Rabu, 16 September 2020 - 07:34 WIB

Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita. Sumber: Facebook Bawaslu Pasaman

Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita. Sumber: Facebook Bawaslu Pasaman

Kampanye Kolom Kosong Jadi Polemik, Ini Kata Bawaslu Pasaman

Pasaman, – Hangatnya perbincangan masyarakat Pasaman soal Pilkada Pasaman tahun 2020, disebabkan hanya ada satu pasangan atau calon tunggal yaitu Benny – Sabar.

Sejarah baru untuk Pilkada Pasaman ini ternyata membuat polemik di publik. Polemik disebabkan masih banyak yang belum mengetahui proses pelaksanaan Pilkada dengan calon tunggal tersebut.

Salah satu yang menjadi polemik soal lawan dari calon tunggal. Publik masih banyak belum tahu apakah boleh mengkampanyekan atau mensosialisasikan kolom kosong atau sebutan kotak kosong sebagai lawan dari calon tunggal.

Baca juga: Perda Pasaman: Setiap Orang Dilarang Minum Tuak, Ada Sanksi Pidana

Apresiasi Tinggi untuk Kapolda Sumbar yang Mewujudkan Harapan Masyarakat

Pasangan Diduga Mesum Diarak Kondisi Telanjang Dada di Pasaman

Polemik semakin hangat ketika Ketua Bawaslu Pasaman Rini Juita mengeluarkan pernyataan di media online bahwa adanya larangan mengkampanyekan kolom kosong atau kotak kosong.

Atas polemik tersebut, Deliknews.com mencoba mengkonfirmasi Ketua Bawaslu Pasaman Rini Juita, namun ia menegaskan belum ada aturan yang melarang mengkampanyekan kolom kosong.

“Pertama yang mesti diluruskan adalah tidak ada istilah  undang-undang atau PKPU istilah kotak kosong tetapi yang ada itu kolom kosong. Nah berkaitan dengan aturan kampanye kolom kosong sampai hari ini belum ada aturan yang menegas kampanye kolom kosong, baik itu larangan ataupun teknis berkampanye kolom kosong,” sebut Rini Juita kepada Deliknews.com via WhatsApp, Selasa (15/9/20).

Kemudian ketika dipertanyakan soal pernyataan sebelumnya di media yang menyebutkan adanya larangan mengajak untuk memilih kotak kosong atau kolom kosong. Sepertinya Rini Juita enggan menjawab, hingga berita ini ditayangkan pertanyaan itu belum ada direspon.

Menanggapi itu, Daswan salah seorang warga Pasaman menyarankan kepada pihak Bawaslu selaku pengawas pemilu agar tidak membuat pernyataan yang meragukan publik.

“Kita sarankan kepada pengawas pemilu jangan membuat pernyataan yang belum tentu benar sehingga meragukan publik,” ujarnya.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 159 kali

loading...
Baca Lainnya

Kapolres Majalengka Pimpin Acara Kenal Pamit Kasat Narkoba Dan 3 Kapolsek

MAJALENGKA – Kapolres Majalengka AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso memimpin acara kenal pamit Kasat Narkoba,...

30 Oktober 2020, 19:05 WIB

Gelar Operasi Yustisi di 15 Titik, Polsek Balaraja Tegur 35 Pelanggar

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten bersama Muspika Kecamatan Balaraja dan Muspika...

30 Oktober 2020, 18:51 WIB

Masuki Masa Liburan, Polsek Tigaraksa dan Unsur Muspika Gelar Operasi Yustisi

TANGERANG – Polsek Tigaraksa Polresta Tangerang Polda Banten bersama unsur Muspika Kecamatan Tigaraksa dan Muspika...

30 Oktober 2020, 18:45 WIB

Ciptakan Situasi Kondusif, Polsek Panongan Patroli Kawasan Industri

TANGERANG – Jajaran Polsek Panongan Polresta Tangerang Polda Banten melaksanakan patroli mobile di kawasan industri...

30 Oktober 2020, 18:39 WIB

Saat Libur Panjang, Kapolsek Cisoka Pantau Wisata Tebing Koja

TANGERANG – Polsek Cisoka Polresta Tangerang Polda Banten bersama unsur Muspika Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang...

30 Oktober 2020, 18:33 WIB

Jumling di Balaraja, Kapolresta Tangerang Ajak Jamaah Gotong-royong

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengajak jemaah Solat Jumat untuk...

30 Oktober 2020, 18:24 WIB

loading...