Jumat, 9 Oktober 2020 - 01:31 WIB

Mahasiswa Sumsel, Hanya 1 Kata “Tolak” Omnibuslaw

Palembang – Aksi massa gabungan Mahasiswa dari berbagai Universitas, pemuda dan buruh di Sumatera Selatan menolak Undang Undang Cipta Kerja (Omnibuslaw) di depan halaman gedung DPRD Sumsel, Kamis 8/10/2020.

Sebelum melakukan Aksi di depan Gedung DPRD Sumsel para Mahasiswa berkumpul dan berorasi di persimpangan jalan kapten A. Rivai. Setelah berbagai utusan dari Universitas yang ada di kota Palembang hadir, para Mahasiswa langsung menuju Gedung DPRD Sumsel dengan menggunakan mobil, motor serta berjalan kaki.

Harapan Mahasiswa untuk bertemu dengan unsur pimpinan DPRD Sumsel pada hari ini gagal karena para anggota DPRD Sumsel melakukan kunjungan kerja.

Dalam orasinya bergantian dari berbagai utusan Mahasiswa yang mewakili berbagai Universitas sepakat hanya satu kata “Tolak” Omnibuslaw.

Mahasiswa hanya di temui oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumsel, Ramadhan S Basyeban. Kehadiran Sekwan ditengah kerumunan mahasiswa tidak membuat mahasiswa puas karena harapan mereka bisa bertemu dengan unsur pimpinan DPRD Sumsel.

Didepan halaman kantor DPRD Sumsel yang sudah dikawal ratusan aparat kepolisian berpakaian lengkap, mobil Barakuda serta water canon, selama tiga jam mahasiswa berorasi didepan Gedung DPRD Sumsel. Namun unsur pimpinan DPRD yang diharapkan untuk hadir menemui didepan mereka untuk mendengarkan.

Para demonstran mulai kesal sebab tuntutannya untuk bertemu semua anggota DPRD Sumsel atau Ketua DPRD hingga sore ini belum bisa dipenuhi, meski Sekwan telah menemui mereka.

Pantauan dilapangan masa aksi demo yang telah melakukan berbagai orasi bergantian dan ada puluhan mahasiswa membawa spanduk untuk menolak Omnibuslaw. Penghujung waktu dari kerumunan para mahasiswa ada oknum yang melakukan provokasi melempar bekas botol minuman.

Pihak Kepolisian mengambil langkah represif supaya aksi anarkis tidak berlanjut. Pihak kepolisian langsung membubarkan aksi masa tersebut dengan menggunakan mobil water canon dan menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

Sementara dari para Mahasiswa pun membalas dengan melakukan aksi perlawanan dengan cara melempar batu ke arah aparat keamanan.

Usai kerusuhan terjadi, berbagai kendaraan dan fasilitas kantor DPRD Sumsel di rusak, mobil pihak kepolisian, pagar gerbang kantor DPRD Sumsel rusak serta berbagai kendaraan lainnya. (adi/jat)

Artikel ini telah dibaca 168 kali

loading...
Baca Lainnya

Peringati HUT LMP ke 20, Macab LMP Kab Muba Rencanakan Kegiatan Pencegahaan Penyebaran Covid-19

Muba – bertempat di Sekretariat markas cabang Laskar Merah Putih Muba (LMP), Kamis 22/10/2020 Rapat...

23 Oktober 2020, 11:17 WIB

Pemkab Muba Mantapkan Peresmian Instalasi Pengolahan Aspal Karet dan Uji Gelar

Muba – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam hilirisasi karet akan terwujud, peresmian Pengolahan dan Uji...

21 Oktober 2020, 21:20 WIB

Pemkab Muba Buka Pendaftaran Calon Anggota KPAD Priode 2021-2025

Muba – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Panitia Seleksi Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD)...

19 Oktober 2020, 21:49 WIB

Ketum Mabes LMP H.Adek Erfil Manurung SH Tinjau Macab LMP Musi Banyuasin

Muba – Pengurus markas besar laskar merah putih bersama Plh Ketua Mada LMP Sumsel Alex...

19 Oktober 2020, 15:12 WIB

Ruas Jalan di Perumahan Griya Asri Sukajadi Banyuasin Belum Pernah Tersentuh Pembangunan

Banyuasin – kondisi jalan di perumahan Griya Asri Sukajadi (GAS) RT. 065/RW 004 kelurahan Sukajadi...

18 Oktober 2020, 19:22 WIB

Dugaan Suap Oknum Komisioner KPU OKU Timur Akan Berujung Pidana

OKU – Lembaga Aliansi Indonesia DPC OKU Timur, bersama Ketua DPC OKU Timur Ustad Kanda...

14 Oktober 2020, 22:48 WIB

loading...