Minggu, 6 September 2020 - 16:35 WIB

Plang BPD Bali di atas tanah yang ada  di Jalan Gadung, Denpasar Timur.

Plang BPD Bali di atas tanah yang ada di Jalan Gadung, Denpasar Timur.

Diputus MA Dipasang Plang, BPD Bali Diduga Serobot Lahan Warga

Denpasar – Mengantongi putusan Mahkamah Agung (MA) No.2234K/DPT/2017 pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mengklaim dan memasang plang sebagai punya hak atas lahan seluas 3,85 are di Jalan Gadung Denpasar Timur.

Namun belakangan BPD Bali disebut-sebut warga telah diduga arogan dan keliru mengkasuskan sampai ke tingkat kasasi. Warga yang mengaku sebagai ahli waris mengatakan tidak pernah menjaminkan sertifikat tanahnya ke pihak bank. Dan warga ini merasa hak miliknya telah diserobot.

“Pihak BPD Bali sebagai perusahaan milik pemerintah daerah kenapa arogan seperti ini ? Harusnya memberi pelayanan yang baik dan menjamin hak warga. Bagaimana mungkin ada sertifikat lagi sementara sudah ada sertifikat sebelumnya. Dan warga sekitar tahu, tanah itu milik dari leluhur saya sejak dulu,” keluh I Kadek Marianta selaku salah satu warga mengaku sebagai ahli waris, Sabtu 5/9.

Diceritakan, bahwasan dari jaman dulu masih kecil tanah itu diakui milik orang tuanya. Bahkan menunjukkan bukti dokumen sertifikat kepada wartawan yang diterbitkan tahun 1991 lengkap dengan warkah.

“Saya ingat saat SMP, ada orang menaruh material bangunan, seperti pasir dan batu di tanah itu katanya dari Kaba – Kaba Tabanan. Saat dicari orang itu sama kakak saya pergi dan meninggalkan material. Tiba-tiba di tahun 2015 kami sekeluarga dikagetkan dengan adanya gugatan dari BPD Bali ke Pengadilan Negeri Denpasar. Padahal kami tidak pernah mengajukan pinjaman dengan agunan sertifikat tanah dimaksud. Kabarnya tanah kami dipinjamkan uang di BPD Bali oleh orang lain dengan sertifikat berbeda. Dan anehnya kami yang digugat,” terangnya.

“Hasilnya, pengadilan pada tingkat 1 dimenangkan kami sebagai pemilik hak tanah yang sah. Tapi tidak berhenti di sana, ternyata BPD mengajukan banding hingga sampai tingkat kasasi. Dari proses banding hingga kasasi ini saya tidak megikuti. Dan kemarin tanah milik kami dipasangi patok oleh BPD Bali katanya berdasarkan sudah ada putusan MA,” imbuh Kadek Marianta.

Ia pun mempertanyakan Sertifikat Tanah yang dimiliki BPD Bali atas objek tanah tersebut. Kalaupun Sertifikat itu didapat dari kreditur, sejauh mana BPD menelusuri keabsahan Serifikat yang diangunkan oleh kereditur untuk mendapatkan pinjaman. “Jangan sampai masalah seperti ini menimpa warga yang lain sehingga mereka kehilangan tanahnya,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 137 kali

loading...
Baca Lainnya

Terima Mandat Ketua Umum, Pengacara Wayan “Tang” Adimawan Nahkodai HAPI Bali

Denpasar – Pengacara millennial Bali, I Wayan Adimawan, SH., MH., mendapat mandat dari Ketua Umum...

I Wayan Adimawan, SH., MH.

15 September 2020, 17:41 WIB

Tolak Bali Jadi Surga yang Hilang, BIN Kawal Wujudkan Wisata Aman Berdasarkan Protokol Kesehatan

Bali merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak ekonomi paling parah di Indonesia akibat Pandemi...

10 September 2020, 13:16 WIB

Wujud Edukasi Prokes, Forkom Antar Media Bali Bangkit Bagikan 5000 Masker

Forum Komunikasi (Forkom) Antar Media Bali Bangkit bagikan 5000 masker di Bali secara gratis. Pembagian...

9 September 2020, 13:39 WIB

Babak Baru, Sidang Lanjutan Almarhum Frans BS dengan I Made Sumantra

Denpasar – Babak baru sidang lanjutan sengketa lahan antara almarhum Frans Bambang Siswanto (Frans BS)...

I Made Sumantra (kanan) didampingi kuasa hukumnya, I Wayan

8 September 2020, 18:32 WIB

Usung Misi Mengajegkan Tanah Bali dan Adat Istiadat Nusantara, Keris Bali Diresmikan

Klungkung – Hadir dengan membawa semangat mengajegkan tanah Bali, Yayasan Kesatria Keris Bali (Keris Bali)...

Peresmian Yayasan Kesatria Keris Bali.

6 September 2020, 17:54 WIB

Pimpin Kadin Gianyar, Gus Ega: Harus Sinergi untuk Majukan Ekonomi

Bali – Kehadiran dan peran pengusaha sangat penting dalam memajukan ekonomi Kabupaten Gianyar. Namun demikian...

Ketua Kadin Gianyar, periode 2020-2025, Agus Ega Indra Jaya saat bertemu Bupati Gianyar, Agus Mahayastra.

2 September 2020, 20:28 WIB

loading...