Dua Gedung Baru SMA R.A. Kartini – Malaka Dipersoalkan Keluarga

Malaka – berawal dari persoalan tanah keluarga kini menjalar mempersoalkan bangun 2 gedung yang sementara dibangun bersumber dari dana DAK Pemkab Malaka untuk sekolah SMA R.A Kartini di desa Maktihan kec. Malaka Barat.

Kapolsek Malaka Barat, Iptu. W.Budiasa ditemui di lokasi sekolah SMA R.A Kartini desa Maktihan, Sabtu 24/10/2020 menyampaikan sama pihak keluarga yang mempersoalkan status tanah agar diselesaikan secara baik dengan kekeluargaan. Dan kami dari pihak kepolisian hanya datang untuk melihat kondisi dan situasi demi menjaga keamanan.

“Kepada keluarga besar yang bertikai masalah tanah untuk bisa berembuk bersama secara kekeluargaan yang harmonis, mengingat gedung sekolah yang sudah dibangun ini secara permanen” ujar Iptu. W.Budiasa

Lanjutnya, saya mengucapkan terima kasih sama penjabat desa Maktihan, karena sudah menyurat ke kami sebagai pihak kepolisian untuk memantau langsung di lokasi, walaupun tidak ada kesalah pahaman. Kami sebagai pihak pelayanan masyarakat, bila ada surat pemberitahuan kami melayani 1×24 jam.

Ditempat yang sama, pejabat desa Maktihan, Yosivina Koen Taek, mengatakan kami sebagai pihak aparat pemerintah desa datang untuk memberikan pedoman yang baik. Sehingga dapat mengurus persoalan ini dengan baik dan secara kekeluargaan. Lokasih tanah yang dipersoalkan ini kan masih dalam satu keluarga saja.

Ke 2 belah pihak bahwa sudah selesai mengadakan rembuk bersama keluarga supaya melaporkan kembali hasilnya rembuka pada kami. Sehingga pihak pemerintah desa dapat mengetahui perkembangan masalah ini.

Ditempat yang sama, Wilibrodus Klau Taek selalu saudara tertua mengatakan saya akan menjelaskan terkait batas-batas tanah dan status tanah milik keluarga.

“Saya tidak setuju dengan adanya pembangunan SMA.R.A Kartini, karena pada mulanya membangun gedung tersebut belum ada pemberitahuan dari Ibu Kristina Hoar Berek pada kami” ujar Wilibrodus Klau Taek.

Lanjutnya, untuk status tanah ini, tidak ada kejelasan maka saya menempuh jalur hukum. Mengenai status tanah tersebut kepemilikan telah jelas bahwa itu adalah milik saya sesuai hasil yang dibagikan oleh orang tua kita yang sudah almarhum.

Untuk sil-sila tanah, saya sebagai Anak yang tertua lebih tau secara jelas. Oleh sebab itu, saya meminta sama Ibu kristina untuk menjelaskan sehingga dapat pertanggung jawabkan persoalan ini, pungkas. (Dami Atok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.