Rabu, 9 September 2020 - 17:12 WIB

Sudah Gasak 1080 Motor, Sindikat Curanmor Dibekuk Polresta Tangerang

TANGERANG – Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Polda Banten meringkus sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sudah berhasil menggasak 1080 motor dalam aksinya. Ada dua tersangka yang diringkus yaitu tersangka RA (25) dan RD (30).

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menerangkan, kedua tersangka sudah beraksi selama 6 tahun. Dalam sehari, kata Ade, para tersangka sedikitnya dapat menggasak 2 sampai 3 sepeda motor dan dalam satu bulan rata-rata berhasil mencuri 15 sepeda motor.

“Para tersangka sudah 6 tahun beraksi, sudah 72 bulan dan ada sekitar 1080 motor yang sudah dicuri. Motor hasil tindak kejahatan dijual para tersangka seharga Rp2-3 juta, maka total keuntungan yang didapatkan sekitar Rp2 miliar,” kata Ade dalam konferensi pers di Polresta Tangerang, Rabu (9/9/2020).

Kata Ade, salah satu tersangka yakni RD merupakan residivis untuk kasus kejahatan yang sama. Tersangka RD, ujar Ade, bebas sekitar 7 tahun lalu. Usai bebas, tersangka RD ternyata kembali melakukan tindak kejahatan yang sama.

Dikatakan Ade, para tersangka beraksi di wilayah Tangerang Raya, Jakarta, hingga wilayah Serang, Banten. Dalam melancarkan aksinya, para tersangka hanya membutuhkan waktu 3 detik untuk merusak dan menjebol kunci kontak kendaraan kemudian langsung membawanya.

“Sasaran para tersangka adalah sepeda motor yang diparkir tanpa pengawasan apalagi tanpa tambahan kunci pengaman,” ujar Ade.

Oleh karena itu, Ade mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama mencegah kejahatan. Sepeda motor, kata Ade, harus diawasi dan ditambah kunci pengaman tambahan. Selain itu, Ade juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli kendaraan tanpa surat resmi sebab patut diduga hasil kejahatan.

“Yang membeli juga dapat dikenakan pidana karena menadah atau membeli kendaraan hasil curian,” terang Ade.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Saat ini kedua tersangka masih terus diperiksa secara intensif guna mengungkap sindikat dan mencari barang bukti sepeda motor lainnya.

“Kasus masih kami kembangkan untuk mencari barang bukti lain,” pungkas Ade.

Artikel ini telah dibaca 218 kali

loading...
Baca Lainnya

Aturan Turunan UU Cipta Kerja Berpihak Pada Industri Rakyat

Oleh : Indra Kurniawan Saat ini Pemerintah terus mengoptimalkan pembahasan penyusunan aturan turunan UU Cipta...

26 Januari 2021, 04:04 WIB

Peran Aktif Generasi Muda Menjaga Identitas Bangsa Indonesia dari Bahaya Radikalisme dan Intoleransi

Oleh: Johan Syahbudin (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Kota Bandung) Diksi “radikalisme” sedang...

26 Januari 2021, 03:50 WIB

Puncak Cemara Sawahlunto Pukau Decak Kagum Bundo Kanduang Sumbar Rezka Oktoberia

Anggota DPR-RI dari fraksi Demokrat dapil II Sumatera Barat Rezka Oktoberia didampingi Runner Up Puteri...

25 Januari 2021, 14:17 WIB

Warganet dan Milenial Mendukung Penanganan Pandemi Covid-19 Melalui Vaksinasi Nasional

Oleh : Putu Prawira Program Vaksinasi akan segera di gelar di Indonesia. Warganet dan milenial...

25 Januari 2021, 06:59 WIB

Walikota Surabaya terpilih Erick Cahyadi suntik “immun booster” Tftt-biotech

Surabaya – Akhir akhir ini peningkatan pasien Covid-19 di Indonesia terus meningkat, salah satu program...

24 Januari 2021, 17:28 WIB

Dukung Vaksinasi, Kalangan Santri Nusantara Bersama Media Siaran Santri Gelar Live Podcast Ajak Masyarakat Melakukan Vaksinasi

Data Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menunjukkan, pada Agustus – Desember ditemukan ada 712 hoaks...

24 Januari 2021, 11:09 WIB

loading...