Senin, 26 Oktober 2020 - 22:36 WIB

Cabup Sidoarjo Bambang Haryo

Cabup Sidoarjo Bambang Haryo

Cabup Sidoarjo Bambang Haryo Sebut Bakal Bikin Pasar Nyaman, Begini Konsepnya

Sidoarjo – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS-Taufiq) siap menjadikan seluruh pasar tradisional di Sidoarjo aman dan nyaman bagi pedagang dan konsumen. Caranya memperbaiki seluruh Fasilitas Umum (Fasum) yang ada di pasar.

Selain itu, juga bakal menyiapkan agar 11 komiditas sembako yang dijual di pasar tradisional juga berasal dari Sidoarjo sendiri. Selama ini, berasal dari wilayah diluar Sidoarjo.

“Pasar ini sangat strategis karena berada di pinggir jalan raya. Meski baru beroperasi 8 tahun, pasar ini menjadi tujuan ibu-ibu dari beberapa desa yang ada di sekitar memanfaatkan pasar ini. Karena itu, akan kami perhatikan terutama masalah kenyamanan pedagang dan konsumen saat berbelanja. Kami akan menjamin kenyaman pedagang dan konsumen saat diamanahi jadi bupati,” ujar Cabup BHS, Senin (26/10/2020) saat mengunjungi Pasar Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Dalam menjamin kenyamanan pedagang dan konsumen pasar tradisional itu, BHS yang juga mantan anggota DPR RI ini bakal memperbaiki sarana WC dan toilet. Bahkan juga akan ditambah penerangan agar WC dan toliet bisa digunakan pengunjung pasar.

“Soal kenyamanan di WC dan Toilet akan saya selesaikan dalam waktu secepatnya sebelum jadi bupati agar bisa dimanfaatkan pengunjung. Bahkan akan kami siapkan lampunya. Kami pun akan membantu satu Alat Pemadam Kebakaran (Apar) agar saat ada nyala titik awal api bisa segera dipadamkan,” imbuh politisi Partai Gerindra ini.

Sedangkan soal 11 komoditas yang dijual di pasar tradisional di Sidoarjo, BHS yang juga alumnus ITS Surabaya ini bakal menyiapkan konsep swasembada 11 komoditas pokok. Menurutnya, jika selama ini telur berasal dari Blitar dan beras berasal dari pacet Mojokerto dan lainnya, maka harus bisa disediakan dari Sidoarjo sendiri dengan memanfaatkan lahan pertanian yang masih sekitar 12.500 hektar itu.

“Karena Sidoarjo punya pabrik pakan unggas (ayam) terbesar di Indoneisa dan pusatnya di Sisoarjo. Saya akan siapkan konsep Sidoarjo bakal jadi pemasok unggas terbesat di Jatim. Karena kami menginginkan pemerintah Sidoarjo hadir menyediakan 11 komoditas pangan itu. Termasuk komoditas gula, akan kami kembalikan Sidoarjo sebagai penyedia gula terbesar di Jatim dan Indonesia timur seperti saat jaman Belanda,” tegasnya.

Sementara salah seorang pedagang Astutik mengaku mendukung penuh program- program BHS menjadikan psar tradisional itu menjadi pasar yang nyaman, aman dan jadi tempat rekreasi kalangan ibu-ibu dan anak-anak.

“Kami sepakat karena programnya memberi kenyamanan dan keamanan bagi pedagang dan konsumen,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 312 kali

Baca Lainnya

Rizieq Shihab Harus Mengembalikan Tanah PTPN

Oleh : Zakaria Rizieq Shihab dan FPI seenaknya mencaplok tanah dan mendirikan bangunan di atasnya....

27 Februari 2021, 16:38 WIB

UU Cipta Kerja Cegah Korupsi di Pengadaan Barang dan Jasa

Oleh : Lisa Pamungkas Aturan turunan UU Cipta Kerja telah disahkan, dan UMKM bisa ikut...

27 Februari 2021, 14:06 WIB

Gunakan PAI sebagai Instrumen Diseminasi Moderasi Beragama

Kementerian Agama tengah menggalakkan penguatan moderasi beragama di segala layanan keagamaan, termasuk pendidikan. Wakil Menteri...

27 Februari 2021, 00:56 WIB

PPKM Mikro Efektif Mengendalikan Covid-19

Oleh : Alfisyah Dianasari Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kasus positif demi mengendalikan pandemi...

27 Februari 2021, 00:49 WIB

19 Tahun Menunggu Lahan Usaha II, Warga Transmigran Sumber Rejo Minta BPN Bartim Berikan Jawaban

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Warga transmigran Desa Sumber Rejo Kecamatan Pematang Karau Kabupaten Barito...

26 Februari 2021, 18:23 WIB

Mengapresiasi Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi

Oleh : Sindi khairudin Presiden Jokowi baru saja meresmikan Bendungan Napun Gette di NTT. Selain...

24 Februari 2021, 22:41 WIB

loading...