Jumat, 30 Oktober 2020 - 19:55 WIB

Tim Advokasi Ratna-Suarti Laporkan Pemilik Akun Ahmad Fadli Sebarkan Berita Hoax

Palembang – Tim Advokasi Ratna Suarti (01) Resmi laporkan pemilik akun Ahmad Fadli ke Polda Sum-Sel 30-10-2020 terkait dengan menyebarkan, meng upload, di Media sosial facebook tentang pemberitaan pasangan 01 Ratna-Suarti dalam kontestan Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Musirawas Provinsi Sum-Sel.

Sekira jam 10.30 Wib bersama Tim Advokasi Ratna-Suarti yang diketuai H. Abu Bakar SH, M. Hum, diterima Polda Sum-Sel, dan Alhadulillah laporan tersebut diterima dgn Nomor LP : STTLP/825 /X/2020/SPKT, dengan laporan ini Advokasi Ratna-Suarti berharap kepada Polda Sum-Sel  dalam hal ini Penyidik Polda untuk melakukan pengembangan terhadap kasus ini agar dapat mengungkap siapa aktor Intelektual dibalik permasalahan ini.

Dalam kasus ini Tim Advokasi,
Muhammad Hidayat, SH, MH melaporkan Pemilik Akun Ahmad Fadli melakukan pelanggaran Undang-Undang ITE pada pasal 32, terkait dengan penyebaran berupa caption, penyebaran photo Client kami yang sedang di Isolasi RS. Muhammad Hoesin Palembang.

“Sejatinya hal ini sebenarnya Privacy, tanpa haknya pemilik akun menyebarkan kepada Publik, karna jelas ini  pelanggaran terhadap Undang-undang, bahwa setiap orang  dilarang untuk mentransfer, mendistribusi informasi elektronik yang tanpa hak seizin pemimilik, “jelas, Dayat panggilan Akrab Tim Advokasi

Lanjutnya, dalam sesi wawancara hadir juga mantan ketua PJI Wilayah Sum- Sel H. Nazarauddin, SH, MH, membenarkan kejadian tentang pelaporan kepada pemilik Akun, dimana beliau mengatakan, bahwa penyebaran berita janganlah terlalu dipolitisir terlebih-lebih untuk kepentingan politik dengan memjatuhkan pamor Paslon 01 Ratna-Suarti, beliau berharap kepada pihak penyidik dapat melakukan pengembangan terhadap permasalahan ini.

Sebelum pelaporan ini, fihak rumah RS Moh. Hoesin melalui Kepala Humas Suhaimi, telah memberikan keterangan terhadap permasalahan ini, bahwa monitor CCTV tersebut berada diruang khusus yang hanya bisa diakses petugas RS sedangkan Publik tentu tidak ada akses keruangan tersebut.

Disinggung mengenai informasi bahwa terduga pelaku adalah dokter Rumah Sakit Muh. Hoesin Palembang, Suhaimi mengatakan sanksi etik Rumah Sakit tetap berlaku begitupun juga sanksi Etik Kedokteranpun berbeda.(Hadi)

Artikel ini telah dibaca 179 kali

Baca Lainnya

Uji Seismik 3D Milik PT Pertamina di Prabumulih Diduga Tanpa Sosialisasi ke Warga

Prabumulih, Sumsel, deliknews – Uji Seismik 3D PT Pertamina EP di kelurahan Gunung Kumala kecamatan...

28 Februari 2021, 22:51 WIB

Pengamat Politik Sumsel Bagindo Togar Menyikapi Penempatan Pejabat

Banyuasin, Sumsel, deliknews – Terkait penempatan jabatan strategis di Kabupaten Banyuasin mendapat tanggapan dari pengamat...

21 Februari 2021, 10:29 WIB

Ketua LSM Resimen Menduga Penempatan Beberapa Pejabat di Pemkab Banyuasin Berbau Nepotisme

Banyuasin – Ketua LSM Resimen Rakyat Miskin Banyuasin, Sepriadi menduga adanya beberapa pejabat di lingkungan...

18 Februari 2021, 12:49 WIB

Demi Memperkuat Ukhwah Islamiyah, Lapas Kelas IIB Banyuasin Mengundang Ustadz Dr H Das’ad Latief

Banyuasin, Sumsel, deliknews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumsel, melaksanakan...

16 Februari 2021, 17:42 WIB

Taman Bunga Celosia Spring Hill, Destinasi Wisata Baru di Palembang

Palembang – Taman Celosia menjadi salah satu daya tarik pengunjung di Kota Palembang. Dengan bunga...

4 Februari 2021, 00:31 WIB

Polsek Pangkalan Balai Gelar Oprasi Yustisi dan Bagikan Masker

Banyuasin, Sumsel, deliknews – Kapolsek dan personil Polsek Pangkalan Balai bersama unsur tiga pilar melaksanakan...

12 Januari 2021, 18:11 WIB

loading...