Rabu, 11 November 2020 - 20:09 WIB

Tim Gabungan Polda Aceh Gagalkan Perdagangan Satwa Dilindungi

Banda Aceh (DelikNews) – Tim gabungan Polda Aceh, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Baintelkam Polri menggagalkan perdagangan satwa dilindungi senilai Rp6,3 miliar.

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada di Banda Aceh, Selasa, mengatakan selain menggagalkan perdagangan, tim gabungan menangkap dua pelaku.

“Kedua pelaku ditangkap di Aceh Tengah. Tim gabung mengamankan sejumlah bagian tubuh satwa dilindungi yang diduga diperdagangkan kedua pelaku,” kata Irjen Pol Wahyu Widada.

Jenderal bintang dua tersebut mengatakan operasi pengungkapan perdagangan bagian satwa dilindungi tersebut berawal dari informasi masyarakat.

Berdasarkan informasi tersebut, tim gabungan melakukan operasi intelijen. Dari operasi intelijen didapat informasi waktu transaksi dan lokasi jual beli bagian tubuh satwa dilindungi.

“Dari informasi tersebut, tim gabungan melakukan operasi tangkap tangan di jalan Bireuen-Takengon, Aceh Tengah terhadap dua pelaku berinisial DA dan LH,” kata Irjen Pol Wahyu Widada.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, kata Kapolda, tim gabungan mengamankan 71 paruh rangkong, 28 kilogram sisik tenggiling, kulit dan tulang harimau sumatra, dan satu unit mobil yang digunakan membawa bagian satwa dilindungi tersebut.

Kedua pelaku dikenakan melanggar Pasal 21 Ayat (2) Huruf d jo Pasal 40 Ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Ancaman hukuman maksimal lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

“Kini, kedua pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolda Aceh untuk penyidikan lebih lanjut. Penyidikan turut melibatkan PPNS Gakkumdu LHK,” kata Irjen Pol Wahyu Widada.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Sustyo Iriyono mengatakan berdasarkan kajian valuasi ekonomi, nilai bagian satwa dilindungi yang diperdagangkan tersebut mencapai Rp6,3 miliar.

“Perdagangan satwa dilindungi merupakan kejahatan luar biasa, melibatkan banyak pelaku. PPNS Gakkum LHK bersama penyidik Polda Aceh berupaya mengungkap jaringan perdagangan satwa dilindungi tersebut,” kata Sustyo Iriyono.(Antara/Ali,s)

Artikel ini telah dibaca 138 kali

Baca Lainnya

Pemkab Bartim Gelar Apel Kesiapsiagaan Personil dan Sapras Dalam Penanggulangan Karhutla

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Pemerintah Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Apel Kesiapsiagaan...

4 Maret 2021, 10:30 WIB

‘KORUPSI’ Kejari Badung Tahan Pegawai BRI Unit Kuta

Badung – Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung menahan tersangka bernama Gede Subamia (33) dalam kasus korupsi...

Tersangka IBGS (tengah) saat dilakukan penahanan di Kejari Badung. (Foto: ist)

3 Maret 2021, 20:11 WIB

BPN Bartim Diduga Tutup Mata Soal SHM Lahan Usaha II Milik Warga Trasmigran Desa Sumber Rejo

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Pemerintah diminta peduli dan merespon tuntutan warga Desa Sumber Rejo...

3 Maret 2021, 19:03 WIB

Kucuran Dari APBN, DAK Untuk Peningkatan Jalan Pedesaan Nonstatus

Malaka, NTT, deliknews-  Dinas Nakertrans mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian Ketenaga Kerjaan dan...

3 Maret 2021, 18:45 WIB

BPBD Damkar Bartim Semprotkan Disinfektan di Rutan dan Pasar Tamiang Layang

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Kabupaten...

3 Maret 2021, 17:38 WIB

Rimau Group Berikan Bantuan Masker kepada BPBD Damkar Barito Timur

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Rimau Group yang bergerak di bidang pertambangan batubara di wilayah...

3 Maret 2021, 16:52 WIB

loading...