Kamis, 12 November 2020 - 20:15 WIB

Audit Kerugian Negara Kasus Pengadaan Jaring Apung Masih Dalam Proses

Banda Aceh (DelikNews) – Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menyatakan audit kerugian negara terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan keramba jaring apung masih dalam proses.

Kepala BPKP Perwakilan Aceh Indra Khaira Jaya di Banda Aceh, Kamis,12 November 2020, mengatakan audit kerugian negara tersebut berdasarkan permintaan Kejaksaan Tinggi Aceh.

“Audit kerugian negaranya sedang dalam proses. Kami terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Aceh untuk dukungan dokumen-dokumennya,” kata Indra Khaira Jaya.

Sebelumnya, kata Indra Khaira, tim Kejaksaan Tinggi Aceh sudah mengekspose kasus dugaan korupsi pengadaan keramba jaring apung di Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) yang bersumber dari APBN.

Dari ekspose tersebut, tim Kejaksaan Tinggi Aceh menyebutkan beberapa persoalan di antaranya pembayaran tidak sesuai dengan fisik. Pekerjaan fisik baru 75 persen, sedangkan pencairan uang sudah 90 persen.

Kemudian, kontrak kerja berakhir pada 2018, namun pekerjaan tidak selesai dan kontrak kerja tidak diputus. Begitu juga dengan denda yang dihitung salah. Denda seharusnya berdasarkan persentase nilai kontrak, tetapi dihitung berdasarkan sisa nilai kontrak.

“Begitu juga dengan kapal. Dalam spesifikasi, kapal dibuat dan didatangkan dari Norwegia. Tapi dalam pelaksanaannya, kapal dibuat di Batam,” kata Indra Khaira Jaya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Muhammad Yusuf mengatakan penyidik masih menunggu hasil audit terhadap kerugian negara dalam kasus korupsi pengadaan keramba jaring apung.

“Penanganan kasus dugaan korupsi keramba jaring apung masih menunggu audit kerugian negara. Jadi, kami masih menunggu hasil auditnya,” kata Muhammad Yusuf.

Muhammad Yusuf mengatakan audit kerugian dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Penyidik Kejati Aceh berharap audit kerugian negara tersebut bisa segera tuntas.

“Kami berharap audit kerugian negara bisa segera tuntas. Sebab, asas dalam menangani sebuah perkara harus ada kepastian hukum serta perkara tidak bisa digantung,” kata Muhammad Yusuf.

Terkait dengan tersangka, kata Muhammad Yusuf, masih satu orang berinisial D. Tidak tertutup kemungkinan tersangkanya bertambah. Penambahan tersangka tergantung pengembangan penyidikan.

“Kemungkinan penambahan tersangka tetap ada. Kami tunggu hasil audit kerugian negara, baru setelah itu ditindaklanjuti, apakah ada penambahan tersangka atau tidak,” kata Muhammad Yusuf.

Kejati Aceh mulai menyelidiki dugaan korupsi pengadaan proyek percontohan budi daya ikan lepas pantai pada Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya Direktorat Pakan dan Obat Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tersebut sejak 2018.

Proyek tersebut dilaksanakan pada 2017 dengan anggaran Rp50 miliar. Proyek pengadaan tersebut dimenangkan PT Perikanan Nusantara dengan nilai kontrak Rp45,58 miliar.

Hasil temuan penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh, pekerjaan dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. Perusahaan juga tidak bisa menyelesaikan pekerjaan 100 persen. Pekerjaan diselesaikan pada Januari 2018, sedangkan pencairan sudah dibayarkan pada 29 Desember 2017.

Selain itu juga terdapat indikasi kelebihan bayar. Kementerian Kelautan dan Perikanan membayar 89 persen dari seharusnya 75 persen pekerjaan. Total yang dibayarkan Rp40,8 miliar lebih dari nilai kontrak Rp45,58 miliar.

Dalam kasus ini, tim penyidik Kejati Aceh menyita delapan keramba apung beserta jaringnya, satu unit tongkang pakan ikan. Kemudian, satu paket sistem distribusi pakan, dan pipa pakan.

Serta, satu set sistem kamera pemantau, satu unit kapal beserta perangkatnya. Semua barang yang disita tersebut berada di beberapa tempat di Pulau Weh, Kota Sabang.

Selain menyita aset, tim penyidik juga menyita uang tunai Rp36,2 miliar. Uang tersebut diserahkan langsung dalam bentuk tunai oleh PT Perikanan Nusantara kepada Kejaksaan Tinggi Aceh.(Ant/Ali S)

Artikel ini telah dibaca 173 kali

Baca Lainnya

Disiplin Prokes dan Optimalisasi PPKM, Polresta Tangerang dan 3 Pilar Bagikan Ini

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten bersama jajaran Pemkab Tangerang dan Kodim 0510 Tigaraksa...

28 Februari 2021, 18:25 WIB

Operasi, Polresta Tangerang Amankan Ratusan Botol Miras dan 2 Motor Tanpa Surat

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten melaksanakan Operasi Cipta Kondisi, Sabtu (27/2/2021) malam. Sasaran...

28 Februari 2021, 18:19 WIB

Dapur Mama U Sumbangkan 1000 Nasi Bungkus untuk Ponpes Perkampungan Minangkabau

Padang, – Dapur Mama U menyumbangkan bantuan 1000 nasi bungkus kepada Yayasan Shine Al-Falah yang...

Maya Irdawati dan Dila bersama Tuangku di Ponpes Perkampungan Minangkabau, Minggu (28/2/21).

28 Februari 2021, 16:26 WIB

Ponpes Perkampungan Minangkabau Telah Mewisuda Tahfidz 493 Santriwan

Padang, – Yayasan Shine Al-Falah yang menaungi Pondok Pesantren (Ponpes) Perkampungan Minangkabau yang berada di...

Foto bersama Santriwan Wisuda Tahfidz Ponpes Perkampungan Minangkabau, Minggu (28/2/21).

28 Februari 2021, 15:10 WIB

SMAN 2 dan 5 Bukittinggi Juara Pemilihan Duta GenRe

Bukitinggi, – Siswa SMAN 2 Bukittinggi dan SMAN 5 Buktinggi berhasil meraih juara pertama dalam...

28 Februari 2021, 10:10 WIB

Laksanakan Asistensi, Kapolresta Tangerang Cek Posko PPKM Mikro di Tobat

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengunjungi Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat...

27 Februari 2021, 23:47 WIB

loading...