Penerima Sakramen Pernikahan Masal Di Paroki St. Fransiskus Asisi Lakulo Berlangsung Lancar

  • Whatsapp

Malaka –  Rangkain prosesi acara penerima sakramen pernikahan kudus pada 9 pasangan di Gereja St. Fransisikus Asisi Lakulo  kecamatan Weliman Kabaupaten Malaka NTT pk. 09.00 wita berjalan lancar sesuai standar protokol kesehatan, Rabu 9/9/2020

Prosesi acara pemberkatan nikah masal berjalan dengan aman dan tertib sesuai protokol kesehatan. Salah satu pasangan pembelai Yulius Leki-Maria Yovita Bere, disaksikan oleh, Damianus Atok dan Viktoria Hoar, dikentalkan busana budaya adat Malaka. Hal kesaksian meneguhkan kekuatan keabshaan yang dikukuhkan pastor paroki St. Frasiskus Asisi Lakulo, Rm. Hendrikus Fay. Pr.

Terlepas dari Gereja, pada kesempaten berbeda di rumah pembelai Yulilus Leki- Maria Yovita Bere, didalam acara persepsi pemberkatan dihadiri Rm. Paulus Nahak II, Pr. Paman kandung Yulius leki, Dalam kata sambutan petuah keluarga besar Yulius Leki, mengucapkan terimah kasih pada suku Uma fukun Makleat, suku Uma Fukun Tolubein, suku uma fukun akanahon, yang dimana kedua pembelai bernaung.

“Acara sederhana ini tidak mengurangi pengukukuhan sakramen pernikahan yang dikukuhkan oleh pastor paroki. Acara resepsi ini, sudah berstandar sesuai surat keuskupan Atambua dengan kondisi pandemi Covid-19” ujar Rm. Paulus Nahak II.Pr.

Lanjutnya, dalam tenda prosesi suka- cita itu, bahwa sakramen pernikahan yang dikukuhkan pastor paroki mengikat erat hubungan didalam rumah tangga, yang tidak dipisahkan oleh manusia. Pondasi rumah tangga yang kuat dan akur. Patut dipahami bersama dalam kehidupan sehari- hari itu, berstandar pada saling menerima kekurangan dan pendapat sesama suami- istri.

Pada kesempatan sama Viktoria Hoar, tengah kesibukannya, mengatakan untuk memberikan kesaksian yang dipercayakan dari pihak keluarga mempelai bukan hal muda semudah membalik tapak tangan. Kenapa saya mengatakan hal demikan?. Karena kepercayaan yang dipercayakan keluarga dan pasangan suami-istri antara Yulius dan Vita Bere itu, menjadi tanggung jawab yang penuh oleh bapak saksi dan mama saksi dimana ada kesalah pahaman dalam hidup keluarga.

“Oleh karena tanggung jawabnya, maka acara resepsi ini sesuai surat edaran keuskupan Atambua hanya sampai jam 6 sore (18.00 wita). Berdasarkan surat edaran keuskupan, atas ditengah pendemi covid-19 ini patut dijaga bersama demi kebaikan kita” ujar Viktoria Hoar.

Masih tetap tempat yang sama, penerimah sakramen pernikahan kudus Yulius Leki, mengucapkan syukur Pada Bapak Uskup Atambua yang sudah mengizinkan umat untuk  dapat menerima Sakramen Pernikahan sakramen pernikahan Kudus. Waluapun secara sederhana dan patuh dalam protokol kesehatan.(Dami Atok)

Pos terkait

loading...