI yang mejeng di berita TV...

29 September 2020, 03:55 WIB

Masyarakat Papua Mendukung Keberlanjutan Otsus

Oleh : Abner Wanggai Pemerintah memberikan sinyalemen untuk melanjutkan Otsus Papua. Otsus tersebut dianggap membawa...

29 September 2020, 03:48 WIB

Lihat, Ketum BPI KPNPA Sebut KPK Lamban

Jakarta – Pernyataan Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bahtiar Najamudin, menyebut dan mengapresiasi atas kinerja...

Ketua BPI KPNPA RI TB Rahmad Sukendar, Rabu (4/3)

28 September 2020, 17:52 WIB

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Oleh : Ade Istianah Angka penambahan pasien positif Covid-19 masih terus terjadi yang menandakan masih...

28 September 2020, 17:00 WIB

Tak Ada Penambahan Jam Kerja dan Lembur Pada RUU Cipta Kerja

Oleh : Abdul Razak Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang sapu jagat yang akan...

28 September 2020, 13:43 WIB

Waspada KAMI Goyang Kursi Presiden

Oleh : Haris Muwahid Masyarakat makin antipati terhadap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), karena mereka...

28 September 2020, 00:16 WIB

loading...