Rabu, 4 November 2020 - 16:51 WIB

Polres Majalengka Berhasil Amankan Pelaku Pemerkosa Dan Pemerasan

MAJALENGKA –  IN (48) pedagang asal Kecamatan Cingambul, ditangkap oleh Satreskrim Polres Majalengka karena memperkosa gadis berinisial  S (24). Selain memperkosa, Iwan juga melakukan penganiayaan dan pemerasan terhadap S.

Hal tersebut diungkap oleh Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim AKP Siswo DC Tarigan saat kegiatan konferensi pers dengan para awak media di halaman depan Satreskrim Polres Majalengka, Rabu (04/11/2020).

AKBP Bismo mengatakan, sebelumnya pelaku sempat memergoki korban saat beradegan mesum di wilayah Kecamatan Lemahsugih, korban pada saat itu masih duduk di bangku SMA.

“Korban sempat berbuat mesum dengan seorang laki-laki, kemudian pergoki oleh pelaku,” Ungkap AKBP Bismo didampingi Kasat Reskrim AKP Siswo DC Tarigan.

Saat di pergoki oleh pelaku, kemudian korban dengan pasangannya ketakutan, keduanya berusaha lari. “Namun karena ketakutan, pelaku ini menarik badan korban kemudian korban terjatuh sehingga korban mengalami patah tangannya di bagian kanan. Laki-lakinya pergi melarikan diri,” Ucap AKBP Bismo.

Sehingga hanya pelaku dengan korban yang ditinggalkan di lokasi tersebut. “Kemudian si korban ini di obati oleh si pelaku, dibawa ke dukun patah tulang. Setelah diobati, muncul niat jahat dari si pelaku untuk menyetubuhi korban,” Kata AKBP Bismo.

Menurut Kapolres, pelaku memperkosa korban, di wilayah Kabupaten Kuningan, dengan cara mengancam korban akan menyebarkan video dan foto korban saat beradegan mesum dengan pasangannya.

“Pelaku ini juga memeras dari si korban, selain dari ancaman tadi (kalau kamu gak mau sebarkan tolong serahkan uang ke saya). Korban dimintai uang sejumlah tujuh ratus ribu rupiah,” Beber AKBP Bismo.

Buntut dari pemerasan dan pemerkosaan tidak sampai di sana saja, beberapa tahun kemudian usai kejadian tersebut, pelaku kembali menghubungi korban.

“Karena korban sudah ganti nomor handphone, pelaku mendatangi rumah korban dengan mengaku sebagai dosen, lalu meminta nomor korban ke orang tua korban,” Terang Kapolres.

Usai mendapat nomor handphone pelaku kembali meneror korban, sehingga korban menderita trauma.

Pelaku sempat meminta uang lagi, namun pelaku keburu terciduk oleh Polisi sehingga pelaku tidak sempat di transfer oleh korban.

Atas perbuatannya pelaku diancam dengan pasal 285 dan pasal 368 Sub pasal 369 dan pasal 351 ayat (2) KUHPidana. “Ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tutup Kapolres.

Artikel ini telah dibaca 129 kali

loading...
Baca Lainnya

Ini Kejanggalan Kasus Sertifikat Ganda BPD Bali di Jalan Gadung

Denpasar – Sertifikat ganda dalam kasus Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dalam satu lokasi muncul...

Ilustrasi.

5 Desember 2020, 17:05 WIB

23 Advokat Baru KAI Bali, Lutfi Yazid : Janji Suci Antara Rakyat dan Negara

Denpasar – Sebanyak 23, diangkat menjadi advokat anggota Kongres Advokat Indonesia (KAI) Dewan Pimpinan Daerah...

Prosesi pengangkatan advokat KAI.

5 Desember 2020, 16:38 WIB

Kapolda Aceh Layak Pimpin POLRI

BANDA ACEH-DelikNews Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, sangat layak pimpin Polri menggantikan Kapolri Idham...

5 Desember 2020, 15:48 WIB

Ketua DPD RI Laporkan 4 Wilayah Layak Dimekarkan Jadi Provinsi, Ala Tak Masuk

DelikNews-Jakarta (04/12/2020)- Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melakukan rapat konsultasi bersama Wapres Ma’runf...

5 Desember 2020, 15:44 WIB

Dirkrimsus Polda Aceh akan Gelar Perkara Dugaan Kasus Korupsi Makan Minum Karantina Hafizh 2019

(BANDA ACEH)|-DelikNews Terkait perkembangan  Penyelidikan dugaan korupsi Makan minum Karantina Hafizh Tahun Anggaran 2019 yang...

5 Desember 2020, 15:39 WIB

Sidang Lapangan Kasus Anaya Villa & Resort di Pecatu, Pengembang Mangkir

Badung – Sidang lapangan sengketa  Anaya Villa & Resort, gugatan perdata bernomor 18/pdt.g/2020/PN.DPS terhadap I...

Sidang lapangan kasus proyek Vila Anaya Pecatu, dipimpin majelis hakim I Made Pasek SH. MH., (dua kiri), Wayan

5 Desember 2020, 10:05 WIB

loading...