Selasa, 8 September 2020 - 10:27 WIB

Masyarakat Diimbau Mewaspadai Mutasi Covid-19

Oleh : Ahmad Zarkasih

Pandemi Covid-19 di Indonesia maupun seluruh dunia belum berakhir. Saat ini malah ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa Virus Corona bisa bermutasi, sehingga lebih cepat menular. Masyarakat diminta untuk lebih waspada dan selalu mematuhi protokol kesehatan. Serta menjaga higienitas dan imunitas agar tidak terrtular corona.

Covid-19 adalah virus mematikan yang membuat pasien merasa pusing, sesak napas dan kehilangan indra penciuman. Saat ini penyakit corona makin ganas karena menurut WHO, bisa menular lewat udara yang kotor dan pengap. Selain itu, virus juga bermutasi menjadi tipe Q677H dan D614G. Mutasi ini menyebabkan penularan corona lebih cepat hingga 10 kali lipat.

Virus Covid-19 tipe Q677H ditemukan di Surabaya, sementara tipe D614G ditemukan di Jogjakarta, Bandung, Tangerang, dan Jakarta. Penemuan virus yang bermutasi ini mengerikan karena potensi penularan corona di Indonesia makin tinggi. Apalagi Surabaya sudah masuk zona hitam, saking banyaknya jumlah pasien Covid-19 di sana. Hindari dulu kunjungan ke sana.

Menurut Kepala Lab Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI Wien Kusharyoto, jumlah dan tempat penyebaran mutasi virus masih terbatas. Sementara mutasi virus Covid-19 tipe D614G yang disebut bisa menyebarkan corona 10 kali lebih cepat, baru sebatas penelitian di laboratorium. Belum ada bukti dari pasien covid bahwa ia terinfeksi virus jenis mana.

Namun hal ini tak langsung membuat kita merasa aman. Walau virus yang bermutasi masih jarang, bukan berarti corona sudah minggat dari Indonesia. Kita masih harus mematuhi protokol kesehatan seperti rajin mencuci tangan dengan sabun antiseptik, membawa hand sanitizer saat bepergian, memakai masker kain, dan juga menjaga jarak antar orang.

Masyarakat harus ekstra waspada karena bisa jadi virus Covid-19 yang bermutasi diam-diam menyebar ke berbagai tempat, yang dibawa oleh para pasien OTG (orang tanpa gejala). Virus ini tidak bisa terlihat dengan mata telanjang, jadi kita hanya bisa menghindari potensi penularannya dengan memperkecil tingkat loncatan droplet. Dengan perlindungan dari masker dan hand sanitizer.

Kontrasnya, masyarakat seolah lupa bahwa Indonesia masih dalam masa pandemi Covid-19. Setelah era adaptasi kebiasaan baru dibuka, euforia meraja. Mereka kembali lagi merdeka belanja di pasar dan lupa tak cuci tangan. Juga tak peduli jika membeli dengan berdesakan dan pedagang tak pakai masker. Hal ini sangat bahaya karena bisa menimbulkan klaster corona baru.

Begitu juga dengan di tempat umum lain. Saat Bank dibuka lagi dan pengunjung harus pakai masker, maka yang tak punya masker meminjam punya satpam. Padahal masker adalah barang pribadi dan peminjaman itu malah bahaya. Karena kondisinya kotor dan bisa jadi ada droplet yang mengandung virus, dari nasabah sebelumnya yang meminjam masker itu.

Untuk menertibkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan memang butuh waktu dan kedisiplinan yang kuat. Jika razia masker hanya membuat kapok orang dalam sehari, maka lebih baik digencarkan lagi acara pembagian masker kain gratis. Sosialisasi protokol kesehatan juga digencarkan lagi, baik melalui tayangan di TV maupun di media sosial.

Dalam acara pembagian masker, maka ada petugas yang mensosialisasikan masa pandemi dengan cara yang agak ekstrim. Setelah memberi masker kain, ia berkeliling bersama beberapa rekan kerjanya, sambil membawa peti mati. Bahkan peti itu rencananya akan dijadikan monumen, sebagai peringatan akan keganasan corona. Jadi masyarakat akan ingat untuk pakai masker.

Virus corona belum hilang dari Indonesia dan malah bermutasi sehingga lebih cepat menyebar. Masyarakat tidak boleh lengah karena jika 1 orang yang kena, seluruh keluarga dan orang yang berkontak dengannya akan lekas tertular. Jangan lupa untuk selalu pakai masker, bawa hand sanitizer, dan jaga jarak antar sesama.

Penulis aktif Dalam Gerakan Mahasiswa (GEMA) Jakarta

Artikel ini telah dibaca 163 kali

loading...
Baca Lainnya

Kerumunan Rizieq Shihab Timbulkan Klaster Baru Corona Perlu Ditindak Tegas

Oleh : Dodik Prasetyo Rizieq Shihab membuat ulah dengan sengaja mengundang 10.000 orang dalam pesta...

29 November 2020, 15:52 WIB

Masyarakat Papua Menolak Provokasi Benny Wenda

Oleh : Yusaac Wakum Salah satu pentolan gerakan separatis Papua, Benny Wenda terus memprovokasi masyarakat...

29 November 2020, 12:57 WIB

Masyarakat Sambut Positif Program Vaksinasi Covid-19

Oleh : Deka Prawira Ketika pandemi sudah kita lewati selama lebih dari 8 bulan, ada...

29 November 2020, 12:51 WIB

Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat Mempercepat Penanganan Covid-19

Oleh : Andi Atgas Pandemi covid-19 telah kita lalui selama berbulan-bulan, namun kita tak boleh...

29 November 2020, 03:13 WIB

Masyarakat Mendukung Penerapan UU Cipta Kerja

Oleh : Dodik Prasetyo UU Cipta Kerja yang diresmikan oktober 2020 lalu baru bisa dijalankan...

29 November 2020, 03:05 WIB

Masyarakat Papua Tolak Provokasi Separatis

Oleh : Agnes Lokbere Kaum separatis terus memprovokasi agar warga asli Papua mau membelot ke...

29 November 2020, 02:49 WIB

loading...