Minggu, 15 November 2020 - 23:11 WIB

Lawan Hoaks dan Sukseskan Kebijakan Pemerintah Untuk Kemajuan Indonesia

Oleh: Anwar Ibrahim (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Kota Tasikmalaya)

Kehadiran media sosial seperti facebook, instagram, line, whatsaap, dqn sebagainya membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi daripada melalui media cetak seperti koran dan majalah. Namun, kemudahan yang diperoleh ternyata membawa dampak yang serius. Media sosial ternyata menjadi ladang subur tumbuhnya hoaks. Beberapa hoaks yang saat ini ramai tersebar, yaitu hoaks seputar penanganan pandemi Covid-19 dan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Dari sinilah sesungguhnya peran kaum terpelajar Indonesia untuk tidak mudah tergiring oleh opini yang beredar di media sosial. Tidak mudah percaya pada informasi yang sedang diperbincangkan di te tengah masyarakat. Sebab, kaum terpelajar ini seharusnya memiliki sikap kritis dalam melihat setiap persoalan yang terjadi di sekelilingnya. Tidak boleh apatis atau menerima apa adanya tanpa menganalisis, menelaah terlebih dahulu setiap berita yang dikonsumsinya.

Sudah menjadi kewajiban besar kaum terpelajar ini membawa masyarakat menuju perubahan kearah yang lebih baik. Dalam menjaga kenyamanan masyarakat terkait maraknya hoaks tersebut ada beberapa hal yang perlu dilakukan, bukan malah sebaliknya ikut menyebarkan dan menciptakan hoaks.

Pertama, bijak dalam memanfaatkan media sosial, pergunakan secukupnya saja. Melihat bagaimana media sosial saat ini menjadi ladang subur tumbuhnya hoaks, maka untuk mencegah peluang besar kita terpengaruh sebaiknya membatasinya dengan kegiatan yang lebih positif, seperti membaca buku dan sebagainya.

Kedua, budayakan membaca yang baik dan benar. Agar mendapatkan inti sari dari sebuah berita, kita dituntut teliti memahami keseluruhan teks tersebut. Maka jangan membaca hanya sepenggal tetapi secara utuh mulai dari judul sampai kalimat akhir. Supaya tidak mudah terpedaya oleh judul-judul berita yang isinya bisa jadi merupakan provokasi.

Ketiga, jangan menyebarluaskan konten hoaks. Jangan mudah tergoda untuk membagikan tautan. Bahaya jika seseorang yang kita anggap terpelajar malah ikut-ikutan dalam menyebarluaskan sebuah hoaks. Oleh karena itu, kawan-kawan milenial Indonesia harus benar-benar menjadi filter di tengah-tengah masyarakat. Memberikan informasi yang kredibel bagi masyarakat. Menjadi tameng dalam mencegah hoaks yang mencoba merusak ketertiban masyarakat Indonesia.

Bersama lawan hoaks dan konten negatif seputar penanganan pandemi Covid-19 dan UU Cipta Kerja guna mendukung upaya pemerintah membangun kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi lewat literasi dan edukasi di media sosial.

Jangan biarkan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab memecah belah persaudaraan bangsa Indonesia. Kondisi saat ini banyak menimbulkan kesulitan, semua akan terasa lebih sulit jika masyarakat terpecah belah, namun rasa persaudaraan dan saling menghargai harus terus diperkuat dari segalanya agar bangsa Indonesia mampu menghadapi berbagai persoalan negeri.

Artikel ini telah dibaca 157 kali

Baca Lainnya

Masyarakat Indonesia Optimis Lewati Pandemi Covid-19

Oleh : Raavi Ramadhan Pandemi telah kita lewati selama setahun. Badai corona memang sempat memporak-porandakan...

28 Februari 2021, 18:04 WIB

Otsus Berkah bagi Papua

Oleh : Moses Waker Anggaran Otonomi Khusus (Otsus) Papua merupakan berkah bagi provinsi yang berada...

28 Februari 2021, 09:13 WIB

Mendukung Vaksinasi untuk Guru

Oleh : Dodik Prasetyo Para guru akan menjadi sasaran vaksinasi tahap 2. Mereka mendpat giliran...

28 Februari 2021, 08:27 WIB

Rizieq Shihab Harus Mengembalikan Tanah PTPN

Oleh : Zakaria Rizieq Shihab dan FPI seenaknya mencaplok tanah dan mendirikan bangunan di atasnya....

27 Februari 2021, 16:38 WIB

UU Cipta Kerja Cegah Korupsi di Pengadaan Barang dan Jasa

Oleh : Lisa Pamungkas Aturan turunan UU Cipta Kerja telah disahkan, dan UMKM bisa ikut...

27 Februari 2021, 14:06 WIB

Gunakan PAI sebagai Instrumen Diseminasi Moderasi Beragama

Kementerian Agama tengah menggalakkan penguatan moderasi beragama di segala layanan keagamaan, termasuk pendidikan. Wakil Menteri...

27 Februari 2021, 00:56 WIB

loading...