Cabup dan Cawabup Ngawi Ony-Antok Selayang Goresan

- Tim

Minggu, 25 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGAWI – Secara popularitas, pasangan Ony Anwar dan Dwi Rianto “Antok” Jatmiko memang sudah tidak terbantahkan lagi.

Menurut hasil survei, kedua tokoh politik muda asli Ngawi itu tingkat kepopulerannya mampu mencapai 90 persen lebih. Tapi, dibalik itu mungkin banyak yang tidak tahu latar belakang dan alasan mereka memilih terjun ke dunia politik.

Calon Bupati Ngawi Ony Anwar mengaku sebelum masuk ke dunia politik sempat bekerja di PT Widodo Griya Kencana di Yogyakarta. Pekerjaan itu dia tekuni selepas menyelsaikan kuliahnya di Fakultas Teknik UII Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu, pada tahun 2010 dia diminta pulang oleh ayahnya yakni dr. Harsono, Bupati Ngawi Periode 2000-2010. ‘’Waktu itu bapak menyodori nama-nama calon wakil bupati yang akan mendampingi Pak Kanang (Budi Sulistyono), tapi nama saya justru tidak ada,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Halal Bi Halal Bareng 100 Tukang Becak, Inilah Mimpi Laskar Ngawi

Pada masa itu, Budi Sulistyono yang awalnya sebagai wakil bupati mengajukan diri sebagai calon bupati Ngawi pada pilkada 2010. Kanang sempat menolak semua nama yang disampaikan oleh Harsono. Ketika itu, Kanang hanya mau maju di pilkada jika wakilnya Ony Anwar sendiri.

‘’Akhirnya saya dipaksa pulang, dan dijelaskan semuanya,’’ kenang suami dr. Ana Mursyida itu.

Ony juga tidak langsung mengiyakan permintaan menjadi cawabup. Alasannya sudah terlanjur asyik bekerja dan belum memahami sama sekali tentang dunia politik.

Namun, orientasinya berubah ketika dia diajak turun ke lapangan menyaksikan sejumlah problematikan yang menimpa warga Ngawi. Mulai dari masalah kemiskinan, kerusakan lahan hutan dan sebagainya.

‘’Dari situ saya terdorong untuk bisa memperbaiki permasalahan itu dan merealisasikan apa yang jadi harapan warga,’’ terang bapak dua anak ini.

Setelah merasakan terjun di dunia politik dan menjabat sebagai wabup satu periode, Ony pun melanjutkan ke periode kedua. Dia mengaku sudah nyaman dengan keseharian sebagai pejabat publik.

Baca Juga :  Laskar Ngawi dan Anis Rupata Nera Foundation Kembali Turun ke Jalan

Menurut dia, dengan amanah itu dapat melakukan banyak hal untuk membantuk orang lain. ‘’Semua itu berlangsung hingga sekarang. Jadi yang melatarbelakangi saya ke dunia politik sebenarnya bukan materi, tapi karena ingin membantu orang lain tadi,’’ ungkap pria kelahiran Ngawi 15 Desember 1979 ini.

Berbeda dengan Calon Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto “Antok” Jatmiko. Suami dari Ineke Dwi Astuti itu terlahir dari keluarga yang memiliki darah politik kental.

Ayahnya merupakan seorang politisi dan pengagum Bung Karno. Sejak PDIP dibentuk sekitar tahun 1998 lalu, Antok juga langsung masuk di dalamnya sebagai pengurus ranting Desa Semen, Paron.

‘’Hingga menjadi ketua DPC PDIP Ngawi sekarang,’’ ujar pria kelahiran Ngawi, 16 November 1971 ini.

Baca Juga :  Halal Bi Halal Bareng 100 Tukang Becak, Inilah Mimpi Laskar Ngawi

Di pemerintahan, pengalaman bapak tiga anak ini tidak dapat diragukan lagi terutama pada lembaga legislatif.

Sudah 16 tahun Antok menjadi anggota DPRD Ngawi, 12 tahun di antaranya menjabat ketua dewan. Namun, menurut Antok berkecimpung di legislatif saja ternyata tidak cukup ruang mengabdikan diri untuk Ngawi.

‘’Selama menjadi anggota dewan kewenangan kami terbatas, berbeda dengan lembaga eksekutif,’’ ungkap Magister Hukum UNS tahun 2017 itu.

Di DPRD, Antok hanya mampu mengawasi, mengontrol dan ikut menyusun anggaran pemerintah daerah. Sedangkan di eksekutif, dia bisa menjadi eksekutor langsung dari semua kebijakan.

Meski demikian, Antok menyadari pengalamannya di eksekutif masih kurang. Sehingga perlu melakukan penyesuaian dulu. ‘’Prinsipnya, saat ini saya ingin membantu Mas Ony untuk merealisasikan apa yang menjadi visi dan misi untuk Ngawi kedepan,’’ ungkapnya.  [jawa pos/noer]

Berita Terkait

Bambang Haryo Apresiasi Kemenhub Tangani Kasus STIP
PETI Marak Lagi di Sumbar, P2NAPAS Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda
Kemnaker Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan SDM dengan Jepang
Posko THR Tutup, Kemnaker Terima 1.539 Aduan Dari 965 Perusahaan
Posko THR Tutup H+7 Lebaran
Halalbihalal, Menaker Minta Pegawai Tingkatkan Etos Kerja dan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat
Menaker : Tradisi Mudik Lebaran Tak Boleh Berhenti
Menaker Dukung Mudik dan Arus Balik Gratis jika Produktivitas Pekerja Meningkat

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 10:30 WIB

Bambang Haryo Apresiasi Kemenhub Tangani Kasus STIP

Sabtu, 27 April 2024 - 21:58 WIB

PETI Marak Lagi di Sumbar, P2NAPAS Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda

Selasa, 23 April 2024 - 21:48 WIB

Kemnaker Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan SDM dengan Jepang

Kamis, 18 April 2024 - 21:39 WIB

Posko THR Tutup, Kemnaker Terima 1.539 Aduan Dari 965 Perusahaan

Selasa, 16 April 2024 - 18:35 WIB

Posko THR Tutup H+7 Lebaran

Selasa, 16 April 2024 - 17:17 WIB

Halalbihalal, Menaker Minta Pegawai Tingkatkan Etos Kerja dan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat

Minggu, 7 April 2024 - 09:53 WIB

Menaker : Tradisi Mudik Lebaran Tak Boleh Berhenti

Sabtu, 6 April 2024 - 13:50 WIB

Menaker Dukung Mudik dan Arus Balik Gratis jika Produktivitas Pekerja Meningkat

Berita Terbaru

Regional

Kabag Ren Polres Nisel Dan Kapolsek Sertijab

Senin, 20 Mei 2024 - 13:53 WIB

Regional

Firman Giawa Hadiri Perayaan HUT BKPN Ke – 30 Tahun

Minggu, 19 Mei 2024 - 22:26 WIB