Jumat, 6 November 2020 - 15:26 WIB

Polri Siapkan Diri Antisipasi Bencana Alam di Puncak Musim Penghujan Awal 2021

JAKARTA  – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai menyiapkan sejumlah langkah guna antisipasi meningkatnya curah hujan akibat fenomena La Nina yang dapat menyebabkan terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah di Indonesia.

Untuk itu, Polri menerbitkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3147/XI/Ops.2.1./2020 yang ditandatangani atas nama Kapolri oleh Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-2020, pada tanggal 5 November 2020.

Surat Telegram yang didasarkan pada hasil rapat melalui Vidcon pimpinan Wakapolri tanggal 4 November 2020 tentang antisipasi bencana alam dan Pilkada Serentak 2020 itu memberikan instruksi kepada seluruh Kapolda agar mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, seperti koordinasi, simulasi, hingga sosialisasi.

Komjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, dalam Surat Telegram itu diinformasikan bahwa bulan Oktober sampai dengan November merupakan awal musim hujan yang disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina dan diprediksi puncak musim penghujan akan berlangsung pada bulan Januari sampai dengan Februari 2021.

“Di mana hal tersebut berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” katanya.

Berkaitan dengan itu, para Kapolda diperintahkan untuk:

  1. Melakukan koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi dengan Pemda, TNI, BPBD, serta stakeholder lainnya untuk memetakan daerah rawan bencana serta menyiapkan Renpam, Renkon mengacu struktur penanggulangan bencana (disaster management), Rengar, Posko-posko bencana, serta melaksanakan tactical floor game (TFG) terkait dengan penanggulangan bencana alam termasuk fasilitas penampungan korban bencana alam dan dapur umum.
  2. Melaksanakan simulasi penanganan bencana bersinergi dengan TNI, Pemda, BPBD, dan stakeholder lainnya (dalam pelaksanaan dipimpin oleh gubernur untuk tingkat provinsi, walikota untuk tingkat kota, dan bupati untuk tingkat kabupaten).
  3. Menyiapkan personel dan Sarpras guna antisipasi, evakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban bencana alam (sebagai contoh melengkapi mobil patroli dengan peralatan untuk mengevakuasi korban banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang).
  4. Melaksanakan sosialisasi dan bimbingan secara intensif dan masif kepada masyarakat terkait dengan potensi bencana alam, simulasi dalam menghadapi bencana, dan pertolongan pertama kepada setiap korban bencana alam agar masyarakat mampu melaksanakan evakuasi secara mandiri.

“Surat Telegram ini bersifat perintah untuk dilaksanakan,” tegas Komjen Pol Agus Andrianto.

Artikel ini telah dibaca 146 kali

loading...
Baca Lainnya

Kabaharkam Polri Bantu 4,4 Ton Beras untuk Warga Tebing Tinggi Terdampak Banjir

TEBING TINGGIi – Jumat malam (27/11) sekira pukul 23.00 WIB di hulu di Sungai Bahbolon...

2 Desember 2020, 01:10 WIB

Tingkat PAD, 4 Ranperda Ditetapkan Menjadi Perda Nisel

Nias Selatan, deliknews.com – Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), 4 (empat) Ranperda Ditetapkan Menjadi...

1 Desember 2020, 19:04 WIB

Polresta Tangerang Sabet Penghargaan Penyerapan Anggaran Terbaik Ketiga

TANGERANG – Polresta Tangerang Polda Banten menyabet penghargaan sebagai Satuan Kerja dengan Kinerja Penyerapan Anggaran...

1 Desember 2020, 14:44 WIB

Polsek Balaraja dan Muspika Gelar Operasi Yustisi, Sosialisasikan 4M

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten bersama Muspika Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang,...

1 Desember 2020, 14:36 WIB

Catatan Merah Jalur Istimewa Titipan Siswa di Denpasar

Denpasar – Menjadi catatan merah dalam dunia pendidikan jika dimobilisasi politik. Pakar Hukum Universitas Udayana,...

Iliustrasi

1 Desember 2020, 14:21 WIB

Kapolri Pimpin Upacara Puncak Peringatan HUT Korpolairud ke-70 Secara Virtual

JAKARTA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Drs Idham Azis MSi, pimpin...

1 Desember 2020, 14:10 WIB

loading...