Senin, 26 Oktober 2020 - 18:43 WIB

Begini Langkah Terbaik Indonesia untuk Perdamain Azerbaijan dan Armenia

Konflik yang telah terjadi selama puluhan tahun yang melanda Armenia dan Azerbaijan masih terus terjadi perselisihan. Konflik ini dimulai pada abad ke-20, khususnya pada Nagorno-Karabakh yang merupakan suatu persengketaan wilayah dan konflik etnis antara Armenia dan Azerbaijan atas wilayah Nagorno-Karabakh, yang secara de facto dikuasai oleh Republik Nagorno-Karabakh yang diproklamasikan sendiri, tapi secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan.

 

Selama kurang lebih 2 bulan terakhir, konflik ini terus memanas dan terus memicu perselisihan. Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Azerbaijan tahun 2016-2020, Prof.Dr. Husnan Bey Fananie. MA mendukung sepenuhnya agar Kota Nagorno menjadi bagian dari Azerbaijan. Dirinya mengatakan, konflik ini termasuk ke dalam konflik teritorial. Sejatinya Armenia merupakan bangsa yang terpencar dan tersebar ada yang di Eropa, Asia, dan Afrika.

 

Husnan Bey Fananie  mengulas kembali secara singkat terkait konflik antara keduanya, bermula dari Russia yang membagi wilayah Armenia dan Azerbaijan, sekitar wilayah 20% Azerbaijan yang di ekspansi oleh tentara Armenia dan dibantu oleh Russia. Hingga kini wilayah tersebut masih dikuasai oleh Armenia dan penduduknya bercampur antara etnik Armenia & Azerbaijan.

 

“Sampai hari ini, Nagorno-Karabakh adalah bagian dari Azerbaijan dan telah tertulis dalam catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ujar Husnan Bey Fananie.

 

Lebih lanjut, Husnan Bey Fananie yang juga merupakan Pakar Hubungan Internasional meneruskan, sesungguhnya peperangan ini terjadi di dalam Azerbaijan, Husnan juga mengibaratkan hal ini sebagai tuan rumah yang mengusir penjahat untuk masuk ke dalam wilayahnya.

 

“Secara _de facto,_ PBB mengakui Nagorno-Karabakh adalah tanah resmi milik Azerbaijan. Belakangan ini juga, Azerbaijan tidak menginginkan perdamaian jika Bangsa Armenia tidak keluar dari wilayah Azerbaijan,” tambah Husnan.

 

Husnan Bey Fananie menjelaskan, bangsa Indonesia harus membaca informasi seputar berita Armenia dan Azerbaijan secara hati-hati. Dirinya menegaskan, sebagai warga yang cerdas dan harus jernih menyaring segala berita yang masuk. Husnan mengatakan, Azerbaijan merupakan wilayah yang strategis, khususnya di Nagorno-Karabakh.

 

Selama Husnan berada disana, dirinya belajar bahwa Azerbaijan merupakan negara yang memiliki persimpangan banyak peradaban manusia, yang juga merupakan tempat kelahiran Nabi Nuh A.S, serta tempat dimana bangsa Selatan dan Timur berjalan menuju ke Eropa (Utara).

 

“Indonesia akan terus mendukung perjuangan rakyat Azerbaijan dan meminta kepada Armenia, untuk sepakat memberhentikan peperangan konflik karena banyak memakan banyak korban dan dirugikan dari sejumlah aspek,” tutup Husnan Bey Fananie.

Artikel ini telah dibaca 126 kali

loading...
Baca Lainnya

UU Cipta Kerja Mendorong Kesejahteraan Rakyat

Oleh : Lisa Pamungkas Pemerintah berusaha membangkitkan kembali ekonomi Indonesia, dengan meresmikan UU Cipta Kerja....

29 November 2020, 17:21 WIB

Kerumunan Rizieq Shihab Timbulkan Klaster Baru Corona Perlu Ditindak Tegas

Oleh : Dodik Prasetyo Rizieq Shihab membuat ulah dengan sengaja mengundang 10.000 orang dalam pesta...

29 November 2020, 15:52 WIB

Masyarakat Papua Menolak Provokasi Benny Wenda

Oleh : Yusaac Wakum Salah satu pentolan gerakan separatis Papua, Benny Wenda terus memprovokasi masyarakat...

29 November 2020, 12:57 WIB

Masyarakat Sambut Positif Program Vaksinasi Covid-19

Oleh : Deka Prawira Ketika pandemi sudah kita lewati selama lebih dari 8 bulan, ada...

29 November 2020, 12:51 WIB

Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat Mempercepat Penanganan Covid-19

Oleh : Andi Atgas Pandemi covid-19 telah kita lalui selama berbulan-bulan, namun kita tak boleh...

29 November 2020, 03:13 WIB

Masyarakat Mendukung Penerapan UU Cipta Kerja

Oleh : Dodik Prasetyo UU Cipta Kerja yang diresmikan oktober 2020 lalu baru bisa dijalankan...

29 November 2020, 03:05 WIB

loading...