Rabu, 9 September 2020 - 07:55 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani

Ketua DPR RI Puan Maharani

Warga Sumbar dan Uni Puan, Mari Kita Saling Memaafkan

Oleh: Darlinsah, SH (Wartawan Muda Sumatera Barat)

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Saya selaku masyarakat asli Sumatera Barat mengajak kita semua untuk saling memaafkan, baik masyarakat Sumatera Barat maupun Uni Puan Maharani. Saling memaafkan adalah sifat sangat mulia untuk terjalinnya kerukunan dan silaturrahmi yang baik.

Sebagai pemuda juga sebagai jurnalis muda di Sumatera Barat, saya mengikuti dan mencermati perkembangan kontroversi pernyataan Uni Puan.
Dengan adanya kontroversi atas pernyataan tokoh dari Sumatera Barat, ingin rasanya saya menyampaikan pendapat dan harapan kepada kita semua khususnya warga Sumatera Barat serta Uni Puan, atas polemik yang terjadi saat ini.

Baca juga: Darlin WM Terima Penghargaan dari BPK RI

Apresiasi Tinggi untuk Kapolda Sumbar yang Mewujudkan Harapan Masyarakat

Ini Pemenang Beasiswa Liputan Pengurangan Risiko Bencana di Sumbar

Uni Puan selaku Ketua DPP PDI Perjuangan menyebutkan “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila. Bismillahirahmannirrahim”.

Ucapan itu disampaikannya saat pengumuman pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur dukungan PDIP untuk Pilkada Sumatera Barat, secara virtual di Jakarta, Rabu (2/9/20) kemarin.

Akibat ucapannya, banyak pihak melontarkan kritikan terhadap Uni Puan, namun tidak sedikit juga membela pernyataan tersebut. Hingga kini, Uni Puan masih menjadi perbincangan hangat dan banyak pihak meminta agar Uni Puan meminta maaf atas pernyataannya.

Kita cermati lagi dengan hati yang jernih penyataan Uni Puan, diawal menyampaikan “Semoga” dan diakhir menutup dengan “Bismillahirahmannirrahim”. Ini menandakan adanya harapan, dan ditutup dengan do’a. Artinya, Uni Puan tidak menyebutkan Sumatera Barat belum Pancasilais.

Menurut hemat saya, Uni Puan selaku putri keturunan Minangkabau Sumatera Barat tidak berniat menyinggung masyarakat Sumatera Barat, melainkan ia menyampaikan harapan dan doa untuk Sumatera Barat kepada calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang didukung PDI Perjuangan.

Kemudian ucapan itu disampaikan Uni Puan dalam acara internal PDI Perjuangan. Kepada calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, Uni Puan berharap dan mendo’akan agar Pancasila semakin mantap di Sumatera Barat, sebab Sumatera Barat merupakan tanah kelahiran banyak pahlawan kemerdekaan.

Kita tidak perlu terus menerus mempermasalahkan ucapan itu. Ini masa Pilkada, jangan nanti kita terbawa arus politik tidak sehat, mari berpikiran positif untuk kebaikan Sumatera Barat.

Saya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Sejarawan Anhar Gongong yang tampil di ILC (8/9) malam, menyebutkan bahwa polemik atas ucapan Uni Puan terjadi karena di masa Pilkada.

Saya selaku pemuda yang netral dalam menilai permasalahan ini, mengajak kita masyarakat Sumatera Barat jangan terlalu cepat dibawa oleh arus opini yang menyatakan bahwa maksud pernyataan Uni Puan, Sumbar belum atau kurang pancasilais, belum tentu seperti itu maksudnya. Mari kita pahami dulu sebelum melontarkan kritikan, pertanyakan dulu apa maksudnya, jangan malah mengeluarkan opini jauh melebar yang akhirnya menyudutkan.

Sebagaimana yang disampaikan Ustad Abdul Somad kemarin di ILC, yang tahu maksud ucapan itu adalah orang yang mengucapkannya. Maka dari itu saya selaku pemuda mengajak agar kita jangan main opini sendiri dan menggiringnya terlalu jauh. Namun kita dengar dulu apa penjelasan Uni Puan.

Untuk itu, kita berharap Uni Puan dapat segera menjelaskan secara langsung artinya tanpa perantara menyampaikan apa maksud pernyataan tersebut, sehingga permasalahan segera selesai dan opini tidak semakin melebar jauh.

Kita menyadari masing-masing ada kelemahan. Kita manusia biasa yang pastinya ada kelemahan, bisa saja Uni Puan salah bicara, dan tidak bermaksud menyinggung masyarakat Sumatera Barat soal Pancasila.

Sebagai masyarakat Minangkabau Sumatera Barat, kita mempunyai kebiasaan musyawarah dan saling memaafkan dalam menyelesaikan suatu persoalan.

Kita sangat meyakini, jika Uni Puan minta maaf, maka kita dunsanak Uni dari Sumatera Barat akan bersedia memaafkan. Demikian juga dengan Uni Puan, jika masyarakat Sumatera Barat salah prasangka dalam menafsirkan pernyataan Uni, mohon kiranya juga dimaafkan.

Minta maaf bukan berarti salah, namun minta maaf dan saling memberi maaf kita yakini akan mempererat tali silaturrahmi, mempererat rasa persaudaraan dan kekeluargaan.

Sebagai masyarakat Sumatera Barat, kita sangat bangga memiliki tokoh-tokoh ditingkat nasional, termasuk Uni Puan sendiri adalah perempuan pertama kali yang diamanatkan menjadi ketua DPR RI. Tentunya ini menjadi kebanggaan dan diapresiasi tinggi oleh masyarakat Sumatera Barat.

Untuk itu, kita masyarakat jangan terlalu menyalahkan dengan cara berlebihan, begitu juga dengan yang membela, jangan kita terlalu berlebihan membela pernyataan Uni Puan. Namun, alangkah baiknya kita saling memaafkan, dan mengajak untuk saling menjalin bersilaturrahmi.

Mari kita akhiri menggiring opini terlalu jauh, tidak ada yang salah, ini adalah doa, baik Uni Puan maupun yang sempat melapor ke polisi. Mari kita bersama mengambil hikmah dari semuanya.

Harapan saya mari saling memaafkan, dan jadi harapan besar juga kepada Uni Puan Maharani dapat mengunjungi Sumatera Barat dalam rangka bersilaturrahmi.

Jika dalam tulisan ini ada kata yang salah atau menyingggung mohon dikoreksi dan tolong dimaafkan.

Saya akhiri dengan sebuah harapan.

Mato acok salah maliek, muluik acok salah mangecek, hati acok salah manyangko, dengan niaik nan tulus mari kito saling memaafkan.

Mata sering salah melihat, mulut sering salah bicara, hati sering salah berprasangka, dengan niat yang tulus mari kita saling memaafkan.

Salam untuk kita semua, semoga sehat dan diberkahi Allah SWT. Amin

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Artikel ini telah dibaca 240 kali

loading...
Baca Lainnya

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, Polsek Balaraja Kembali Lakukan Ini

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten kembali mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait...

1 Oktober 2020, 21:55 WIB

Ciptakan Situasi Kondusif, Kapolresta Tangerang Kumpulkan Elemen Buruh dan Pelaku Usaha

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengumpulkan elemen buruh dan pelaku...

1 Oktober 2020, 21:49 WIB

Saat Berkinerja Baik, Anggota Polresta Tangerang Dapat Tiket Umroh

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten kembali memberikan penghargaan kepada personelnya. Untuk peridoe September...

1 Oktober 2020, 21:43 WIB

Jajaran Polresta Tangerang Upacara Virtual Hari Kesaktian Pancasila

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020...

1 Oktober 2020, 21:37 WIB

Kapolresta Tangerang Pimpin Sertijab Kepala Bagian Operasi

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indari memimpin Upacara Serah Terima Jabatan...

1 Oktober 2020, 21:29 WIB

Polres Gayo Lues Laksanakan Oprasi Yustisi Penindakan Warga yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Gayo Lues-Pelaksanaan Operasi Yustisi dalam rangka penindakan terhadap warga yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan Pencegahan...

1 Oktober 2020, 18:16 WIB

loading...