Rabu, 14 Oktober 2020 - 21:42 WIB

Lihat, Video Viral BHS-Taufiq Terjawab di Bawaslu Sidoarjo, Begini Ceritanya

Sidoarjo – Heboh soal video joget Calon Bupati Sidoarjo nomor urut 1 Bambang Haryo Soekartono akhirnya terjawab. Rabu (14/10) BHS sapaan akrabnya bersama pasangan duetnya Taufiqulbar datang memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) daerah itu.

Komisoner Penegakan Hukum Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agung Nugroho mengungkapkan, dalam video yang beredar tersebut memang bukan kegiatan kampanye, melainkan syuting video klip sebagai bahan kampanye dan belum bisa dinyatakan melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 13 tahun 2020, tentang Pilkada serentak lanjutan dalam kondisi bencana non alam pada pilkada serentak tahun 2020.

“Untuk sementara dan tidak mendahului, fakta menunjukkan bahwa video di dalam garasi Bus itu bukan merupakan kegiatan kampanye, tapi masih pengambilan video untuk kebutuhan iklan kampanye nantinya,” ungkap Agung kepada RRI dalam jumpa pers dibkantor Bawaslu Sidoarjo di Jl. Pahlawan, Kecamatan/Kota Sidoarjo.

Lebih jauh Agung menjelaskan bahwa terkait perijinan belum ada kesalahan, pasalnya dalam PP 60 maupun PKPU masuk dalam pemberitahuan dan bukan soal ijin kegiatan. Bawaslu akan mengumumkan hasil pemeriksaan dalam sepekan kedepan.

“Terkait masalah dua peristiwa ini, kedua kegiatan itu sudah ada pemberitahuannya. Dan terkait hasil tahap pemeriksaannya ini kita ada waktu satu pekan,” ujar Agung.

Sementara, Bambang Haryo atau yang akrab disapa BHS menjelaskan, dalam video jogetnya bersama seorang wanita itu, merupakan seorang pedagang pasar selosoan atau pasar kaget (Jawa-Red) di Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu dalam agenda kunjungan atas panggilan para pedagang.

“Saya hadir di Pasar seloso atas permintaan masyarakat pedagang disitu. Dimana masyarakat mengeluh kesulitan dan dilarang bedagang disana,” jelas BHS dalam keterangan resminya di Kantor Bawaslu Kabupaten Sidoarjo.

BHS pun menegaskan, bahwa wanita yang berjoget bersamanya itu merupakan pegadang bedak pasar kaget yang secara spontan meminta joget dengannya, ketika ia diminta untuk berjoget bersama oleh pengamen karaoke dengan membawa speker aktif dilokasi.

“Saya diminta oleh pengamen untuk joget sekedap (sebentar-bahasa jawa). Saya joget sebentar tak lebih dari 15 detik di akhir lagu karena demi permintaan pengamen yang bagi saya cukup membuat hati saya tersentuh itu. Dan lima detik pertama saya joget sendirian. Tiba-tiba mendekat wanita penjual bedak yang saya beri masker tadi ikut joget,” ulas BHS.

Lebih jauh BHS menjelaskan, dalam kehadirannya di Pasar tersebut juga dihadiri oleh para petugas panwascam maupun angota polsek setempat, dan tak lepas dari dampingan LO dari Polres.

“Saya pun tidak berhak menyingkirkan mereka. Karena ini rakyat yang nantinya saya sebagai pengayom mereka,” tegas BHS.

Lebih jauh BHS menegaskan, bahwa dua video seperti yang diberitakan merupakan Video yang berbeda lokasi.

“Saya tegaskan, peristiwa jogetan itu tidak ada hubungannya dengan konser yang sebetulnya untuk video klip,” tegas BHS dengan tegas. (q cox, drie)

Artikel ini telah dibaca 63 kali

loading...
Baca Lainnya

Waspada KAMI Membohongi Rakyat

Oleh : Raavi Ramadhan Masyarakat sudah sangat lelah menghadapi KAMI karena tak henti-hentinya menebar sensasi....

31 Oktober 2020, 22:58 WIB

Program Vaksinasi Harapan Baru di Masa Pandemi

Oleh : Zainudin Zidan Program vaksinasi di Indonesia rencana dilaksanakan dalam waktu dekat. Rencana ini...

31 Oktober 2020, 22:25 WIB

UU Cipta Kerja Mempermudah Perizinan Usaha

Oleh : Angga Gumilar DPR baru saja mengesahkan Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) sebagai salah...

31 Oktober 2020, 16:51 WIB

Pilbup Sidoarjo, Bakal Wujudkan Swasembada Pangan, Cabup Bambang Haryo Serius Perhatikan Nasib Petani

Sidoarjo – Calon Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) terus melakukan safari politiknya dengan terjun...

31 Oktober 2020, 02:44 WIB

Dukung Otsus untuk Masa Depan Pemuda Papua

Oleh : Abner Wanggai Otonomi khusus akan diperpanjang selama 20 tahun ke depan. Seluruh warga...

30 Oktober 2020, 22:10 WIB

Mewaspadai Klaster Keluarga Selama Libur Panjang

Oleh : Rahmat Siregar Di akhir bulan Oktober, masyarakat Indonesia menikmati libur panjang sejak 28...

30 Oktober 2020, 21:21 WIB

loading...