Waspadai Klaster Covid-19 Saat Libur Panjang

- Tim

Senin, 26 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Aditya Akbar

Libur panjang karena ada cuti bersama yang diiringi dengan akhir pekan, mulai 28 oktober 2020, bisa jadi bom waktu yang menyebabkan klaster corona baru. Jika masyarakat memanfaatkannya untuk rekreasi. Saat ini kita masih dalam masa pandemi yang prihatin. Jangan malah jalan-jalan dengan alasan bosan di rumah saja.

Sejak serangan corona di bulan maret 2020, sekolah ditutup dan para murid belajar secara daring. Mereka masih wajib menuntut ilmu dan pelajaran diberikan via WA dan Zoom. Namun banyak orang tua yang mengeluh karena sekeluarga bosan beraktivitas di rumah saja. Oleh karena itu saat ada libur panjang di bulan oktober ini, mereka sangat bahagia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai tanggal 28 oktober hingga 1 november 2020 ada 5 hari libur, karena cuti bersama dalam rangka maulid Nabi sekaligus libur di hari sabtu dan minggu. Ini kesempatan bagi orang tua untuk istirahat sejenak dari kerepotan school at home. Ada pula yang memanfaatkan libur panjang untuk pulang kampung atau mengajak anak traveling ke luar kota.

Juru bicara tim satgas covid Dokter Wiku mengingatkan agar masyarakat tidak mudik, pergi ke luar rumah, atau ke tempat kerumunan. Misalnya ke Mall, pantai, atau bumi perkemahan. Para nakes dan ahli epidemiologi juga sudah mewanti-wanti untuk menahan diri dan tidak pergi ke luar kota, atau mengunjungi taman rekreasi pada libur panjang oktober ini.

Dokter Wiku menambahkan, masyarakat boleh pergi keluar rumah jika dalam keadaan mendesak. Misalnya untuk belanja bulanan atau berobat ke klinik. Jika mereka keluar rumah juga harus menuruti protokol kesehatan, seperti pakai masker kain, bawa hand sanitizer atau cuci tangan di tempat umum. Juga menjaga jarak minimal 2 meter dari orang lain.

Peringatan dari dokter ini bukan berarti mengekang masyarakat. Karena sejatinya para nakes mengkhawatirkan kesehatan banyak orang. Jika masyarakat mudik dan rekreasi bersama saat libur panjang, dikhawatirkan akan membuat klaster corona baru. Karena mereka berkumpul dan berdesakan saat antri tiket di di stasiun, terminal, atau bandara.
Walau masyarakat beralasan mereka mudik memakai kendaraan pribadi, juga berbahaya.

Karena biasanya mobil dipenuhi penumpang dan gagal jaga jarak. Mereka juga melepas masker saat makan di rest area yang ramai. Sehingga dikahwatirkan tertular corona dari tempat itu. Apalagi menurut penelitian WHO, virus covid-19 bisa menyebar di udara kotor dan pengap.

Jika orang-orang liburan di dalam kota juga masih berbahaya. Karena di dalam Mall atau taman kota ada ratusan orang yang berjalan-jalan sambil melepas penat. Walau mereka memakai masker, tapi gagal menerapkan physical distancing. Kita juga tidak tahu mana orang yang berstatus OTG atau tak pakai masker standar, sehingga masih ada resiko tertular corona.

Cobalah untuk menahan diri dan tidak pulang kampung untuk sementara. Jika kangen dengan orang tua di kampung, kita bisa video call, dan mereka juga memahami alasan mengapa di long weekend ini tidak mudik. Karena masih masa pandemi. Jangan malah nekat pergi ke kampung, padahal berasal dari zona merah, dan menularkan corona para orang tua tercinta.

Beri pengertian kepada anak-anak mengapa di masa liburan ini mereka tidak diajak berjalan-jalan di Mall atau tempat rekreasi. Berikan wawasan tentang pandemi yang belum berakhir. Mereka akan mengerti alasannya dan memutuskan untuk liburan di rumah saja. Sediakan snack dan DVD film kesukaan mereka untuk mengalihkan perhatian dan mereka merasa nyaman di rumah.

Saat long weekend jangan nekat dan pulang kampung atau liburan bersama anak-anak. Karena di mana-mana pasti ramai dan bisa menyebabkan klaster corona baru. Apalagi jika ada bayi atau balita yang rawan tertular virus covid-19. Lebih baik sekeluarga di rumah saja, karena keadaan di luar belum 100% aman.

Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Masyarakat (LSISI)

Berita Terkait

Menaker : Tradisi Mudik Lebaran Tak Boleh Berhenti
Menaker Dukung Mudik dan Arus Balik Gratis jika Produktivitas Pekerja Meningkat
Wamenaker Lepas Mudik Gratis 767 Mitra Usaha Warmindo
Wamenaker Optimis Mudik Bersama Mampu Tingkatkan Produktivitas Pekerja
Wamenaker Imbau Dunia Usaha Fasilitasi Mudik Gratis bagi Pekerja
Kombes Pol Yade Setiawan Ujung Raih Gelar Doktor di Unpad Usai Presentasikan Disertasi Soal Penanganan Covid-19
Wamenaker: Perusahaan Gelar Mudik Gratis untuk Pekerjanya Bentuk Hubungan Industrial yang Harmonis
Kemnaker Kembali Gelar Mudik Bersama 2024 bagi Pekerja dan Keluarganya

Berita Terkait

Minggu, 7 April 2024 - 09:53 WIB

Menaker : Tradisi Mudik Lebaran Tak Boleh Berhenti

Sabtu, 6 April 2024 - 13:50 WIB

Menaker Dukung Mudik dan Arus Balik Gratis jika Produktivitas Pekerja Meningkat

Sabtu, 6 April 2024 - 11:32 WIB

Wamenaker Lepas Mudik Gratis 767 Mitra Usaha Warmindo

Jumat, 5 April 2024 - 20:37 WIB

Wamenaker Optimis Mudik Bersama Mampu Tingkatkan Produktivitas Pekerja

Jumat, 5 April 2024 - 19:31 WIB

Wamenaker Imbau Dunia Usaha Fasilitasi Mudik Gratis bagi Pekerja

Jumat, 5 April 2024 - 01:23 WIB

Kombes Pol Yade Setiawan Ujung Raih Gelar Doktor di Unpad Usai Presentasikan Disertasi Soal Penanganan Covid-19

Kamis, 4 April 2024 - 19:19 WIB

Wamenaker: Perusahaan Gelar Mudik Gratis untuk Pekerjanya Bentuk Hubungan Industrial yang Harmonis

Kamis, 4 April 2024 - 19:17 WIB

Kemnaker Kembali Gelar Mudik Bersama 2024 bagi Pekerja dan Keluarganya

Berita Terbaru

Regional

INI OKNUM Konflik IPK dan PKN di Pancurbatu

Minggu, 14 Apr 2024 - 21:29 WIB

Sumatera Selatan

Di Hina Ibu RT, Istri Wartawan TV Nasional Lapor Polisi

Minggu, 14 Apr 2024 - 01:04 WIB

Regional

SAT SAMAPTA POLRES NISEL PATROLI DI TEMPAT WISATA

Sabtu, 13 Apr 2024 - 11:40 WIB