Sabtu, 31 Oktober 2020 - 02:44 WIB

Pilbup Sidoarjo, Bakal Wujudkan Swasembada Pangan, Cabup Bambang Haryo Serius Perhatikan Nasib Petani

Sidoarjo – Calon Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) terus melakukan safari politiknya dengan terjun langsung ke lokasi pertanian desa kandangan kecamatan Krembung.

Berbeda dengan calon lainnya, BHS sapaan akrab Bambang haryo lebih banyak menyerap langsung aspirasi para petani daerah itu, yang kini banyak menemui kesulitan.

“Kalau saya diamanahi jadi bupati, saya ingin menciptakan swasembada pangan dan mensejahterkan petani. Karena petani adalah para pejuang pangan. Kalau tidak ada petani maka semua akan kelaparan,” ujar Cabup BHS, Jumat (30/10/2020) usai berdialog dengan para petani Desa Kandangan, Kecamatan Krembung.

BHS yang juga alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini bakal membenahi saluran irigasi (pengairan) untuk lahan pertanian. Saluran air ini sudah menjadi persoalan klasik bagi para petani hingga petani di Sidoarjo tidak bisa panen 3 kali setahun. Selain itu, juga bakal menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi terutama saat panen. Sekaligus menyiapkan Penyuluh Lapangan (PL) Dinas Pertanian yang bakal mendampingi petani mulai masa tanam hingga panen.

“Termasuk soal permasalahan hama tikus yang juga menjadi keluhan petani Desa Kandangan. Itu akan diselesaikan pemerintah. Harapan kami, petani bisa panen minimal 3 kali setahun atau bahkan 4 kali panen setahun. Dalam satu hektar yang selama ini hasil panennya kurang dari 6 ton karena hama, bisa normal sampai 8-10 ton per hektar,” imbuhnya.

Selain itu, Cabup yang diusung 5 partai ini, berharap produk pertanian Sidoarjo mampu mensuplai kebutuhan seluruh warga Sidoarjo. Karena itulah pihaknya akan membantu memasarkan produk-produk pertanian Sidoarjo. Hal ini agar swasembada pangan terealisasi dan ekonomi kerakyatan tidak lari kemana-mana.

“Kami juga memberikan asuransi kepada petani. Asuransi ini sebagai jaminan kalau ada kegagalan panen. Lumayan dapat Rp 6 juta per hektar kalau gagal panen. Itu membuat petani tidak terlalu merugi saat gagal panen,” tegasnya.

Sedangkan untuk melahirkan para petani haru, kata BHS pihaknya bakal mengangkat harkat hidup petani. Caranya dengan melibatkan para petani sebagai guru (pengajar) di sejumlah sekolah mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.

“Pelajaran pertanian itu, masuk ekstrakurikuler bertani. Ini wajib sifatnya. Nanti para petani yang akan mengajarkan para pelajar cara bertani yang baik. Sehingga muncul petani-petani baru dari generasi yang akan datang,” jelasnya.

Sementara salah seorang ketua Gapoktan Desa Kandangan, Sulthon mengakui gagasan Cabup Sidoarjo nomor urut 01 itu sangat baik dan berpihak ke para petani. Padahal, selama ini tidak ada paslon lain yang visi dan misinya memperbaiki kondisi pertanian.

“Kami menilai progam-program Pak Bambang (BHS) ini sangat cocok untuk petani Sidoarjo. Karena selama ini tidak ada yang memperhatikan kesulitan petani,” tandasnya

Artikel ini telah dibaca 867 kali

loading...
Baca Lainnya

UU Cipta Kerja Mendorong Kesejahteraan Rakyat

Oleh : Lisa Pamungkas Pemerintah berusaha membangkitkan kembali ekonomi Indonesia, dengan meresmikan UU Cipta Kerja....

29 November 2020, 17:21 WIB

Kerumunan Rizieq Shihab Timbulkan Klaster Baru Corona Perlu Ditindak Tegas

Oleh : Dodik Prasetyo Rizieq Shihab membuat ulah dengan sengaja mengundang 10.000 orang dalam pesta...

29 November 2020, 15:52 WIB

Masyarakat Papua Menolak Provokasi Benny Wenda

Oleh : Yusaac Wakum Salah satu pentolan gerakan separatis Papua, Benny Wenda terus memprovokasi masyarakat...

29 November 2020, 12:57 WIB

Masyarakat Sambut Positif Program Vaksinasi Covid-19

Oleh : Deka Prawira Ketika pandemi sudah kita lewati selama lebih dari 8 bulan, ada...

29 November 2020, 12:51 WIB

Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat Mempercepat Penanganan Covid-19

Oleh : Andi Atgas Pandemi covid-19 telah kita lalui selama berbulan-bulan, namun kita tak boleh...

29 November 2020, 03:13 WIB

Masyarakat Mendukung Penerapan UU Cipta Kerja

Oleh : Dodik Prasetyo UU Cipta Kerja yang diresmikan oktober 2020 lalu baru bisa dijalankan...

29 November 2020, 03:05 WIB

loading...