Sabtu, 10 Oktober 2020 - 17:39 WIB

Aktivitas tim medis saat hendak menangani para pasien covid -19 di
di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2020).
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan covid-19 menyiapkan tower 5 yang
direncanakan beroperasi malam ini untuk fasilitas isolasi mandiri bagi
pasien tanpa gejala. Tower 5 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet terdiri
dari 32 lantai dan memiliki 886 kamar yang mampu menampung 1772 pasien.

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Aktivitas tim medis saat hendak menangani para pasien covid -19 di di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2020). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan covid-19 menyiapkan tower 5 yang direncanakan beroperasi malam ini untuk fasilitas isolasi mandiri bagi pasien tanpa gejala. Tower 5 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet terdiri dari 32 lantai dan memiliki 886 kamar yang mampu menampung 1772 pasien. MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Terus Meningkat

Oleh : Ismail

Pasien corona yang sembuh terus meningkat dan ini adalah kabar baik, karena pandemi bisa lekas berakhir. Angka mortalitas juga makin menurun. Hal ini menunjukkan kesigapan pemerintah dalam menangani corona.

Tak terasa kita sudah berada dalam masa pandemi selama lebih dari 6 bulan. Walau shock pada awalnya, namun akhirnya kita mampu beradaptasi dan terbiasa untuk memakai masker ke mana-mana. Kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan juga terus meningkat.

Hasil dari aturan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat adalah naiknya angka kesembuhan pasien corona. Dari yang awalnya hanya 73%, saat ini jadi 75%. Sedangkan angka mortalitasnya turun jadi hanya 3,77%. Makin banyak pasien yang sembuh dan tingkat penularan corona menurun.

Dokter Reisa Brotoasmoro menyatakan bahwa naiknya angka kesembuhan pasien adalah buah dari program 3T yang dicanangkan pemerintah. Yakni Testing, Tracing, dan Treatment. Testing adalah melakukan rapid test kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Tiap hari pemerintah melakukan setidaknya 40.000 tes untuk mengetahui apa ada pasien corona baru.

Tracing adalah program untuk mencari jejak ke mana saja pasien corona pergi dan berkontak dengan orang sehat. Karena mereka saat ini bisa saja berstatus OTG alias orang tanpa gejala. Orang-orang yang pernah berkontak langsung, akan segera diminta melakukan rapid test, sehingga jika ketahuan sakit akan bisa lekas diobati di Rumah Sakit.

Sedangkan treatment adalah pengobatan. Pada awalnya, obat wajib corona adalah chloroquine. Namun ternyata ada pasien yang malah tidak cocok. Saat ini ada kombinasi obat corona yang lebih paten, yakni lopinavir, ritonavir, dan azitromisin. Penelitian kombinas obat itu sangat disokong oleh pemerintah.

Selain memberi obat yang lebih bagus, pemerintah juga menggratiskan biaya pengobatan pasien corona, melalui BPJS. Karena jika tidak ditanggung, pasien harus membayar setidaknya 400 juta rupiah. Oleh karena itu, kita jangan sampai lupa bayar BPJS apalagi tidak memiliki kartunya.

Setelah dirawat selama setdaknya 14 hari, maka pasien tidak boleh pulang begitu saja. Ia harus dites swab ulang minimal 2 kali. Jika hasilnya negatif, maka baru diperbolehkan untuk meninggalkan Rumah Sakit. Pasien juga disarankan isolasi mandiri selama 2 minggu, agar benar-benar sembuh dan tidak berpotensi menularkan kepada orang lain.

Para tenaga kesehatan juga berperan penting dalam perang melawan corona. Pasien sembuh yang jumlahnya meningkat adalah hasil kerja keras mereka, yang rela berpanas-panasan memakai APD. Serta berani berkontak dengan pasien, walau ada kemungkinan untuk tertular. Pemerintah memberi intensif khusus untuk menghargai nakes.

Selain nakes, maka personil di Rumah Sakit juga ditambah dengan relawan. Karena untuk mencegah mereka bekerja melebihi shift normal. Dengan adanya relawan maka nakes bisa menghemat tenaga dan tidak memforsir tubuh, sehingga terhindar dari kasus tertular. Relawan juga mulia karena mereka turut menaikkan angka kesembuhan pasien covid.

Langkah pemerintah untuk mengatasi corona tentu harus didukung oleh rakyat. Ketika ada yang disiplin bermasker, maka ada oknum yang bersikukuh tak mau memakainya. Apalagi menganggap corona hanya penyakit konspirasi. Oknum ini yang harus diberantas dan diubah mindset-nya. Masyarakat jangan percaya begitu saja, karena mereka hanya percaya hoax.

Mereka perlu diperlihatkan realita bahwa corona bisa menyerang siapa saja, bahkan presiden Amerika. Sayangnya ada oknum seperti ini yang baru percaya jika ada virus covid-19 saat sudah tertular. Sungguh miris.

Ketika angka kesembuhan pasien corona terus naik, maka kita perlu lebih berdisiplin dalam menaati protokol kesehatan. Jangan malah melepas masker dan lengah sedikitpun. Karena virus covid-19 bisa menular lewat udara, jadi harus lebih ketat untuk mencegahnya. Ingatlah pepatah lama, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Penulis adalah mahasiswa IISIP Jakarta

Artikel ini telah dibaca 183 kali

loading...
Baca Lainnya

Masyarakat Apresiasi Pembangunan Jalan Trans Papua

Oleh : Rebecca Marian Pembangunan di Papua sangat diapresiasi oleh masyarakat. Mereka merasa lebih maju...

25 November 2020, 20:04 WIB

Masyarakat Menolak Safari Habib Rizieq di Daerah

Oleh : Abdul Rahman Terjadi banyak penolakan terhadap safari ceramah yang akan dihadiri oleh Habib...

25 November 2020, 15:09 WIB

Hoax UU Cipta Kerja Hambat Pemulihan Ekonomi

Oleh : Alfisyah Dianasari UU Cipta Kerja lahir dengan banyak penolakan dari buruh dan masyarakat...

25 November 2020, 14:57 WIB

Pemerintah Pastikan Vaksin Covid-19 Halal

Oleh : Edi Jatmiko Sebentar lagi vaksin covid-19 akan diluncurkan di indonesia. Masyarakat tak perlu...

25 November 2020, 14:43 WIB

UU Cipta Kerja Bantu Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Oleh : Alfisyah Dianasari Pemulihan ekonomi menjadi fokus pemerintah di masa pandemi. Memang tak hanya...

24 November 2020, 23:25 WIB

PT LIB Bertemu Kabaharkam Polri, Liga 1 dan 2 Siap Digelar Februari 2021

JAKARTA – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menerima audiensi dari...

24 November 2020, 22:42 WIB

loading...