Rabu, 7 Oktober 2020 - 23:58 WIB

Bicara Pendidikan Indonesia, Stafsus Billy Mambrasar Belajar Banyak dari Ganjar Pranowo

Yayasan Kitong Bisa bersama Kementerian BUMN kembali menggelar Webinar BUMN Seri Ke-4 dengan mengusung tema “Solusi Efektif Pendidikan Nasional Era Pandemi Covid-19”, pada Selasa (06/10), melalui Zoom Meeting.

Acara tersebut turut serta menghadirkan pembicara inti, yaitu Nadiem Makariem selaku Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta menghadirkan banyak pembicara ahli lainnya seperti Staf khusus presiden Billy Mambrasar, Wakil Ketua Komisi X DPRI RI Hetifah Sjaifudian,Senior Officer Dana Kemitraan PT. Freeport Indonesia Lita Karubaba dan CEO & Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia Doseba T. Sinay . Webinar tersebut diawali dengan kata sambutan dari Dr. B. D. Nainggolan, MPS selaku Rektor Universitas Advent Indonesia.

Sebagai pemimpin nomer satu sekaligus tokoh kunci Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, ditengah kasus Covid-19, kita harus maju apapun yang terjadi. Dirinya mengibaratkan jika daerah kita hujan dan disatu sisi kita harus sekolah, tentu kita dihadapkan oleh 2 pilihan yaitu tidak berangkat sekolah untuk tetap di rumah saja atau menunggu hujan reda yang tidak dapat diprediksi waktu berhentinya, sama halnya dengan kasus pandemi yang terjadi lebih kurang 7 bulan ini, tentu protokol kesehatan menjadi alat pelindung bagi masyarakat untuk terus bertahan hidup guna menciptakan pemuda yang tetap produktif dan bersinergi untuk saling menopang.

“Pendidikan harus tetap berjalan karena hal tersebut menjadi kunci pembangunan, yang mencakup kecerdasan dan pembangunan karakter. Maka dari itu, perlu ubah mindset baru tata kelola sekolah, ubah orientasi kerja generasi muda dan ubah cara dan budaya kerja masyarakat dengan cara yang luar biasa,” ujar Pak Ganjar.

Ganjar Pranowo telah membuka 7 sekolah di Jawa Tengah yang dijadikan uji coba secara bertahap dengan melakukan pembelajaran tanpa sekat dengan menanamkan protokol kesehatan yang ketat. Hal tersebut menjadi strategi inovatif dan kebijakan terobosan untuk afirmasi anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan yang efektif.

“Karena hasil pembelajaran tanpa sekat hasilnya cukup baik, maka saya melanjutkan simulasi tatap muka pada Oktober mendatang, dengan jumlah yang mengikuti simulasi berlajar tatap muka juga akan ditambah melalui pertimbangan status zonasi,” ungkapnya.

Dari hasil cukup baik tersebut melahirkan hasil kajian dan analisis yang menyatakan bahwa presentase pendapat siswa terhadap proses pembelajaran tatap muka terhadap keefektifan pembelajaran sebesar 70,5%, pengalaman belajar baru sebesar 98,8%, siswa dalam keadaan sehat sebesar 95,0% serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan sebesar 95%.

“Permasalahan yang terjadi sekarang bukan hanya menjadi wadah kritik habis-habisan, tetapi juga harus membangun solusi. Manusia memiliki sifat bertahan hidup dalam keadaan apapun, tentu didalamnya pasti ada sifat positif dan keinginan untuk terus membangun kembali sektor yang telah jatuh karena pandemi,” tambah Ganjar.

Staf Khusus Presiden sekaligus Duta SDGs Billy Mambrasar mengungkapkan, Pak Ganjar merupakan pemimpin ideal yang dapat menjadi magnet seluruh kalangan masyarakat untuk terus berpikir solutif dan transformatif. Billy menambahkan, meskipun uji coba pembelajaran tanpa sekat banyak protes dari masyarakat yang kontra karena satu dan dua hal, dengan segala kerendahan hatinya, Pak Ganjar dapat membuktikan bahwa setiap masalah memiliki kebijakan solusi yang efektif.

“Pak Ganjar merupakan pemimpin yang hebat. Saya pernah menghadiri acara di Semarang dan juga turut menghadiri Pak Ganjar, pesertanya sebanyak 1.500 milenial dan semuanya membawa produk UMKM masing-masing,” ucap Billy menyapa Pak Ganjar.

Pemuda asli Papua yang tengah studi di Universitas Harvard ini mengemukakan pendapatnya mengenai pendidikan di Indonesia yang telah mengalami perkembangan pesat. Selain itu, Indonesia juga mengalami bonus demografik penduduk usia produktif yang mayoritas berasal dari milenial.

Perkembangan signifikan ini meliputi Human Development Index (HDI) Indonesia, ukuran ekonomi, tingkat penetrasi internet tertinggi hingga tercepat di dunia dan bonus demografi.

Dalam upaya mendorong Indonesia menjadi negara maju kita harus fokus pada pragmatisme untuk berkolaborasi membentuk inovasi. Beberapa hal tersebut diantaranya fokus pada ke usia mereka yang transmisi ke dunia kerja, agar tidak terjadi penumpukan pengangguran.

“Covid-19 memang membuat kendala yang sama di semua negara yaitu bidang pendidikan. Melihat hal ini Presiden Jokowi mengatakan pembangunan SDM yang kerja keras, dinamis, dan terampil, serta meguasai pengetahuan teknologi akan menjadi fokus prioritas bagi negara kita,” ungkap Billy.

Artikel ini telah dibaca 184 kali

loading...
Baca Lainnya

Masyarakat Apresiasi Pembangunan Jalan Trans Papua

Oleh : Rebecca Marian Pembangunan di Papua sangat diapresiasi oleh masyarakat. Mereka merasa lebih maju...

25 November 2020, 20:04 WIB

Masyarakat Menolak Safari Habib Rizieq di Daerah

Oleh : Abdul Rahman Terjadi banyak penolakan terhadap safari ceramah yang akan dihadiri oleh Habib...

25 November 2020, 15:09 WIB

Hoax UU Cipta Kerja Hambat Pemulihan Ekonomi

Oleh : Alfisyah Dianasari UU Cipta Kerja lahir dengan banyak penolakan dari buruh dan masyarakat...

25 November 2020, 14:57 WIB

Pemerintah Pastikan Vaksin Covid-19 Halal

Oleh : Edi Jatmiko Sebentar lagi vaksin covid-19 akan diluncurkan di indonesia. Masyarakat tak perlu...

25 November 2020, 14:43 WIB

UU Cipta Kerja Bantu Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Oleh : Alfisyah Dianasari Pemulihan ekonomi menjadi fokus pemerintah di masa pandemi. Memang tak hanya...

24 November 2020, 23:25 WIB

PT LIB Bertemu Kabaharkam Polri, Liga 1 dan 2 Siap Digelar Februari 2021

JAKARTA – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menerima audiensi dari...

24 November 2020, 22:42 WIB

loading...