Selasa, 10 November 2020 - 16:29 WIB

Penanganan Covid-19 Secara Nasional Membaik

Oleh : Putu Prawira

Perkembangan penanganan Covid-19 secara nasional berangsur-angsur membaik, hal ini ditunjukkan dengan penurunan angka penambahan kasus positif mingguan, penurunan angka kematian dan terus bertambahnya pasien sembuh setiap harinya.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito memaparkan, penambahan kasus positif sebanak 2.973 kasus. Lalu, kasus aktif pada 3 November lalu sebanyak 54.732 kasua atau 13% dibandingkan rata-rata dunia sebesar 25,52%. Sedangkan kasus sembuh sampai dengan hari ini berjumlah 349.497 kasus atau 83,5%.

Dimana kasus sembuh dunia adalah 71,9%. Kasus meninggal kumulatif 14.146 atau 3.4% dimana kasus meninggal dunia 2.5%.
Secara rinci, perkembangan kasus positif tingkat nasional cenderung menurun dari pekan sebelumnya.

Pekan ini terjadi penurunan kasus positif sebesar 17,1%. Meski demikian, pekan ini masih ada provinsi-provinsi yang perlu mendapat perhatian dengan kenaikan kasus tertinggi, yaitu Sumatera Barat naik 142, Kepulauan Riau naik 137, DI Yogyakarta naik 76, Papua Barat naik 45 dan Papua naik 40.

Jumlah penurunan juga terdapat pada perkembangan kasus kematian secara nasional. Pekan ini angka kematian secara nasional.

Pekan ini angka kematian menurun sebesar 18% dari pekan sebelumnya. Pekan ini di 5 besar provinsi yang masih perlu menekan angka kematiannya, diantaranya Kalimantan Timur naik 11, Sulawesi Selatan naik 10, Papua naik 8, Lampung naik 6 dan Kalimantan Timur naik 6.

Sementara persentase meninggal tertinggi berada di provinsi Jawa Timur 7,16%, NTB 5,53%, Jawa Tengah 5,11% dan Bengkulu 4,53%.
Meski angka kesembuhan secara nasional terus mengalami perbaikan, namun jumlah kesembuhan pekan ini mengalami perlambatan sebesar 0,8% dari pekan sebelumnya.

Wiku berharap bagi provinsi yang menunjukkan tren penurunan kesembuhan, agar benar-benar ditingkatkan kualitas pelayanan kesehatannya, dan bagi masyarakat agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala Covid-19 agar penanganan dapat dilakukan sejak dini dan meningkatkan kesembuhan.

Sebelumnya, di tengah pandemi dan usaha banyak pihak terutama pemerintah dalam menekan angka penularan sembari memastikan kebutuhan dan kesejahteraan publik tetap berjalan, banyak pihak yang memandang sinis bahwa pemerintah mampu mengatasi Covid-19.

Hal ini pun diakui oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan menurutnya, anggapan tersebut salah dan bahkan ngawur. Ia juga membeberkan apa saja upaya maksimal yang dilakukan oleh pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

Menurut Moeldoko, ada 3 strategi yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menghadapi Corona. Fokus penyelesaian bukan hanya soal kesehatan tapi juga hal lainnya. Dalam soal kesehatan, pemerintah ingin agar tidak terlalu banyak masyarakat yang terpapar Corona.

Ia menyatakan, bahwa pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin agar tidak terlalu banyak korban Covid-19. Untuk itu masyarakat harus bisa hidup dengan baik.

Pemerintah juga memperhatikan kebutuhan masyarakat di tengah wabah, Covid-19. Hal ini dikarenakan banyak lapisan masyarakat yang mengalami kesulitan di masa pandemi.
Moeldoko menegaskan, bahwa masyarakat harus bisa makan, jangan sampai masyarakat menghadapi Pandemi dalam keadaan sulit mencari makan.

Kerja secara terukur dari pemerintah dalam menangani Covid-19 ini diharapkan menjadi kunci keberhasilan dalam menangani pandemi. Tak lupa kinerja ini juga harus diiringi evaluasi secara berkala.

Pemerintah juga masih terus berupaya dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat sehingga dapat memutus rantai penyebaran Covid-19.

Jika dilihat dari segi komunikasi publik, Moeldoko menilai bahwa informasi dan kebijakan yang disampaikan oleh pemerintah, memiliki tujuan agar seluruh warga menerapkan adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ia juga memaparkan bahwa Presiden juga mengingatkan pentingnya persiapan secara matang mengenai pembukaan berbagai sektor secara bertahap. Seperti pendidikan, pariwisata, maupun sektor usaha seperti warung makan dan restoran.

Dirinya juga memastikan, penanganan covid-19 menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Pemerintah menurutnya juga telah menyalurkan berbagai bantuan dan stimulus kepada masyarakat agar dapat bertahan dari pandemi ini.

Kita tentu harus tetap membangun optimisme selama status pandemi belum berakhir, sehingga program-program yang direncanakan tetap berjalan sampai nanti vaksin Covid-19 ditemukan dan dapat didistribusikan.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Artikel ini telah dibaca 132 kali

loading...
Baca Lainnya

Aksi Literasi Media Dukung Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19

Oleh : Gracia Gunawan Keberhasilan program pemerintah dalam menangani corona tergantung pada sikap masyarakat. Sayangnya...

5 Desember 2020, 17:01 WIB

Rizieq Shihab Wajib Penuhi Panggilan Polisi

Oleh : Firza Ahmad Sudah 2 kali Rizieq Shihab mangkir dari panggilan polisi, dengan alasan...

5 Desember 2020, 14:34 WIB

Vaksinasi dan Disiplin Protokol Solusi Cegah Penyebaran Corona

Oleh: Putu Prawira Vaksinasi nasional adalah harapan baru untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Pemberian imunisasi wajib...

5 Desember 2020, 04:37 WIB

UU Cipta Kerja Memperbaiki Iklim Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus

Oleh : Alfisyah Dianasari Omnibus law UU Cipta Kerja begitu dahsyat sehingga digadang-gadang akan mengubah...

4 Desember 2020, 23:14 WIB

Deklarasi Papua Merdeka Benny Wenda Tidak Diakui

Oleh : Sabby Kosay Benny Wenda menjadi sorotan karena tiba-tiba mendeklarasikan negara Papua Barat dan...

4 Desember 2020, 22:22 WIB

Pembubaran Lembaga Nonstruktural Demi Penyederhanaan Birokrasi

Oleh : Zakaria Masyarakat kembali dikejutkan dengan langkah Presiden Jokowi yang membubarkan 10 lembaga negara....

4 Desember 2020, 22:13 WIB

loading...