Dugaan Suap Oknum Komisioner KPU OKU Timur Akan Berujung Pidana

OKU – Lembaga Aliansi Indonesia DPC OKU Timur, bersama Ketua DPC OKU Timur Ustad Kanda Budi dengan didampingi oleh Ketua DPD Aliansi Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Syamsuddin Djoesman melaporkan KPU OKU Timur ke KPU Sumsel, Selasa, 13/10/2020

Sebelum pelaporan ke KPU Sumatera Selatan, Aliansi Indonesia melalui DPC Kab. OKU Timur telah terlebih dahulu melaporkan dugaan pelanggaran kode Etik ini ke Bawaslu Provinsi Sum-Sel, setelah itu DPC Aliansi Indonesia OKU Timur Pimpinan Ustad Kanda Budi melanjutkan Laporan tersebut ke DKPP RI.

“Terkait dengan permasalahan yang sama, dilanjutkan kembali ke Kejaksaan Agung RI dan KPK sehubungan dengan Pidana nya yaitu suap yang dilakukan oleh Oknum Calon Anggota Dewan OKU Timur berjumlah 2,5 Milyar Kepada salah seorang Oknum Komisioner KPU OKU Timur berinisial YL untuk meloloskan Oknum yang bersangkutan menjadi Anggota Dewan baik di OKU Timur sendiri, Provinsi, maupun DPR RI “Jelas Kanda Budi.

Lanjutnya, Pelaporan ke KPU Provinsi Sum-Sel, saya dampingi oleh Ketua DPD Sum-Sel dan Wakil, Staff, serta Tim Advokasi berjumlah 30 Orang.

DPC Aliansi Indonesia, Ustad Kanda Budi dan Syamsudin Djoesman disambut oleh Ketua dan Anggota Komisioner; Kelly Mariana (Ketua), Hendri Alma Wijaya (Anggota), Hepriyadi (Anggota), Amrah Muslimin (Anggota).

Ketua DPC dan Ketua DPD Aliansi Indonesia Provinsi Sum-Sel memberikan keterangan mengenai Dugaan Suap dan Pelanggaran Kode Etik yang dilakukan Anggota Oknum Komisioner KPU OKU Timur di depan anggota Komisioner KPU Sumsel.

Dalam keterangannya Ustad Kanda Budi memaparkan bagaimana Kronologis pelanggaran tersebut, beserta bukti-bukti lainnya berupa keterangan yang di gali dari beberapa sumber yang valid dan dapat dipercaya serta bukti percakapan sdr YL yang mengakui bahwa benar suap 2,5 Milyar itu benar adannya.

Sebelumnya KPU Provinsi Sum-Sel sudah pemanggilan ke 5 (lima) Komisioner KPU OKU Timur untuk dimintai keterangan. Hasilnya akan menjadi rujukan atau rekomendasi KPU Sum-Sel untuk dilakukan pendalaman materi di DKPP RI di Jakarta, bertepatan juga Tim Aliansi DPC OKU Timur telah melaporkan hal tersebut di atas ke DKPP RI di Jakarta.

“Kami sangat menjaga marwah keberadaan KPU Khususnya KPU Sum-Sel. Salah seorang Komisioner KPU yang berinisia YL mengatakan apabila ini terbongkar akan banyak fihak yang terlibat tidak hanya Oknum KPU OKU Timur akan tetapi Pejabat Pemda, dan oknum pejabat KPU Sum-Sel akan terkena imbasnya jelas YL di dalam Vidio rekaman ke Tim Investigator DPC Aliansi Indonesia OKU Timur” ujar kanda Budi

Ini tentu nya menjadi permasalahan serius yang harus di tindak lanjuti jelas salah seorang Komisioner Anggota KPU Sum-Sel Sdr. Amrah Muslimim, tidak ada yang kebal hukum di negeri ini siapa yang salah harus di hukum, akan tetapi kita tetap harus mengedepankan azas Praduga tak bersalah dan proses hukum yang ada.

Diakhir penyampaian penjelasan dugaan Suap dan pelanggaran Kode Etik kepada komisioner KPU Sum-Sel, Ustad Kanda Budi menyerahkan Bukti Rekaman untuk menjadi Acuan KPU Sum-Sel yang menjadi salah satu alat bukti untuk mengungkap dugaan suap dan pelanggaran Kode Etik Oknum KPU OKU Timur.

Saat wawancara rekan-rekan pewarta sempat meminta keterangan kepada Ketua DPC Aliansi Indonesia Ustad Kanda Budi, mengatakan sangat disayangkan, ketika diminta keterangan Kelima Komisioner KPU OKU Timur oleh Komisioner KPU Provinsi Sum-Sel.

“Apa yang disangkakan oleh Tim Investigasi Aliansi Indonesia tidak benar, sementara dari pengakuan YL sendiri kepada Tim Investigator Aliansi Indonesia bahwa dugaan suap yang terjadi memanglah benar adanya sebagaimana pengakuan YL dalam bukti rekaman, info ini Sdr. Kanda Budi dapatkan dari sumber yang ada di dalam KPU Sum-Sel sendiri yang engan disebutkan namanya, “Ungkap Kanda Budi.

Sempat juga dalam sesi wawancara Ketua DPD Aliansi Indonesia, Syamsudin Djoesman meminta kepada Semua fihak dalam hal ini Bawaslu, KPU OKU Timur, KPU Sum-Sel, dan DKPP RI, Kejaksaan Agung RI, serta KPK RI untuk mengawal permasalahan ini.

“Sikap kami agar dapat mengungkap tabir kepalsuan Oknum KPU, dan pejabat Pemda khususnya di OKU Timur menjadi terang benderang sehingga Marwah dari pada KPU dapat terjaga kesuciannya, ” ujar Syamsudin Djoesman dengan lantang. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.