BPN Malaka Tidak Bisa Menerbitkan Sertifikat Tanah SMA R.A Kartini Sebelum Ada Penyelesaian Dari 2 Pihak

Malaka – Pengukuran tanah SMA R.A Kartini oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malaka NTT Pada tanggal 28/8/2020 lalu, dan dilakukan pembatalan oleh pihak Wilibrodus Mane pada tanggal 17/10/2020, maka penerbitan sertifikat tanah belum bisa diproses oleh BPN Kabupaten Malaka.

Terkait dengan pengukuran tanah SMA. R.A Kartini yang diajukan oleh Kristina Hoar Berek untuk mengajukan sertifikat tanah, sudah ada pembatalan oleh pihak Wilibrodus Mane, selaku saudara tertua Kristina Hoar Berek. Sehingga BPN Malaka belum bisa memproses menerbitkan sertifikat tanah SMA R.A Kartini.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Goncalo Antonii.SH saat ditemui di rumahnya di Betun, Kamis 11/11/2020 mengatakan BPN Malaka memproses sertifikat tanah tersebut masih menanti penyelesaian dari ke 2 pihak secara kekeluargaan. Sebenarnya Ibu Kristina Hoar Berek mengalah kepada saudara yang lebih tua, sehingga persoalan itu ada titik penyelesaiannya. Dan kami dari pihak pertanahan belum dapat memproses untuk menerbitkan sertifikat. Kecuali sudah ada penyelesaian dari pihak keluarga Wilibrodus Mane dan Kristina Hoar Berek.

“Saya meminta kedua pihak untuk menyelesaikan secepatnya, sehingga persoalan tersebut jangan berlarut larut. Apabila tidak ada titik temu untuk diselesaikan maka kami dari pihak Pertanahan memberikan rekomendasi untuk melanjutkan ke pengadilan” ujar Goncalo Antonii.SH.

Ditempat yang berbeda, Wilibrodus Mane di rumah Naas, Kamis 12/11/2020 mengatakan saya sudah berulang kali memanggil saudari Kristina Hoar Berek, untuk menyelesaikan persoalan pengukuran tanah lokasi SMA R.A Kartini yang sudah melakukan pengukuran secara sepihak dan tidak memberitahukan saya terlebih dahulu selaku pemilik tanah yang sudah diwariskan orang tua kepada kami.

“Untuk penyerahan tanah dari beberapa orang itu, salah satunya, Bernadheta Seuk telah meninggal pada tanggal 28/5/2020 dan sidang ‘A’ pada 28/8/2020 itu, Nama Bernadheta Seuk juga termuat dalam sidang ‘A’ yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malaka. Oleh karena itu, harapan saya pada pihak Pertanahan patut dicermati kembali sikap dan tindakan Saudari Kristina Hoar Berek yang telah menipu Badan Pertanahan Nasional dalam pelaksanaan sidang ‘A’ kemaren, pungkasnya. (Dami Atok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.